NUNUKAN, infoSTI – Pemukulan gong oleh Bupati Nunukan, Irwan Sabri, menandai dimulainya Musrenbang RKPD 2026 yang merupakan langkah awal penyusunan arah pembangunan Kabupaten Nunukan tahun 2027.
Rapat yang digelar Senin (30/3/2026) di Lantai V Kantor Bupati Nunukan ini, mengambil tema ‘Pemerataan Infrastruktur Layanan Dasar dan Infrastruktur Ekonomi untuk Menunjang Percepatan Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif’.
Yang merupakan bagian dari pelaksanaan tahun ketiga RPJMD 2025–2029.
Pemkab Nunukan, menetapkan 6 fokus pembangunan, dalam rangka memastikan substansi tema dimaksud.
Masing masing,
- Peningkatan kualitas infrastruktur dasar
- Pembangunan infrastruktur ekonomi strategis.
- Penguatan lingkungan hidup dan ketahanan bencana
- Optimalisasi tata kelola pemerintahan.
- Peningkatan perlindungan sosial dan budaya
- Penguatan daya saing generasi muda.
‘’Hasil Musrenbang tingkat desa hingga kecamatan, tercatat sebanyak 3.824 usulan yang masuk dalam Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD). Dari jumlah tersebut, 661 usulan dibahas pada Musrenbang kewilayahan serta 1.803 usulan merupakan pokok-pokok pikiran DPRD,’’ urai Irwan Sabri.
Kendati demikian, Irwan mengakui tidak semua usulan dapat diakomodasi dalam APBD Tahun 2027 karena keterbatasan anggaran.
Oleh karena itu, perangkat daerah diminta memprioritaskan program yang sesuai dengan tema pembangunan serta mencari alternatif pembiayaan dari pemerintah pusat maupun provinsi.
“Usulan yang belum dapat dibiayai APBD diharapkan dapat diusulkan melalui sumber pendanaan lain, agar pembangunan di Nunukan tetap berjalan optimal,” ujarnya lagi.
Irwan juga mengingatkan pentingnya kesiapan daerah dalam menghadapi dinamika global, termasuk dampak konflik internasional yang dapat mempengaruhi kondisi ekonomi.
‘’Dibutuhkan sikap adaptif, agar kebijakan pembangunan tetap memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,’’ tegasnya.
Ia menambahkan, Musrenbang merupakan tahapan penting dalam proses perencanaan pembangunan daerah sebagaimana diamanatkan dalam regulasi nasional.
Forum ini juga menjadi wadah sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten dalam menentukan prioritas pembangunan.
“Melalui Musrenbang, kita memastikan bahwa perencanaan pembangunan daerah selaras dengan visi misi, terutama 17 arah perubahan yang menjadi program prioritas kepala daerah, prioritas nasional, provinsi, serta kebutuhan masyarakat,” kata Irwan Sabri.











