Menu

Mode Gelap
Biaya Kirim Jauh Lebih Mahal Ketimbang Nilai Bantuan Logistik, BNPB Ditawari Pergeseran Barang Dengan Kerbau   Jerit Tangis Ibu Atlet Panjat Tebing Nunukan Mendengar Vonis Ringan Terhadap Supir Pikap yang Menewaskan Anaknya Seorang IRT di Nunukan Ditangkap Polisi Karena Berusaha Membakar Tetangga, Pelaku Ternyata ODGJ Cerita Perjalanan Warga Krayan, Dua Hari Berkendara Menembus Jalanan Lumpur Menuntut Akses Layak ke DPRD Kaltara 40 Jamaah Umroh Nunukan Menginap di Kawasan Markaziyah, An Nur Jamin Kenyamanan dan Kemudahan Ibadah Perkuat Semangat Bela Negara, 80 Kader PKS Nunukan Ikuti KEMBARA di Perbatasan RI – Malaysia

Advertorial

Kunker ke Kaltara, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Tegaskan Industri Hilirisasi Menjadi Peluang Besar Untuk Memperkuat Ekonomi Daerah

badge-check


					Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Utara, Minggu (30/11/2025). Dok.ESDM Kaltara. Perbesar

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Utara, Minggu (30/11/2025). Dok.ESDM Kaltara.

TANJUNG SELOR, infoSTI – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Utara, Minggu (30/11/2025).

Kunjungan ini menjadi salah satu rangkaian perjalanannya, setelah sebelumnya berada di Jawa Timur dan Kalimantan Tengah.

Kedatangannya kali ini bertepatan dengan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar yang digelar di Bulungan.

Namun di luar agenda politik tersebut, Bahlil juga menyoroti pentingnya peran Kaltara dalam peta hilirisasi nasional.

Dalam keterangannya, Bahlil menegaskan, Kaltara memiliki posisi strategis sebagai pusat hilirisasi, yakni kawasan industri yang ditunjuk untuk mengolah bahan mentah menjadi produk bernilai tambah tinggi.

Menurutnya, potensi ini menjadikan Kaltara sebagai salah satu titik penting dalam pembangunan ekonomi berbasis industri berkelanjutan.

“Kaltara ini punya keunggulan. Ada Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) dan PLTA besar yang sedang dibangun. Sebagai Ketua Satgas Hilirisasi, saya pastikan Kaltara masuk masterplan hilirisasi nasional yang mengutamakan green energy,” ujar Bahlil.

Ia menyebut, produk hilirisasi berbasis energi hijau, memiliki nilai ekonomi jauh lebih tinggi dibanding industri yang menggunakan energi fosil.

Karena itulah, Kaltara dinilai sangat layak menjadi pusat hilirisasi, terlebih posisi geografisnya yang menghubungkan Sulawesi dan Kalimantan, serta memiliki sumber bahan baku yang melimpah.

Bahlil juga menyinggung kondisi keuangan daerah saat ini, di mana sejumlah daerah mengalami penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Dalam situasi tersebut, pembangunan industri hilirisasi menjadi peluang besar untuk memperkuat ekonomi daerah.

“Saat APBD turun, hilirisasi bisa menjadi penopang. Melalui investasi, pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan konsumsi, dampaknya akan terasa hingga ke pajak daerah,” urainya.

Ia menambahkan, kehadiran industri besar di Kaltara, akan membawa multiplier effect bagi lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, hingga percepatan pembangunan.

Dengan dukungan infrastruktur energi hijau seperti PLTA dan rencana besar pengembangan industri di KIHI, Bahlil yakin Kaltara akan berkembang pesat dalam beberapa tahun ke depan.

“Saya yakin Kaltara akan lebih maju,” tegasnya.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial