TANJUNG SELOR, infoSTI – Sebanyak 123 Desa di pelosok pedalaman Kalimantan Utara, belum teraliri listrik.
Hal tersebut, diungkapkan Wakil Gubernur Kaltara, Ingkong Ala, saat melakukan kunjungan ke Kementerian ESDM untuk Rapat Koordinasi dan Dukungan Fasilitasi Kendala Pelaksanaan Program Listrik Desa (Lisdes) Tahun 2026 di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Ia mengatakan, kondisi geografis yang ekstrem dan jarak pemukiman yang terisolasi dari jaringan interkoneksi utama, menjadi faktor penghambat layanan listrik dimaksud.
“Jauhnya jarak pemukiman warga dari jaringan listrik eksisting serta belum tersedianya akses jalan darat yang memadai, menjadi kendala utama di lapangan,’’ ujar Ingkong Ala melalui pesan tertulis Biro Adpim Kaltara, Minggu (31/5/2026).
Sesuai catatan Dinas ESDM Kaltara, sekitar 80 persen akses mobilisasi menuju desa-desa terpencil tersebut, harus bergantung pada jalur transportasi sungai yang memiliki risiko keselamatan tinggi dan biaya logistik yang mahal.
‘’Namun, hal ini tidak menyurutkan komitmen kami untuk menghadirkan keadilan energi bagi masyarakat perbatasan,” tegas Ingkong Ala.
Pemprov Kaltara, lanjutnya, terus memperkuat komitmen kolaboratif bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) guna mempercepat pemenuhan layanan energi dasar di wilayah beranda negara.
Berdasarkan data performa infrastruktur teranyar pada triwulan I tahun 2026, rasio elektrifikasi di Provinsi Kaltara, telah menyentuh angka 96,96 persen, dengan rasio desa berlistrik, sebesar 87,55 persen.
Meski grafik makro menunjukkan tren positif, penyediaan akses energi di unit administrasi terkecil masih menyisakan tantangan.
Ingkong menegaskan, Pemprov Kaltara terus berupaya menyelesaikan segala kendala teknis di tingkat tapak.
Langkah strategis yang disiapkan, meliputi percepatan dan prioritas proses perizinan pembangunan ketenagalistrikan.
‘’Pemprov Kaltara berkomitmen memfasilitasi penyediaan lahan yang aman dan dekat pemukiman perdesaan untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal,’’ kata Ingkong.











