Menu ✖

Mode Gelap
Seluas Tiga Hektar Lahan Sawit di Desa Butas Bagu Pedalaman Nunukan Terbakar di Tengah Malam Nyaris Hangus Terbakar, Kebakaran Gedung LVRI Nunukan Berhasil Dipadamkan   Siapkan Atlet Unggulan, PBFI Nunukan Yakin Mendulang Emas di Porprov Kaltara 2026 Sawah Seluas 3 Hektar Milik Warga Pedalaman Lumbis Terbakar, BPBD Nunukan Imbau Masyarakat Tak Buka Lahan dengan Membakar Tukang Urut di Nunukan Membungkus Rapat Jasad Ibunya Dengan Lapisan Kain, Ditemukan Setelah Sepekan Dalam Kondisi Membusuk Perkuat Sinergitas dan Kebersamaan, Bupati Nunukan Hadiri Acara Kenal Pamit Kapolda Kaltara

Nunukan

Dilaporkan Hilang, Seorang Nelayan Pulau Sebatik Ditemukan Tewas Dalam Posisi Duduk Diatas Perahu

badge-check


					Prajurit Pos AL mengevakuasi nelayan Asis (63) yang dilaporkan hilang di perairan perbatasan RI - Malaysia. Dok.Sugeng. Perbesar

Prajurit Pos AL mengevakuasi nelayan Asis (63) yang dilaporkan hilang di perairan perbatasan RI - Malaysia. Dok.Sugeng.

NUNUKAN, infoSTI – Seorang nelayan ikan Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara, ditemukan tewas di atas perahu kayu, di perairan perbatasan RI – Malaysia, Selasa (14/7/2026) petang.

Nelayan tersebut, sebelumnya dilaporkan hilang, dan dicari Tim SAR gabungan yang terdiri dari prajurit Pos AL Sei Pancang, Sebatik, Satgas Kopaska dan Polairud.

Komandan Pos TNI AL Sei Pancang, Kapten Laut (S) Sugeng Tri Mulyanto mengatakan, nelayan tersebut bernama Asis (63), warga Jalan Bhayangkara, RT 009, Desa Sungai Nyamuk, Sebatik Timur.

‘’Korban ditemukan di perairan perbatasan Indonesia – Malaysia pada Posisi 04 10 38 U – 117 55 56 T, Selasa sore kemarin,’’ ujarnya melalui pesan tertulis, Kamis (16/7/2026).

Sugeng menuturkan, laporan hilangnya Asis, diterima Pos AL Sei Pancang dan Sei Nyamuk Sebatik, sekitar pukul 12.00 wita.

Asis dilaporkan berangkat melaut dengan perahu kayu KM SKPT Sebatik berwarna biru lis putih dengan mesin 15 PK.

Saat laporan diterima, kondisi air laut sedang surut, sehingga SAR belum bisa dilaksanakan karena posisi speed boat ataupun perahu sedang kandas.

‘’Info tersebut diteruskan ke KRI Terapang yang berada di laut untuk memonitor sekitaran perairan sebatik,’’ kata Sugeng.

Ketika air laut pasang sekitar pukul. 16.30 Wita, Prajurit Pos AL Sei Pancang bersama Satgas Kopaska, Polairud, dan masyarakat, mulai melaksanakan SAR pencarian.

Di tengah lautan, Tim SAR akhirnya melihat perahu dengan ciri ciri sebagaimana dilaporkan di posisi 04 10 38 U – 117 55 56 T.

Di atas kapal yang terombang ambing ombak, hanya ada Asis sendirian tanpa respon dan dalam posisi duduk.

‘’Saat ditemukan, Asis sudah meninggal dunia dalam posisi duduk,’’ jelas Sugeng.

Petugas SAR kemudian membawa perahu dan korban ke rumah duka di Desa Sei Nyamuk.

‘’Keluarga tidak mau ada visum dan mengikhlaskan. Kita tidak tahu korban meninggal karena apa, namun info dari keluarga, korban memiliki riwayat hypertensi,’’ kata Sugeng.

Facebook Comments Box

Trending di Nunukan