Menu

Mode Gelap
Mengaku Sakit Hati Pada Bos, Karyawan Gudang Sembako Curi Uang Majikan Lewat SMS Banking Dorong Transformasi Ekonomi Daerah, Bupati Nunukan Canangkan Sensus Ekonomi 2026 dan Luncurkan Kredit Mikro UMKM Candu Narkoba, Dua Warga Pulau Sebatik Nekat Menjadi Ninja Sawit Gereja Katolik Santo Yosep di Pedalaman Nunukan Habis Terbakar Pengiriman MBG Sering Terlambat Saat Musim Hujan, Guru di Pulau Sebatik Minta SPPG Perbaiki Jalan   Persiapkan Petugas Sensus, BPS Nunukan Gelar Pelatihan Sensus Ekonomi 2026

Advertorial

Dorong Transformasi Ekonomi Daerah, Bupati Nunukan Canangkan Sensus Ekonomi 2026 dan Luncurkan Kredit Mikro UMKM

badge-check


					Bupati Nunukan bersama Kepala BPS Provinsi Kalimantan Utara Dr. Mustaqim, saat launching pencanangan sensus ekonomi 2026 dan peluncuran Program Kredit Mikro UMKM, di Gedung UMKM Center, Tanah Merah, Nunukan. Dok.BPS Nunukan. Perbesar

Bupati Nunukan bersama Kepala BPS Provinsi Kalimantan Utara Dr. Mustaqim, saat launching pencanangan sensus ekonomi 2026 dan peluncuran Program Kredit Mikro UMKM, di Gedung UMKM Center, Tanah Merah, Nunukan. Dok.BPS Nunukan.

NUNUKAN, infoSTI – Bupati Nunukan, Kalimantan Utara, Irwan Sabri, terus mendorong transformasi ekonomi daerah yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing.

Komitmen tersebut, diwujudkan melalui pencanangan Sensus Ekonomi 2026 yang dirangkaikan dengan peluncuran Program Kredit Mikro UMKM yang digelar di Gedung UMKM Center, Tanah Merah, Nunukan, Minggu (14/6/2026).

Kegiatan ini, dihadiri Kepala BPS Provinsi Kalimantan Utara Dr. Mustaqim, unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, kepala perangkat daerah, pelaku usaha, serta berbagai elemen masyarakat.

Irwan Sabri mengatakan, pembangunan ekonomi yang kuat harus dimulai dari data yang akurat dan kebijakan yang tepat sasaran.

‘’Sensus Ekonomi 2026 menjadi bagian penting dari implementasi program Energi Baru untuk menghadirkan pembangunan yang berbasis data dan kebutuhan riil masyarakat,’’ ujarnya.

Ia menegaskan, ‘Energi Baru’ bukan hanya slogan, tetapi semangat perubahan untuk menghadirkan pelayanan yang lebih baik, ekonomi yang lebih kuat, dan kesejahteraan yang lebih merata.

‘’Untuk itu kita membutuhkan data yang akurat agar setiap kebijakan yang dibuat benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha,” imbuhnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha di Kabupaten Nunukan, untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan menerima kedatangan petugas BPS dan memberikan jawaban yang sebenar-benarnya, sejujur-jujurnya, serta selengkap-lengkapnya, sesuai kondisi yang ada.

Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pelaksanaan sensus. Kegiatan tersebut, tidak berkaitan dengan perpajakan maupun penarikan retribusi.

“Jangan takut menerima petugas BPS. Data yang diberikan masyarakat dijamin kerahasiaannya oleh undang-undang dan akan digunakan untuk kepentingan pembangunan daerah, bukan untuk tujuan perpajakan,” tegasnya.

Agenda inipun dirangkaikan dengan launching Program Kredit Mikro UMKM yang didukung oleh Bank Kaltimtara.

Program ini merupakan salah satu langkah nyata Pemerintah Kabupaten Nunukan dalam memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah, sebagai penggerak utama perekonomian daerah.

Irwan Sabri menjelaskan, sensus ekonomi dan kredit Mikro UMKM, merupakan dua program yang saling melengkapi.

‘’Sensus Ekonomi akan menghasilkan data yang akurat mengenai kondisi dan kebutuhan pelaku usaha. Sementara Kredit Mikro UMKM, menjadi instrumen untuk memperkuat akses permodalan sehingga usaha masyarakat dapat berkembang dan naik kelas,’’ kata dia.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPS Provinsi Kalimantan Utara, Dr. Mustaqim, menyampaikan, data hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi fondasi penting bagi perencanaan pembangunan ekonomi daerah dalam jangka panjang.

Data yang dihasilkan dari Sensus Ekonomi akan menjadi rujukan utama pemerintah dalam menyusun kebijakan ekonomi selama sepuluh tahun ke depan.

‘’Data ini juga dapat dimanfaatkan oleh dunia usaha, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung pembangunan daerah,” jelasnya.

Menurut Dr. Mustaqim, perkembangan teknologi telah mengubah pola aktivitas ekonomi masyarakat.

Saat ini, banyak usaha yang tidak lagi beroperasi secara konvensional, tetapi berkembang melalui platform digital seperti media sosial, marketplace, reseller, dropshipper, jasa titip, dan berbagai layanan berbasis internet lainnya.

Perubahan ekonomi dari konvensional menuju digital menjadi tantangan tersendiri dalam pendataan.

‘’Oleh karena itu, Sensus Ekonomi 2026 harus mampu menangkap seluruh aktivitas ekonomi tersebut, agar gambaran ekonomi yang dihasilkan benar-benar lengkap dan sesuai kondisi lapangan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Nunukan, Dr. Iskandar Ahmaddien, mengatakan, petugas sensus akan melakukan pendataan secara door to door mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Pendataan tidak hanya mencakup usaha yang memiliki bangunan fisik, tetapi juga berbagai aktivitas usaha digital dan usaha rumahan yang selama ini belum sepenuhnya teridentifikasi.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dan memberikan informasi yang benar kepada petugas. Data yang akurat akan membantu pemerintah menghadirkan program yang lebih tepat sasaran bagi masyarakat dan pelaku usaha,” kata Iskandar.

Di akhir acara, Bupati Nunukan menandatangani Deklarasai Komitmen Sensus Ekonomi 2026 dan melepas sejumlah balon sebagai simbol dimulainya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Nunukan.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial