Menu ✖

Mode Gelap
Seluas Tiga Hektar Lahan Sawit di Desa Butas Bagu Pedalaman Nunukan Terbakar di Tengah Malam Nyaris Hangus Terbakar, Kebakaran Gedung LVRI Nunukan Berhasil Dipadamkan   Siapkan Atlet Unggulan, PBFI Nunukan Yakin Mendulang Emas di Porprov Kaltara 2026 Sawah Seluas 3 Hektar Milik Warga Pedalaman Lumbis Terbakar, BPBD Nunukan Imbau Masyarakat Tak Buka Lahan dengan Membakar Tukang Urut di Nunukan Membungkus Rapat Jasad Ibunya Dengan Lapisan Kain, Ditemukan Setelah Sepekan Dalam Kondisi Membusuk Perkuat Sinergitas dan Kebersamaan, Bupati Nunukan Hadiri Acara Kenal Pamit Kapolda Kaltara

Hukrim

Jasad Bayi Perempuan Ditemukan Tewas Membusuk Dalam Tas Hitam di Pulau Sebatik

badge-check


					Sesosok jasad bayi perempuan ditemukan tewas membusuk di semak semak pinggir jalan, di perbatasan antara Desa Padaidi dengan Desa Sungai Manurung, Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara, Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 17.41 wita. Dok.Polsek Sebatik Timur. Perbesar

Sesosok jasad bayi perempuan ditemukan tewas membusuk di semak semak pinggir jalan, di perbatasan antara Desa Padaidi dengan Desa Sungai Manurung, Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara, Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 17.41 wita. Dok.Polsek Sebatik Timur.

NUNUKAN, infoSTI – Sesosok jasad bayi perempuan ditemukan tewas membusuk di semak semak pinggir jalan, di perbatasan antara Desa Padaidi dengan Desa Sungai Manurung, Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara, Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 17.41 wita.

Kapolsek Sebatik Timur, Iptu Didik Triastoro menuturkan, saat ditemukan, bayi malang tersebut tak mengenakan pakaian dan berada dalam tas hitam.

‘’Ditemukan oleh warga bernama Millang (61) beralamat di Jalan Jenderal Sudirman, RT 01, Desa Padaidi, Kecamatan Sebatik,’’ ujarnya melalui pesan tertulis.

Dari keterangan Millang, bayi tersebut ia temukan saat berkendara dan menepi untuk buang air kecil, tepatnya di sekitar Jalan jenderal Sudirman, perbatasan Desa Padaidi dan Desa Sungai Menurung.

Saat mencari lokasi sepi untuk buang air kecil, ia mencium aroma busuk yang sangat menyengat.

‘’Iapun mencari sumber bau, dan menemukan tas berwarna hitam yang dikerubungi lalat,’’ kata Didik lagi.

Penasaran dengan isi dalam tas, Millang lalu membuka tas dengan kakinya. Begitu terbuka, terlihat sosok mungil yang menjadi sumber bau busuk yang ia cari.

‘’Bapak Millang kemudian menghentikan beberapa pengendara yang melintas untuk meminta bantuan. Ia juga melaporkan temuan tersebut ke Polsek Sebatik Timur,’’ imbuhnya.

Polisi segera menuju lokasi dan mengevakuasi jasad bayi malang tersebut ke Rumah Sakit Pratama di Sei Taiwan untuk visum et repertum.

Dokter memperkirakan, bayi tersebut sudah meninggal dunia sekitar 48 jam sebelum ditemukan.

Adapun hasil awal visum, terdapat luka lecet pada leher kiri sepanjang 3 cm dan bahu kanan 3 cm.

‘’Jasad bayi perempuan tersebut kita serahkan ke Kades Padaidi Bapak Abigurdi untuk selanjutnya dikebumikan di pemakaman Desa Padaidi,’’ kata Didik.

‘’Selanjutnya, polisi mengumpulkan informasi untuk melakukan pencarian terhadap pelaku pembuang jasad bayi,’’ tegasnya.

Facebook Comments Box

Trending di Hukrim