Menu

Mode Gelap
Harga TBS Kelapa Sawit Kaltara Ditetapkan Rp 3.362.Kg, Bupati Nunukan Warning Pabrik Patuhi Harga yang Disepakati Kejari Nunukan Musnahkan Barang Bukti Pidana Umum Periode Februari – April 2026 Prihatin Nasib Anak Sekolah di Tapal Batas, Pemda Nunukan dan TNI Gotong Royong Bangun Jembatan Darurat Harga Sembako di Perbatasan RI – Malaysia Alami Kenaikan Imbas Melemahnya Nilai Tukar Rupiah Inflasi Tahunan Nunukan Sebesar 2,03 Persen, Kelompok Perawatan Pribadi Mencatatkan Kenaikan Tertinggi Cerita Murid Sekolah Tapal Batas, Nekat Seberangi Sungai Banjir Demi Ujian Semester, Nikmati MBG di Pinggir Kali Karena Jembatan Ambruk

Advertorial

DPRD Kaltara Mendukung Penuh Deklarasi Gubernur dan Pimpinan Perusahaan Sebagai Kolaborasi Membangun Daerah

badge-check


					Silaturahmi dan Deklarasi Gubernur Kalimantan Utara bersama para Pimpinan Perusahaan dalam rangka penguatan kolaborasi pembangunan daerah melalui pemanfaatan Corporate Social Responsibility (CSR), di Hotel Lumire jakarta, Senin (20/4/2026). Dok.DPRD Kaltara. Perbesar

Silaturahmi dan Deklarasi Gubernur Kalimantan Utara bersama para Pimpinan Perusahaan dalam rangka penguatan kolaborasi pembangunan daerah melalui pemanfaatan Corporate Social Responsibility (CSR), di Hotel Lumire jakarta, Senin (20/4/2026). Dok.DPRD Kaltara.

JAKARTA, infoSTI – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Utara, H. Achmad Djufrie, menghadiri agenda Silaturahmi dan Deklarasi Gubernur Kalimantan Utara bersama para Pimpinan Perusahaan dalam rangka penguatan kolaborasi pembangunan daerah melalui pemanfaatan Corporate Social Responsibility (CSR), di Hotel Lumire jakarta, Senin (20/4/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya percepatan pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kaltara Tahun 2025–2029.

Achmad Djufrie menyampaikan dukungannya terhadap langkah strategis pemerintah daerah dalam membangun sinergi dengan sektor swasta.

Menurutnya, kolaborasi melalui program CSR menjadi salah satu instrumen penting untuk mendorong pembangunan yang berkelanjutan, terutama di wilayah perbatasan dan daerah terpencil di Kalimantan Utara.

Ia menjelaskan, CSR (Corporate Social Responsibility) dan pembangunan daerah berkolaborasi menciptakan dampak positif melalui penyelarasan program perusahaan dengan prioritas pemerintah lokal.

CSR bertindak sebagai sumber pendanaan alternatif untuk infrastruktur, pengentasan stunting, dan kesehatan, sehingga mengurangi kesenjangan pendanaan APBD.

Sinergi melalui forum CSR dan aturan daerah, memastikan bantuan tepat sasaran

“DPRD tentu menyambut baik inisiatif ini. Sinergi antara pemerintah dan dunia usaha perlu terus diperkuat, agar program pembangunan dapat berjalan lebih optimal dan tepat sasaran,” ujarnya.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial