NUNUKAN, infoSTI – Sepasang suami istri, Kuntakan (53) dan Masundi (52), warga Desa Pulau Keras, Kecamatan Sembakung Atulai, Nunukan, Kalimantan Utara, dilaporkan hanyut terbawa banjir.
Masyarakat sekitar mendapati perahu ketinting milik pasutri tersebut, terbalik diterjang arus sungai Sembakung.
Kasi Penyelamatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan, Hasanuddin mengatakan, peristiwa hilangnya sepasang suami istri tersebut, dilaporkan pada Rabu (15/7/2026).
‘’Pasangan suami istri Bapak Kuntakan dan Ibu Masundi pergi ke kebun Rabu 15 Juli 2026. Lokasi kebun mereka ada di seberang sungai Sembakung,’’ ujar Hasan melalui pesan tertulis, Jumat (17/7/2026).
Sejak itu, tetangga sekitar tak melihat pasangan tersebut, sampai kemudian, Kamis (16/7/2026) sekitar pukul 06.30 wita, warga menemukan perahu yang dikenali milik Bapak Kuntakan terbalik, di tengah sungai.
‘’Temuan tersebut dilaporkan ke kami,’’ lanjut Hasan.
Berdasarkan informasi dan laporan tersebut, BPBD membentuk bersama tim gabungan untuk melakukan upaya pencarian terhadap kedua korban.
Mereka menyisir sepanjang aliran sungai Sembakung. Sampai kemudian tim pencari berhasil menemukan kedua korban dalam kondisi tewas.
Korban yang pertama ditemukan, adalah Masundi. Ia ditemukan di wilayah Desa Sebuluan, dengan jarak sekitar 25 km ke arah hilir dari titik awal diduga lokasi jatuhnya korban, Kamis (16/7/2026).
Adapun korban Kuntakan, baru ditemukan Jumat (17/7/2026), sekitar pukul 09.00 wita, dengan jarak cukup jauh dari lokasi kejadian.
‘’Operasi pencarian kami tutup hari ini. Kami mohon masyarakat selalu berhati hati karena arus sungai Sembakung cukup deras,’’ kata Hasan.











