Menu

Mode Gelap
Bupati Nunukan Keluarkan Surat Edaran Siaga Bencana Untuk Periode Mudik Lebaran Diminta Jualkan Motor, Seorang Residivis di Nunukan Malah Tilep Uang Nenek 61 Tahun Gaduh Narasi Wakil Bupati Nunukan Pecah Kongsi dan Mengamuk di Kantor Pemda, Begini Penjelasan Bupati Nunukan Muhammad Khoiruddin Resmi Nakhodai PERPANI Nunukan Periode 2026 – 2030 Nyaris Kolap Karena BLUD Dikorupsi, RSUD Nunukan Masih Miliki Utang Rp 16 Miliar Anggota DPRD Kaltara Temui Pertamina Tarakan, Pastikan Suplay BBM Untuk Perbatasan RI – Malaysia Lancar Jelang Idul Fitri 1447 H

Advertorial

Pemprov Kaltara Mendorong Program CSR Fokus Pada Upaya Menghidupkan Potensi Ekonomi Lokal

badge-check


					Program Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan di sektor pertambangan dan energi di Kalimantan Utara (Kaltara), didorong untuk lebih fokus pada pemberdayaan masyarakat dan penggerak ekonomi lokal. Dok.ESDM Kaltara. Perbesar

Program Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan di sektor pertambangan dan energi di Kalimantan Utara (Kaltara), didorong untuk lebih fokus pada pemberdayaan masyarakat dan penggerak ekonomi lokal. Dok.ESDM Kaltara.

TANJUNG SELOR, infoSTI – Program Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan di sektor pertambangan dan energi di Kalimantan Utara (Kaltara), didorong untuk lebih fokus pada pemberdayaan masyarakat dan penggerak ekonomi lokal.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltara Yosua Batara Payangan mengatakan, hal ini sejalan dengan harapan Gubernur Kaltara agar program CSR betul-betul dinikmati masyarakat dan menggerakkan roda perekonomian mereka.

“Pemerintah Provinsi Kaltara menggelar inisiatif ‘Energi untuk Negeri’ , kita mengajak perusahaan-perusahaan agar lebih maksimal dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat,” ujarnya, Kamis (4/12/2025).

Ia mencontohkan, di Desa Linusaung yang terletak di perbatasan RI – Malaysia, perusahaan membantu masyarakat dengan menyediakan peralatan mesin jahit.

“Diketahui, sebanyak empat mesin jahit disalurkan untuk kegiatan produktif,” ujarnya lagi.

Selain itu, untuk memastikan kegiatan produksi berjalan lancar, perusahaan juga menyediakan pembangkit listrik bertenaga surya yang disesuaikan dengan potensi energi terbarukan di desa tersebut.

“Dengan dukungan peralatan ini, masyarakat desa kini mampu memproduksi tas kombinasi kulit dan rotan,” tuturnya.

Yosua menilai hasil produksi ini secara langsung meningkatkan ekonomi masyarakat di desa perbatasan.

“Melalui sinergi antara pemerintah dan sektor swasta, Kaltara berhasil mengintegrasikan pembangunan ekonomi di daerah terpencil dengan prinsip keberlanjutan energi hijau,” katanya.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial