Menu

Mode Gelap
Dilaporkan Hilang, Seorang Nelayan Pulau Sebatik Ditemukan Tewas Dalam Posisi Duduk Diatas Perahu Pasca Banjir di Pulau Sebatik, Camat Pastikan Layanan Penduduk Tak Terganggu Cerita Olivia, Ibu Tujuh Anak di Perbatasan RI – Malaysia yang Menjadi Sasaran Bedah Rumah Oleh Kodim 0911 Nunukan Banjir di Pulau Sebatik Surut, Tinggalkan Kerugian Besar di Sektor Pertanian Hingga Peralatan Elektronik Kantor Desa Ironi Perbatasan Negeri, Orang Sakit Ditandu Ramai Ramai Naik Turun Bukit, Dibawa ke Pustu Butuh Waktu 8 Jam Pemandangan Awal Masuk Sekolah di Pulau Sebatik, Sekolah Kebanjiran, Sejumlah Murid SD Dipanggul Masuk Sekolah

Nunukan

Pasca Banjir di Pulau Sebatik, Camat Pastikan Layanan Penduduk Tak Terganggu

badge-check


					Banjir di areal patok batas negara di Aji Kuning, Pulau Sebatik. Dok.Aris nur. Perbesar

Banjir di areal patok batas negara di Aji Kuning, Pulau Sebatik. Dok.Aris nur.

NUNUKAN, infoSTI – Peristiwa banjir di Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara yang terjadi Senin (13/7/2026), menimbulkan banyak kerugian.

BPBD Nunukan mencatatkan, banjir akibat meluapnya air sungai di Kecamatan Sebatik Barat, Kecamatan Sebatik Tengah, Kecamatan Sebatik Utara dan Kecamatan Sebatik Timur, merendam puluhan hektar sawah masyarakat, dan banyak laporan kerusakan alat elektronik warga yang rusak.

“Total lebih dari 200 rumah, termasuk fasilitas ibadah dan kantor pemerintahan desa terdampak banjir,” ujar Kasubid Penyelamatan BPBD Nunukan, Hasanuddin, saat dikonfirmasi.

BPBD juga mencatat, peralatan elektronik sejumlah kantor desa  terendam banjir dan mengalami kerusakan akibat korsleting listrik.

Camat Sebatik Tengah, Aris Nur mengatakan, untuk wilayah Kecamatan Sebatik Tengah, tiga desa terendam banjir, masing masing, Desa Bukit Harapan, Desa Aji Kuning dan Desa Sei Limau.

Adapun barang elektronik yang rusak, tercatat ada dua unit computer di Desa Aji Kuning.

‘’Jadi di kantor desa ada dua jenis computer, yang pakai CPU dan ada yang langsung include dengan monitor. Yang pakai CPU yang korslet karena terendam banjir. Sesuai laporan, yang rusak cuma di Desa Aji Kuning,’’ tuturnya.

Aris sudah meminta para petugas kantor desa untuk mengalihkan pelayanan di ruang kelambagaan, dan meminta mereka mengetik ulang format SKTM dan surat pengantar agar pelayanan masyarakat tak terganggu.

‘’Untuk CPU yang korslet, kita lakukan perbaikan, kita keringkan dulu semua dengan hair dryer. Tapi semua pelayanan lancar Alhamdulillah,’’ kata dia.

Di daerah Aji Kuning, yang dekat dengan sungai dan berbatasan langsung dengan Malaysia ini, banjir merendam rumah merah putih, salah satu destinasi wisata cukup terkenal di Sebatik.

Awal dibangun dulu, posisi rumah tersebut ada di dua negara. Ruang tamu berada di Indonesia, sementara bagian dapur terletak di wilayah Malaysia.

‘’Sebenarnya sudah ada upaya dan anggaran untuk antisipasi banjir di Aji Kuning. Jalur sungai yang berkelok dibuat lurus. Jadi meskipun masih terjadi banjir, waktu surutnya jauh lebih cepat,’’ kata dia.

‘’Kendalanya, itu akan memerlukan pembebasan banyak lahan kebun sawit warga. Dan saat kita sampaikan, terjadi penolakan,’’ kata Aris.

Di Kecamatan Sebatik Tengah juga ada Embung Lapri yang sedang menjadi sorotan masyarakat akibat proses ganti rugi lahan warga imbas proyek perluasan embung yang tak kunjung terealisasi.

Sekitar 69 hektar lahan masyarakat di areal tersebut selalu terendam saat air tampungan embung meluap, sehingga saat ini Pemda Nunukan sudah meminta ada upaya membuka pintu embung agar air tak merendam lahan masyarakat.

‘’Banjir kali ini menjadi banjir terbesar setelah 2019 lalu. Alhamdulillahnya, air langsung surut dan kita imbau masyarakat selalu waspada, terlebih di musim hujan saat ini,’’ kata Aris.

Facebook Comments Box

Trending di Nunukan