NUNUKAN, infoSTI – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, menggelar Kemah Bela Negara (KEMBARA), di Bumi Perkemahan Mansapa, Nunukan Selatan, Sabtu (18/7/2026).
Untuk diketahui, KEMBARA merupakan program pembinaan kader yang dirancang untuk membentuk ketangguhan jiwa dan raga serta menanamkan semangat kebangsaan yang kuat.
KEMBARA menggembleng kader PKS sebagai sosok yang tidak hanya siap berdakwah di tengah masyarakat, tetapi juga siap menjaga ideologi bangsa, keamanan, dan kedaulatan negara.
Kegiatan yang mengusung tema ‘Kokoh dalam Ukhuwah, Solid Membangun Struktur dan Tangguh Menjaga Perbatasan NKRI’ ini, diikuti sekitar 80 kader PKS, dan berlangsung mulai Sabtu (18/7/2026) hingga Minggu (19/7/2026).
Hadir dalam acara ini, Ketua MPW PKS Kaltara, Ust. Muhammad Nasir, S.Pi., M.M, Sekretaris DPW PKS Kaltara, Muhammad Khoiruddin, S.H.I, serta Ketua BP3 DPW PKS Kaltara, Ust. Burhanuddin, S.H.I., M.M.
Selain jajaran pengurus wilayah, hadir juga para anggota DPRD Kabupaten Nunukan dari Fraksi PKS, masing masing, Adama, Andi Yakub, Hasbi, dan Said Hasan.
Ketua DPD PKS Nunukan, M. Rusdi, didampingi Ketua Bidang Kepanduan, Bela Negara dan Kepemimpinan Partai, Hasan, S.Pd., menyampaikan bahwa kehadiran para tokoh ini menjadi energi tambahan bagi para peserta.
‘’Kehadiran 80 kader di Bumi Perkemahan Mansapa hari ini, didukung langsung oleh para pimpinan DPW dan anggota DPRD Nunukan. Ini membuktikan keseriusan partai dalam memperkuat jiwa bela negara,’’ ujar Rusdi.
Selama dua hari, para peserta mengikuti berbagai rangkaian acara yang dirancang untuk meningkatkan kedisiplinan, kepemimpinan, dan kerja sama tim dalam semangat ukhuwah islamiyah.
Program ini, sekaligus menunjukkan bahwa PKS tidak hanya fokus pada aspek politik dan dakwah, tetapi juga memiliki perhatian besar terhadap pembinaan karakter dan ketahanan kader, sebagai bekal dalam menghadapi tantangan bangsa ke depan.
Melalui KEMBARA, diharapkan kader-kader PKS lebih siap mengabdi kepada masyarakat serta menjadi pilar kokoh dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
‘’Ini adalah upaya kami dalam menjaga kedaulatan bangsa, terutama di wilayah perbatasan yang memiliki posisi krusial,’’ tegas Rusdi.











