Menu

Mode Gelap
Bupati Nunukan Pastikan Prioritas Pembangunan Jalan Krayan, Dibangun Dengan Skema Multiyears Untuk Periode 2027–2029 Operasi Narkoba di Sebatik Barat, Polisi Amankan 4 Pemain Sabu Sabu, Sita 33 Paket Hemat Siap Edar Harga Rumput Laut Nunukan Mencapai Rp 31.000/Kg, Upah Pengikat Bibit Naik, Jumlah Produksi Ikut Terdongkrak Sudah 8 Bulan Kasus Dugaan Korupsi Koperasi PNS Nunukan Belum Masuk Persidangan, Polisi : Bakal Ada ASN Jadi Tersangka Baru Diterpa Angin Kencang, Sekitar 12 Atap Bangunan di Pedalaman Sebuku Porak Poranda, Termasuk Gedung SMP HUT RI 81, Bendera Dayak Borneo Dikibarkan di Jalanan Rusak di Pelosok RI – Malaysia di Dataran Tinggi Krayan

Nunukan

Bupati Nunukan Pastikan Prioritas Pembangunan Jalan Krayan, Dibangun Dengan Skema Multiyears Untuk Periode 2027–2029

badge-check


					Mobil gardan ganda yang mengangkut kebutuhan warga Krayan. Supir harus terus berjibaku melawan jebakan lumpur. Dok.Oktafianus Ramli. Perbesar

Mobil gardan ganda yang mengangkut kebutuhan warga Krayan. Supir harus terus berjibaku melawan jebakan lumpur. Dok.Oktafianus Ramli.

NUNUKAN, infoSTI – Bupati Nunukan, Kalimantan Utara, Irwan Sabri menegaskan, pembangunan akses jalan di dataran tinggi Krayan sebagai skala prioritas pembangunan.

Ia memastikan proyek pengerjaan jalan utama Krayan, akan dilakukan secara tahun jamak, dimulai 2027 hingga 2029.

‘’Salah satu pembangunan yang menjadi prioritas pemerintah daerah adalah peningkatan infrastruktur jalan di wilayah Krayan. Pemkab Nunukan berencana melaksanakan pembangunan ruas jalan Lembudud–Kurid dengan skema multiyears untuk periode 2027–2029,’’ ujar Irwan Sabri pasca kunjungan ke Krayan, Minggu (23/8/2026).

Ia kembali menegaskan, sampai saat ini, Krayan masih sangat butuh perhatian semua kalangan, mengingat kondisi geografis wilayah yang luas dan akses transportasi yang masih menjadi tantangan.

Setiap musim penghujan, jalanan Krayan, menjadi kendala dalam akses transportasi orang dan barang. Jalan lumpur menenggelamkan kendaraan, sehingga berimbas pada jarak tempuh yang jauh lebih lama.

Penggunaan BBM yang lebih banyak dibanding waktu normal,  berimbas luas pada ongkos angkut dan melambungnya harga kebutuhan pokok.

Di Krayan, bahkan masih sering terjadi warga sakit yang ditandu beramai ramai untuk dibawa ke fasilitas kesehatan, karena akses yang belum memadai.

“Kita wajib di tahun 2027 membuat proyek multiyears karena Krayan betul-betul sangat membutuhkan infrastruktur yang baik,” tegasnya.

Irwan menyampaikan, saat ini, keterbatasan anggaran menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah. Ia menguraikan, APBD Kabupaten Nunukan yang pada 2026 berada di kisaran Rp1,9 triliun diperkirakan turun menjadi sekitar Rp1,4 triliun pada 2027.

Kendati demikian, kata dia, kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan bagi pemerintah untuk berhenti bekerja dan melayani masyarakat.

“Kita tidak mungkin mengeluh terus, kita harus punya strategi. Kalau berbicara tentang infrastruktur, kita melihat mana yang menjadi skala prioritas. Semua penting dan semua harus dibangun, tetapi dengan keterbatasan anggaran tentu ada yang harus diprioritaskan,” ujarnya.

Sementara ini, Pemkab Nunukan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah mengalokasikan sekitar Rp 983 juta melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk penanganan kerusakan infrastruktur di Krayan.

Dari 13 jembatan yang mengalami kerusakan berat, 5 diantaranya telah diintervensi pemerintah daerah melalui kerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum.

Untuk diketahui, akses utama Krayan, bukan hanya domain Pemkab Nunukan. Disana ada jalan yang masih menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Kaltara, hingga link nasional.

Kondisi jalan di Long Layu, Krayan Selatan, yang selama ini viral dan selalu ramai diperbincangkan di media social, merupakan link provinsi.

Meskipun ruas jalan tersebut merupakan kewenangan pemerintah provinsi, Irwan menegaskan bahwa masyarakat Krayan tetap merupakan bagian dari masyarakat Kabupaten Nunukan sehingga pemerintah daerah tidak ingin tinggal diam.

“Kawasan Krayan adalah masyarakat saya. Walaupun jalan tersebut jalan provinsi, saya merasa masyarakat saya membutuhkan perhatian,” tegasnya.

Menyoal jalan yang menjadi link provinsi Kaltara, Irwan Sabri telah berkomunikasi dengan Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Utara, terdapat rencana anggaran lebih dari Rp10 miliar untuk penanganan ruas jalan yang mengalami kerusakan berat.

Lebih jauh, pada 2027, pemerintah pusat juga disebut bakal mengalokasikan sekitar Rp30 miliar melalui IJB untuk penanganan ruas jalan di Krayan yang berstatus jalan nasional.

‘’Saya berharap, berbagai dukungan anggaran tersebut dapat direalisasikan secara bertahap, sehingga pembangunan infrastruktur di Krayan dapat terus berjalan,’’ kata Irwan.

Facebook Comments Box

Trending di Nunukan