Menu ✖

Mode Gelap
Sering Diusir Aparat Malaysia ‘Kami Hanya Mampu Terus Bertahan  Sambil Menunggu Pembayaran Ganti Untung dari Pemerintah RI’ Kunker ke Nunukan, Kanwil Ditjenpas Kaltimtara Yan Rusmanto Lakukan Penguatan Lapas Paras Festival di HUT Nunukan 27 Tahun, BPS Mencatat Kenaikan Omset Ekonomi Mencapai Rp 1,054 Miliar Sebanyak 12 SPPG 3T di Wilayah Tengah Indonesia Diresmikan, Harga Menu Sesuai HET dari Tim TPID Pemprov Kaltara Usulkan Sekolah Diberi Kesempatan Sebagai Penyedia Bahan Baku MBG Sebanyak 12 SPPG Wilayah Tengah Diresmikan, Dipusatkan di Pulau Sebatik

Hukrim

Jasad Bayi Perempuan Ditemukan Tewas Membusuk Dalam Tas Hitam di Pulau Sebatik

badge-check


					Sesosok jasad bayi perempuan ditemukan tewas membusuk di semak semak pinggir jalan, di perbatasan antara Desa Padaidi dengan Desa Sungai Manurung, Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara, Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 17.41 wita. Dok.Polsek Sebatik Timur. Perbesar

Sesosok jasad bayi perempuan ditemukan tewas membusuk di semak semak pinggir jalan, di perbatasan antara Desa Padaidi dengan Desa Sungai Manurung, Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara, Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 17.41 wita. Dok.Polsek Sebatik Timur.

NUNUKAN, infoSTI – Sesosok jasad bayi perempuan ditemukan tewas membusuk di semak semak pinggir jalan, di perbatasan antara Desa Padaidi dengan Desa Sungai Manurung, Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara, Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 17.41 wita.

Kapolsek Sebatik Timur, Iptu Didik Triastoro menuturkan, saat ditemukan, bayi malang tersebut tak mengenakan pakaian dan berada dalam tas hitam.

‘’Ditemukan oleh warga bernama Millang (61) beralamat di Jalan Jenderal Sudirman, RT 01, Desa Padaidi, Kecamatan Sebatik,’’ ujarnya melalui pesan tertulis.

Dari keterangan Millang, bayi tersebut ia temukan saat berkendara dan menepi untuk buang air kecil, tepatnya di sekitar Jalan jenderal Sudirman, perbatasan Desa Padaidi dan Desa Sungai Menurung.

Saat mencari lokasi sepi untuk buang air kecil, ia mencium aroma busuk yang sangat menyengat.

‘’Iapun mencari sumber bau, dan menemukan tas berwarna hitam yang dikerubungi lalat,’’ kata Didik lagi.

Penasaran dengan isi dalam tas, Millang lalu membuka tas dengan kakinya. Begitu terbuka, terlihat sosok mungil yang menjadi sumber bau busuk yang ia cari.

‘’Bapak Millang kemudian menghentikan beberapa pengendara yang melintas untuk meminta bantuan. Ia juga melaporkan temuan tersebut ke Polsek Sebatik Timur,’’ imbuhnya.

Polisi segera menuju lokasi dan mengevakuasi jasad bayi malang tersebut ke Rumah Sakit Pratama di Sei Taiwan untuk visum et repertum.

Dokter memperkirakan, bayi tersebut sudah meninggal dunia sekitar 48 jam sebelum ditemukan.

Adapun hasil awal visum, terdapat luka lecet pada leher kiri sepanjang 3 cm dan bahu kanan 3 cm.

‘’Jasad bayi perempuan tersebut kita serahkan ke Kades Padaidi Bapak Abigurdi untuk selanjutnya dikebumikan di pemakaman Desa Padaidi,’’ kata Didik.

‘’Selanjutnya, polisi mengumpulkan informasi untuk melakukan pencarian terhadap pelaku pembuang jasad bayi,’’ tegasnya.

Facebook Comments Box

Trending di Hukrim