Menu

Mode Gelap
Cerita Perjalanan Warga Krayan, Dua Hari Berkendara Menembus Jalanan Lumpur Menuntut Akses Layak ke DPRD Kaltara 40 Jamaah Umroh Nunukan Menginap di Kawasan Markaziyah, An Nur Jamin Kenyamanan dan Kemudahan Ibadah Perkuat Semangat Bela Negara, 80 Kader PKS Nunukan Ikuti KEMBARA di Perbatasan RI – Malaysia Perahu Terbalik Saat Menyeberang Sungai, Pasangan Suami Istri di Nunukan Ditemukan Tewas Tenggelam Banyak Atap Bangunan Beterbangan Saat Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Melanda Dataran Tinggi Krayan Dilaporkan Hilang, Seorang Nelayan Pulau Sebatik Ditemukan Tewas Dalam Posisi Duduk Diatas Perahu

Kaltara

BMKG Tarakan Pastikan Tak Ada Gempa Susulan, Masyarakat dan Pasien Rumah Sakit Diimbau Kembali Masuk Gedung

badge-check


					Para pasien dan Nakes RS Jusuf SK Tarakan berhamburan keluar gedung saat gempa tektonik terjadi magnitudo 4,8, Rabu (5/11/2025) petang. Perbesar

Para pasien dan Nakes RS Jusuf SK Tarakan berhamburan keluar gedung saat gempa tektonik terjadi magnitudo 4,8, Rabu (5/11/2025) petang.

TARAKAN, infoSTI – Kepala BMKG Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Muhammad Sulam Hilmi, memastikan gempa tektonik magnitudo 4,8 yang terjadi Rabu (5/11/2025) petang di Tarakan, tidak berpotensi tsunami dan tidak ada gempa susulan.

“Berkaitan dengan gempa M4,8 di Tarakan, kami ingin tegaskan gempa tidak berpotensi tsunami. Kedua, berkaitan dengan gempa susulan sampai saat ini BMKG belum memonitor adanya gempa susulan,” ujarnya melalui keterangan video.

Hilmi menegaskan, secara teori maupun karakter gempa, kekuatan gempa susulan biasanya lebih kecil dari gempa pertama.

“Dan sampai saat ini, belum ada tekhnologi yang bisa memprediksi kapan gempa akan terjadi,” lanjutnya.

Hilmi mengimbau masyarakat Tarakan yang keluar dari rumah saat terjadi gempa, untuk kembali masuk rumah.

Alasannya, sudah satu jam pasca kejadian, tidak terjadi gempa susulan, dan BMKG juga tidak memprediksi adanya gempa susulan.

“Kepada masyarakat dipersilahkan untuk memasuki rumah kembali. Kepada rumah sakit – rumah sakit yang mengevakuasi pasiennya, sekarang diperbolehkan untuk masuk kembali ke ruang perawatan,” kata Hilmi.

Gempa bumi tektonik mengguncang Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Rabu (5/11/2025) sekitar pukul 18.37 wita.

Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki parameter dengan magnitudo 4.8.

Episenter gempabumi terletak pada koordinat 3.33° LU dan 117.82° BT, atau tepatnya berlokasi di laut, pada jarak 24 km Tenggara Tarakan, Kaltara, pada kedalaman 10 km.

‘’Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi kedalaman dangkal akibat aktivitas sesar Tarakan,’’ demikian laporan BMKG.

Berdasarkan laporan masyarakat, gempa bumi ini dirasakan di Kota Tarakan dengan intensitas IV-V MMI (Modified Mercalli Intensity), Tanjung Selor, Berau, Nunukan, dengan intensitas III-IV MMI, Malinau dengan intensitas III MMI.

Getaran gempa dirasakan oleh hampir semua penduduk. Banyak orang langsung terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang, dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng juga berbunyi.

Sejumlah video imbas gempa langsung meramaikan media sosial.

Diantaranya, kerusakan di lantai 2 super market Ramayana Kota Tarakan, ambruknya plafon di ruang tunggu lantai 2 Bandara Juwata Kota Tarakan.

Robohnya sebuah rumah di Mamburungan Kota Tarakan, banyaknya masyarakat yang lari berhamburan dari sejumlah pusat perbelanjaan di Tarakan.

Juga video kepanikan Nakes RS Jusuf SK Tarakan yang membawa keluar para pasien dari ruang perawatan.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara