Menu

Mode Gelap
Saat MBG Dinikmati Sejumlah Siswa Siswi Anak TKI Malaysia di Pulau Sebatik Malaysia Naikkan Harga Tiket Kapal Imbas Kenaikan Harga Minyak Dunia, Kapal Nunukan – Tawau Segera Menyusul Naikkan Tarif DPRD Kaltara Usulkan Pembentukan Tim Penyelesaian Konflik Perkebunan Tingkat Provinsi Bahas Raperda Pengelolaan Sumber Daya Air di Sungai Kayan, Arming : Harus Mensejahterakan Masyarakat di Kawasan Sungai Banjir Tahunan di Perbatasan RI – Malaysia, DPRD Kaltara Desak Penanganan Komprehensif Lapas Nunukan Usulkan Remisi Hari Raya Idul Fitri Bagi 885 Warga Binaan Pemasyarakatan

Kaltara

MBG Kembali Aktif, Belum Ada Tambahan Sekolah Penerima MBG di Nunukan

badge-check


					Ilustrasi : Murid murid SDN di Nunukan Selatan, menikmati menu MBG. Perbesar

Ilustrasi : Murid murid SDN di Nunukan Selatan, menikmati menu MBG.

NUNUKAN, infoSTI– Mulai Rabu, 9 April 2025, anak anak kembali ke bangku sekolah, pasca melewati libur panjang Ramadhan dan Idul Fitri 1446 H/2025 M.

Para pelajar di perbatasan RI – Malaysia, di Nunukan, Kaltara, juga akan kembali menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagaimana sebelumnya.

Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk wilayah Kecamatan Nunukan Selatan, Aji Sanjaya mengatakan, MBG akan kembali didistribusikan pada Senin (14/4/2025).

‘’MBG di Nunukan akan on lagi di Hari Senin tanggal 14 April 2025,’’ ujarnya, dihubungi, Kamis (10/4/2025).

Ketentuan waktu tersebut, merupakan instruksi Badan Gizi Nasional (BGN) dan dilakukan serentak di Indonesia, bagi sekolah penerima MBG.

Aji mengatakan, tidak ada perubahan regulasi apapun untuk pengaktifan kembali MBG.

Harga per menu yang disajikan masih Rp 15.000, dan menggunakan wadah aluminium.

‘’Jumlah sekolah penerima juga masih tetap sama dengan sebelumnya. Tidak ada penambahan. Kalaupun bakal ada penambahan, itu nanti keputusan pusat,’’ jelasnya.

Sejauh ini, Aji belum pernah menerima komplain dari sekolah sekolah lain di wilayah Kecamatan Nunukan Selatan.

Meski sebenarnya, masih banyak sekolah di lingkup kerjanya belum menerima MBG.

Di bagian Nunukan Selatan, hampir 10 sekolah belum masuk daftar penerima program MBG.

‘’Belum ada instruksi penambahan penerima MBG,’’ tegasnya.

Aji juga mengatakan tidak ada evaluasi dalam pelaksanaan MBG. Hanya saja, pihak sekolah menambahkan waktu istirahat selama 10 menit, sehingga jam pulang sekolah juga molor 10 menit dari biasanya.

‘’Tidak ada evaluasi atau instruksi apapun dari BGN sejauh ini. Semua berjalan seperti sebelumnya. Masih datar dan landai,’’ ucapnya.

‘’Kalau ada penambahan jumlah sekolah penerima MBG, tentu yang dibangun lebih dulu, pasti dapur sebagai SPPG. Tapi belum ada instruksi ke arah itu,’’ lanjutnya.

Untuk diketahui, di Kabupaten Nunukan, baru 29 sekolah yang menerima program MBG, dengan jumlah sasaran sebanyak 6.675 anak.

Terdiri dari 18 sekolah di Kecamatan Nunukan Selatan dengan jumlah sasaran sebanyak 3.340 pelajar, dengan penyedia menu/SPPG Yayasan Abi Al Ummi.

Dan terdapat 11 sekolah dengan sasaran 3.335 pelajar, di Kecamatan Nunukan Kota. Dengan SPPG An Nisa Catering.

‘’Memang masih banyak sekolah yang belum masuk sasaran penerima MBG. Tapi itu nanti kewenangan pusat, kami hanya mengawasi dan melaporkan,’’ kata Aji

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara