TARAKAN, infoSTI – Kepala BMKG Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Muhammad Sulam Hilmi, memastikan gempa tektonik magnitudo 4,8 yang terjadi Rabu (5/11/2025) petang di Tarakan, tidak berpotensi tsunami dan tidak ada gempa susulan.
“Berkaitan dengan gempa M4,8 di Tarakan, kami ingin tegaskan gempa tidak berpotensi tsunami. Kedua, berkaitan dengan gempa susulan sampai saat ini BMKG belum memonitor adanya gempa susulan,” ujarnya melalui keterangan video.
Hilmi menegaskan, secara teori maupun karakter gempa, kekuatan gempa susulan biasanya lebih kecil dari gempa pertama.
“Dan sampai saat ini, belum ada tekhnologi yang bisa memprediksi kapan gempa akan terjadi,” lanjutnya.
Hilmi mengimbau masyarakat Tarakan yang keluar dari rumah saat terjadi gempa, untuk kembali masuk rumah.
Alasannya, sudah satu jam pasca kejadian, tidak terjadi gempa susulan, dan BMKG juga tidak memprediksi adanya gempa susulan.
“Kepada masyarakat dipersilahkan untuk memasuki rumah kembali. Kepada rumah sakit – rumah sakit yang mengevakuasi pasiennya, sekarang diperbolehkan untuk masuk kembali ke ruang perawatan,” kata Hilmi.
Gempa bumi tektonik mengguncang Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Rabu (5/11/2025) sekitar pukul 18.37 wita.
Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki parameter dengan magnitudo 4.8.
Episenter gempabumi terletak pada koordinat 3.33° LU dan 117.82° BT, atau tepatnya berlokasi di laut, pada jarak 24 km Tenggara Tarakan, Kaltara, pada kedalaman 10 km.
‘’Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi kedalaman dangkal akibat aktivitas sesar Tarakan,’’ demikian laporan BMKG.
Berdasarkan laporan masyarakat, gempa bumi ini dirasakan di Kota Tarakan dengan intensitas IV-V MMI (Modified Mercalli Intensity), Tanjung Selor, Berau, Nunukan, dengan intensitas III-IV MMI, Malinau dengan intensitas III MMI.
Getaran gempa dirasakan oleh hampir semua penduduk. Banyak orang langsung terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang, dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng juga berbunyi.
Sejumlah video imbas gempa langsung meramaikan media sosial.
Diantaranya, kerusakan di lantai 2 super market Ramayana Kota Tarakan, ambruknya plafon di ruang tunggu lantai 2 Bandara Juwata Kota Tarakan.
Robohnya sebuah rumah di Mamburungan Kota Tarakan, banyaknya masyarakat yang lari berhamburan dari sejumlah pusat perbelanjaan di Tarakan.
Juga video kepanikan Nakes RS Jusuf SK Tarakan yang membawa keluar para pasien dari ruang perawatan.












