Menu

Mode Gelap
Diterpa Angin Kencang, Sekitar 12 Atap Bangunan di Pedalaman Sebuku Porak Poranda, Termasuk Gedung SMP HUT RI 81, Bendera Dayak Borneo Dikibarkan di Jalanan Rusak di Pelosok RI – Malaysia di Dataran Tinggi Krayan Cerita Imam Yusuf Napi Penerima RU II di HUT RI 81, Salah Jalan Karena Kecanduan Game Online, Menitip Pesan Bagi Para Gamer Sebanyak 967 WBP Lapas Nunukan Terima Remisi HUT RI 81, 13 Orang Langsung Bebas Respon Pernyataan Warga Perbatasan Tak Mau Rayakan Kemerdekaan, Bupati Nunukan Rayakan HUT RI 81 di Krayan Cerita Edy Santri, Warga Nunukan yang Setiap Tahun Sisihkan Uang Untuk Beli Bendera Merah Putih dan Dibagikan ke Masyarakat

Nunukan

40 Jamaah Umroh Nunukan Menginap di Kawasan Markaziyah, An Nur Jamin Kenyamanan dan Kemudahan Ibadah

badge-check


					Jamaah Umroh An Nur Kaltara Arafah, berangkat melalui Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan. Dok.Budi Perbesar

Jamaah Umroh An Nur Kaltara Arafah, berangkat melalui Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan. Dok.Budi

NUNUKAN, infoSTI – Jasa perjalanan Haji dan Umroh, Nunukan, Kaltara, An Nur Kaltara Arafah, memberangkatkan 40 jamaah umroh, Senin (20/7/2026).

Para jamaah, membayar Rp 45,5 juta, dan diberangkatkan melalui Tawau, lalu ke Bandara Kuala Lumpur, Malaysia, transit dua jam di Jeddah, berlanjut ke Dubai dan Madinah.

“Kami berikan fasilitas kemudahan bagi jamaah dengan diinapkan di areal Masjid Nabawi juga Masjidil Haram, sehingga ada jaminan untuk kemudahan dan fleksibilitas ibadah,” ujar Owner An Nur Kaltara Arafah, Nur Rahmat.

Nur Rahmat menjelaskan, menginap di sekitar Masjid Nabawi maupun Masjidil Haram, sangat menghemat waktu dan tenaga jamaah, sehingga memungkinkan mobilitas lebih mudah, khususnya untuk Lansia.

Penginapan di areal pusat ibadah juga memastikan akses cepat untuk salat berjamaah atau Rawdah.

Ada banyak keuntungan memilih hotel di area pelataran Masjid Nabawi (kawasan Markaziyah).

Jamaah bisa menghemat energi dan waktu, mereka bahkan bisa berjalan kaki singkat dari lobi langsung ke area pelataran masjid tanpa perlu naik bus atau kendaraan.

“Jamaah bisa menjaga kondisi fisik agar tidak mudah lelah. Tentunya akses ini sangat membantu Lansia dan anak-anak yang butuh bolak-balik untuk istirahat, ke toilet, atau mengambil obat tanpa memakan waktu,” urainya.

Selain itu, jamaah juga lebih mudah kembali ke hotel saat cuaca panas terik dan kembali lagi untuk mengejar waktu salat fardhu atau ziarah.

“Berbagai fasilitas dan kemudahan ini membuat ibadah jauh lebih maksimal dan nyaman,” imbuhnya.

Perjalanan kembali ke Tanah Air, dijadwalkan 3 Agustus 2026.

Facebook Comments Box

Trending di Nunukan