Menu

Mode Gelap
Harga Rumput Laut di Nunukan Naik Menjadi Rp 17.000 Per Kg, Kadar Kekeringan dan Limbah Botol Bekas Jadi Catatan Marak Pencurian Kabel Listrik di Nunukan, Rumah Warga Hingga Penampungan Sementara Bagi eks TKI Jadi Sasaran Berkas Dugaan Korupsi Koperasi PNS di Nunukan Tak Kunjung P19, Dua Tersangka Dikeluarkan dari Tahanan Lantik Tiga Pejabat, Bupati Nunukan Tekankan Integritas dan Profesionalisme ASN Sekelompok Mahasiswa Nunukan Gelar Aksi Damai di Kejari Nunukan, Tuntut Transparansi Penyidikan Tiga Kasus Dugaan Korupsi Curi Sound Sistem Masjid, Seorang Nelayan di Pulau Sebatik Ditembak Polisi Saat Mencoba Kabur

Kaltara

Banjir Kiriman Malaysia Rendam 5 Desa di Pedalaman Nunukan, Sebanyak 149 Rumah Terendam

badge-check


					Petugas BPBD bersama aparat keamanan mengingatkan masyarakat tetap waspada banjir. Debit air sungai Sembakung belum menunjukkan adanya penurunan air. Dok.BPBD Nunukan. Perbesar

Petugas BPBD bersama aparat keamanan mengingatkan masyarakat tetap waspada banjir. Debit air sungai Sembakung belum menunjukkan adanya penurunan air. Dok.BPBD Nunukan.

NUNUKAN, infoSTI – Banjir rutin tahunan di Pedalaman Sembakung, Nunukan, Kalimantan Utara, tak kunjung surut sejak Senin (23/2/2026).

Data BPBD Nunukan mencatat, dari pantauan tiang ukur kedalaman sungai terakhir, air Sungai Sembakung berada pada ketinggian 4,35 meter dari kondisi normal 3 meter.

‘’Ada kenaikan debit air sebanyak 11 cm dari pantauan sebelumnya 4,24 meter,’’ ujar Camat Sembakung, Agus Arif Darmawan, melalui pesan tertulis, Sabtu (28/2/2026).

Terdapat 5 desa di Kecamatan Sembakung yang terdampak banjir paling parah, masing masing,

  1. Desa Atap
  2. Desa Tagul
  3. Desa Manuk Bungkul
  4. Desa Lubakan
  5. Desa Tujung (sebagian wilayah/relokasi mandiri)

Ada sekitar 1.523 KK dan 4.823 jiwa pada 5 desa tersebut.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.025 rumah yang dihuni 1.434 KK dengan 4.447 jiwa terdampak banjir.

‘’Dan sebanyak 149 rumah terendam,’’ urai Agus.

Sejumlah fasilitas umum juga terendam, antara lain,

  1. Pos Damkar Sembakung
  2. BPU Sembakung
  3. Gor Sembakung
  4. SDN 1 Sembakung
  5. SDN 2 Sembakung
  6. SDN 4 Tembelunu
  7. SMAN 1 Sembakung (2 Lokal kelas)
  8. Kantor PLN ULD Atap.
  9. UPT DISDIK Sembakung
  10. KUA Sembakung
  11. Koramil Sembakung
  12. SMPN 1 Sembakung (2 Ruang Kelas)
  13. Kantor Pertanian sembakung
  14. Pustu Tembelunu
  15. Posyandu Belibis Atap
  16. Posyandu Garuda Atap
  17. Masjid Jami alhidayah Atap
  18. SDN 006 sembakung
  19. Pos Dishub Sembakung
  20. Rumah warga

Kendati demikian, ada 5 Desa yang tak terdampak banjir, masing masing,

  1. Desa Tepian
  2. Desa Plaju
  3. Desa Pagar
  4. Desa Butas Bagu
  5. Desa Labuk

Pemerintah Kecamatan Sembakug, bersama Tim Gabungan dari Polsek sembakung, Koramil Sembakung ,BPBD Pos Sembakung serta unsur lainnya, intens melakukan pemantauan yang difokuskan pada Desa Atap dan sekitarnya yang merupakan wilayah terdampak paling parah.

‘’Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan banjir masih berlangsung dan berdampak pada terganggunya sebagian aktivitas masyarakat. Warga diminta tetap siaga terhadap potensi kenaikan air,’’ kata Agus.

Untuk diketahui, banjir di wilayah perbatasan Malaysia ini berasal dari aliran Sungai Talangkai (Sepulut, Sabah) yang mengalir ke Sungai Pampangon, kemudian berlanjut ke Sungai Lagongon dan Sungai Pagalungan.

Aliran tersebut masuk ke wilayah Indonesia melalui Sungai Labang, Sungai Pensiangan, dan Sungai Sembakung di perbatasan RI–Malaysia, Kabupaten Nunukan. Banjir kiriman ini menjadi kejadian rutin tahunan.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara