Menu

Mode Gelap
Biaya Kirim Jauh Lebih Mahal Ketimbang Nilai Bantuan Logistik, BNPB Ditawari Pergeseran Barang Dengan Kerbau   Jerit Tangis Ibu Atlet Panjat Tebing Nunukan Mendengar Vonis Ringan Terhadap Supir Pikap yang Menewaskan Anaknya Seorang IRT di Nunukan Ditangkap Polisi Karena Berusaha Membakar Tetangga, Pelaku Ternyata ODGJ Cerita Perjalanan Warga Krayan, Dua Hari Berkendara Menembus Jalanan Lumpur Menuntut Akses Layak ke DPRD Kaltara 40 Jamaah Umroh Nunukan Menginap di Kawasan Markaziyah, An Nur Jamin Kenyamanan dan Kemudahan Ibadah Perkuat Semangat Bela Negara, 80 Kader PKS Nunukan Ikuti KEMBARA di Perbatasan RI – Malaysia

Nunukan

Biaya Kirim Jauh Lebih Mahal Ketimbang Nilai Bantuan Logistik, BNPB Ditawari Pergeseran Barang Dengan Kerbau  

badge-check


					Pesawat MAF yang mengangkut logistik bantuan BNPB untuk warga Krayan. Perbesar

Pesawat MAF yang mengangkut logistik bantuan BNPB untuk warga Krayan.

NUNUKAN, infoSTI– Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengalokasikan bantuan Sembako untuk masyarakat perbatasan RI – Malaysia di dataran tinggi Krayan, Nunukan, Kalimantan Utara, Jumat (24/7/2026).

Bantuan berupa paket pangan tersebut, dikirimkan menggunakan pesawat terbang perintis MAF, dari Bandara Nunukan, menuju Bandara Long Bawan, Krayan Selatan.

Tenaga ahli BNPB Kolonel (Purn) Agus Marsanto mengatakan, bantuan ke Krayan, dialokasikan melalui pesawat terbang, karena satu satunya transportasi menuju Krayan dari Kota Kabupaten Nunukan hanya transportasi udara.

‘’Alokasi bantuan yang kita berikan sekitar empat ton, atau senilai Rp 200 juta. Jangan lihat nilainya, tapi ini wujud negara hadir untuk rakyatnya,’’ ujarnya, saat memantau pengiriman bantuan untuk masyarakat Krayan Selatan di Bandara Nunukan.

Agus menjelaskan, bencana Krayan, dilaporkan Pemprov Kaltara setelah Pemkab Nunukan memaparkan kejadian bencana hydrometeorologi yang memutus akses jalan di wilayah Krayan Selatan.

Bencana yang terjadi sejak Januari 2026 ini, mengalami dampak parah yang membuat akses jalan di Krayan sama sekali terputus, tak bisa dilewati.

Puncaknya terjadi longsor di sejumlah titik di Krayan Selatan, pada Selasa (7/7/2026) yang akhirnya memutus total akses jalan utama di Krayan.

Jalan dengan lumpur dalam yang menenggelamkan mobil gardan ganda tersebut, berimbas pada kelangkaan pasokan pangan dan kebutuhan pokok lainnya.

‘’Krisis tersebut menjadi perhatian kami di BNPB dan Kemendagri. Kendalanya adalah di pengiriman bantuan. Biaya kirimnya jauh mahal dengan nilai bantuan itu sendiri,’’ ujarnya lagi.

Untuk diketahui, dalam sekali penerbangan, pesawat MAF yang dicarter untuk misi kemanusiaan ini, hanya mampu membawa 600 Kg barang.

Sementara biaya satu kali flight dari Bandara Nunukan ke Bandara Long Bawan, membutuhkan biaya sekitar Rp 90 juta.

‘’Jadi bantuannya tak bisa sekali kirim. Ada beberapa kali penerbangan nanti. Itu belum lagi biaya untuk mengirimkan bantuan ke rumah rumah penduduk terdampak,’’ tuturnya.

‘’Saking sulitnya menembus jalan disana, saya sempat ditawari agar pengiriman bantuan dilansir menggunakan kerbau dari bandara,’’ lanjutnya.

BNPB belum memberikan jawaban untuk tawaran alternative menggunakan kerbau tersebut. Mereka akan berusaha melakukan monitoring dan pemetaan, untuk selanjutnya melaporkan seberapa parah kondisi Krayan ke pemerintah pusat, dan apa yang harus dilakukan untuk menanggulangi kondisi dimaksud.

Wakil Bupati Nunukan, Hermanus mengatakan, sulitnya mendapat carter pesawat untuk ‘ekstra flight’ demi menyalurkan bantuan ke Krayan menjadi permasalahan tersendiri.

Selain itu, kondisi cuaca ekstreme yang belakangan terjadi, menambah panjang kendala pengiriman bantuan.

Sejauh ini, Pemkab Nunukan masih mengutamakan bantuan sosial dari BNPB, sembari melakukan komunikasi intens dengan BMKG, sekaligus terus bernegosiasi untuk waktu kesanggupan penerbangan sejumlah maskapai, salah satunya pesawat MAF.

‘’Yang komersil sudah terjadwal dan sangat padat, sehingga kita masih kesulitan mendapat kepastian kapan bisa mengakomodir penerbangan ekstra untuk bantuan bagi warga Krayan. Kita terus upayakan,’’ kata Hermanus.

Hermanus menegaskan, pasca bencana hydrometeorology yang berimbas pada tertutupnya akses jalan di Krayan Selatan, Pemkab Nunukan melalui BPBD telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari.

Sejumlah persoalan menjadi catatan, dimana akses jalan yang tertutup merupakan jalan Lingkar yang menjadi domain Pemprov Kaltara.

‘’Jadi untuk penanganan Krayan, itu bukan hanya Pemkab Nunukan. Disana ada domain Provinsi bahkan nasional. Untuk itu, kita lakukan harmonisasi dan sinkronisasi. Kita usahakan selesaikan masalah Krayan bersama sama,’’ tegasnya.

Facebook Comments Box

Trending di Nunukan