Menu

Mode Gelap
Gaduh Narasi Wakil Bupati Nunukan Pecah Kongsi dan Mengamuk di Kantor Pemda, Begini Penjelasan Bupati Nunukan Muhammad Khoiruddin Resmi Nakhodai PERPANI Nunukan Periode 2026 – 2030 Nyaris Kolap Karena BLUD Dikorupsi, RSUD Nunukan Masih Miliki Utang Rp 16 Miliar Anggota DPRD Kaltara Temui Pertamina Tarakan, Pastikan Suplay BBM Untuk Perbatasan RI – Malaysia Lancar Jelang Idul Fitri 1447 H Hendak Kirim Paket Hemat Narkoba ke Nunukan, Pria Ini Digerebek Polisi di Dermaga Speed Boat Sebatik Pengawasan Internal, Para Perwira Polres Nunukan Lakukan Tes Urine

Advertorial

Bertemu KND dan Komisi 7 DPR RI, NPCI Kaltara Sampaikan Mimpi dan Harapan Atlet Disabilitas

badge-check


					Diskusi ringan NPCI Kaltara bersama KND RI dan Anggota Komisi 7 DPR RI yang difasilitasi Yayasan Faqih Hasan Center, di angkringan Kota Tanjung Selor. Dok.NPCI Kaltara. Perbesar

Diskusi ringan NPCI Kaltara bersama KND RI dan Anggota Komisi 7 DPR RI yang difasilitasi Yayasan Faqih Hasan Center, di angkringan Kota Tanjung Selor. Dok.NPCI Kaltara.

TANJUNG SELOR, infoSTI – Ketua National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Kaltara, Slamet Yahya bertemu dengan Komisi Nasional Disabilitas (KND) RI, Ibu Dante dan Anggota Komisi 7 DPR RI, Hj. Rahmawati Zainal yang juga Ibu Gubernur Kaltara, berdiskusi terkait semua hal menyangkut atlet disabilitas Kaltara.

Meski sederhana dan dilakukan di angkringan Kota Tanjung Selor, momen diskusi yang difasilitasi Yayasan Faqih Hasan Center ini, turut membahas suara Organisasi Penyandang Disabilitas (OPDIS) Daerah, untuk didengar langsung perumus kebijakan.

Mewakili seluruh pengurus dan atlet, Slamet Yahya mengucapkan terima kasih atas dukungan pemerintah selama ini.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan yang telah diberikan pemerintah daerah selama ini. Ini adalah energi kami untuk mencetak atlet-atlet terbaik,’’ ujarnya.

Diskusi berlanjut pada sesi perwakilan OPDIS menyampaikan tantangan nyata di lapangan.

Isu minimnya fasilitas latihan yang standar, aksesibilitas di fasilitas umum, hingga kebutuhan mendesak peralatan khusus atlet, masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.

Menanggapi isu tersebut, Ibu Dante dari KND RI yang mewakili Disabilitas Rungu & Disleksia, berjanji untuk membantu dalam proses advokasi.

“KND RI siap menjadi jembatan advokasi. Kami melihat potensi luar biasa di Kaltara. Kami akan memastikan hak-hak dasar seperti fasilitas olahraga yang layak terpenuhi,’’ ujarnya.

Diskusi berakhir dengan kesepakatan positif yang menetapkan langkah-langkah tindak lanjut.

Pemprov Kaltara, melalui Ibu Gubernur mengatakan, pertemuan ini tak sebatas diskusi, namun sebuah penegasan komitmen.

Pemprov Kaltara bertekad untuk komitmen menciptakan lingkungan Kaltara yang lebih inklusif dan ramah disabilitas.

Slamet Yahya juga optimis, sinergi yang terjalin ini akan segera menghasilkan medali emas di ajang Paralimpiade Nasional.

Atlet dan penyandang disabilitas Kaltara, kini merasa lebih didukung oleh struktur negara.

Mereka siap mengukir prestasi, berbekal dukungan kuat dari pusat dan daerah.

“Dengan sinergi yang kuat antara OPDIS, pemerintah daerah, dan KND, kami yakin Kaltara akan menjadi salah satu provinsi terdepan dalam penghormatan dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas,’’ kata dia.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial