Menu

Mode Gelap
Saat Pekik Merdeka Diteriakkan Warga Perbatasan RI – Malaysia Sambil Menanam Padi di Tengah Jalan Berlumpur Tiga Unit Rumah Guru SD di Pedalaman Sembakung Terbakar, Damkar Minta Maaf Karena Lokasi Tak Terjangkau Saat MBG Dinikmati Sejumlah Siswa Siswi Anak TKI Malaysia di Pulau Sebatik Malaysia Naikkan Harga Tiket Kapal Imbas Kenaikan Harga Minyak Dunia, Kapal Nunukan – Tawau Segera Menyusul Naikkan Tarif DPRD Kaltara Usulkan Pembentukan Tim Penyelesaian Konflik Perkebunan Tingkat Provinsi Bahas Raperda Pengelolaan Sumber Daya Air di Sungai Kayan, Arming : Harus Mensejahterakan Masyarakat di Kawasan Sungai

Nunukan

Polemik HIPMI Nunukan, Muscab Tandingan dan Dua Ketua Baru

badge-check


					Polemik HIPMI Nunukan, Muscab Tandingan dan Dua Ketua Baru Perbesar

NUNUKAN, infoSTI – Pemilihan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Nunukan, Kaltara, periode 2025 – 2028, memanas setelah terjadi dua kali Musyawarah Cabang (Muscab).

Muscab IV HIPMI Nunukan pertama, yang digelar Minggu (5/1/2025), menunjuk Tri Wahyuni, yang juga merupakan anggota DPRD Nunukan, sebagai ketua.

Selang tiga hari kemudian, Rabu (8/1/2025), kembali terjadi Muscab.
Dalam agenda yang dihelat di Sayn Cafe and Resto Nunukan tersebut, Djiorezi Silawane, dikukuhkan sebagai Ketua HIPMI Nunukan.

“Saya tidak mau berpolemik atau menanggapi adanya dinamika yang terjadi. Kami fokus saja untuk Musda,” ujar Djio saat dihubungi, Kamis (9/1/2025).

Djio menyerahkan semua opini dan penilaian publik pada masyarakat.
Yang jelas, kata Djio, Muscab kedua yang menetapkan dirinya sebagai Ketua HIPMI Nunukan, sudah sesuai prosedur dan aturan.

“Pemilihan saya sebagai ketua berdasar mandat HIPMI Kaltara. Dihadiri pengurus HIPMI Provinsi, Pemda dan Forkopimda Nunukan. Sampai penyerahan bendera Pataka juga diserahkan oleh perwakilan HIPMI Kaltara,” tegasnya.

Djiorezi Silawane menandatangani SK Ketua HIPMI Nunukan, Rabu (8/1/2025).

Djio kembali menegaskan, polemik yang mengemuka dan banyaknya pertanyaan masyarakat di Medsos tentang siapa ketua HIPMI Nunukan, dikembalikan ke masyarakat.

“Silahkan cermati bagaimana prosedur yang berjalan. Dan silahkan nilai sendiri, siapa yang legal,” tegasnya.

Djio menambahkan, masa kerja Ketua HIPMI Nunukan yang lama, berakhir pada 2022 lalu.

Adapun mengapa baru ada Muscab pemilihan ketua baru di 2025, tentu perlu dipertanyakan.

Berbeda dengan status dirinya saat ini, yang sudah menerima SK sebagai Ketua HIPMI Nunukan.

“Tapi itu dinamika, dan silahkan dikonfirm langsung ke yang bersangkutan (Ketua HIPMI Nunukan versi Muscab sebelumnya),” tegasnya.

Tri Wahyuni saat wawancara dengan wartawan,

Terpisah, ditemui di Gedung DPRD Nunukan, Tri Wahyuni, mengatakan, dirinya maju mendaftar sebagai calon tunggal setelah mendapat dorongan dari sejumlah pihak.

“Saya ingin berjumpa dengan Djio dan membicarakan masalah ini. Kita kan sama sama bertujuan memajukan pengusaha muda Nunukan,” jawabnya.

Yuni tak mau menjelaskan detail bagaimana mekanisme Muscab, saat dirinya ditetapkan sebagai Ketua HIPMI Nunukan.

“Nanti kita bicarakan semua di provinsi. Saya maunya kita kerja sama untuk memajukan pengusaha muda Nunukan,” kata Tri Wahyuni.

Facebook Comments Box

Trending di Nunukan