Menu

Mode Gelap
Persiapkan Petugas Sensus, BPS Nunukan Gelar Pelatihan Sensus Ekonomi 2026 Enam Unit SPPG Selesai Dibangun Namun Belum Dibayar, Investor SPPG 3T di Perbatasan RI Tagih Janji Pembayaran BGN Sebuah Kios Pulsa di Nunukan Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik Harga Material Bangunan di Nunukan Melonjak Naik 5 – 12 Persen, Harga Cat Naik 70 Persen Rupiah Melemah, Warga Perbatasan RI di Krayan Kian Tercekik, Harga Barang Melambung, Biaya Transportasi Naik 100 Persen Implementasi Gerakan Indonesia Asri, Polres Nunukan Bersihkan Alun Alun Sampai Pelabuhan Tunon Taka

Nunukan

Persiapkan Petugas Sensus, BPS Nunukan Gelar Pelatihan Sensus Ekonomi 2026

badge-check


					Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, menggelar Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 sebagai persiapan pelaksanaan pendataan sosial ekonomi dan usaha. Dok.BPS Nunukan. Perbesar

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, menggelar Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 sebagai persiapan pelaksanaan pendataan sosial ekonomi dan usaha. Dok.BPS Nunukan.

NUNUKAN, infoSTI – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nunukan, Kaimantan Utara, menggelar Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 sebagai persiapan pelaksanaan pendataan sosial ekonomi dan usaha, termasuk usaha digital.

Pelatihan yang diselenggarakan di Nunukan, Lumbis, Tulin Onsoi dan Krayan tersebut, memberikan pembekalan secara komprehensif mengenai konsep dan definisi sensus, teknik wawancara, etika lapangan, penggunaan aplikasi, identifikasi usaha, hingga tata cara pengumpulan data aktivitas ekonomi digital yang berkembang pesat di masyarakat, bagi petugas lapangan yang telah lolos seleksi.

Kepala BPS Kabupaten Nunukan, Dr. Iskandar Ahmaddien menjelaskan, Sensus Ekonomi 2026 bertujuan menghasilkan data sosial ekonomi dan usaha yang akurat sebagai dasar perencanaan pembangunan dan pengambilan kebijakan di berbagai sektor.

“Sensus Ekonomi bukan sekadar menghitung jumlah usaha, tetapi juga memotret kondisi sosial ekonomi masyarakat secara lebih komprehensif. Data yang dikumpulkan akan menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam merancang program pembangunan, pemberdayaan UMKM, penciptaan lapangan kerja, hingga penguatan ekonomi daerah,” ujarnya, Rabu (10/6/2026).

Petugas sensus akan mulai melakukan pendataan secara door to door mulai 16 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Dalam pelaksanaannya, petugas akan mengunjungi rumah tangga dan lokasi usaha untuk memperbarui kondisi sosial ekonomi keluarga, mendata aktivitas usaha, serta mengidentifikasi perkembangan ekonomi digital seperti usaha online, penjualan melalui marketplace, media sosial, jasa digital, dan berbagai bentuk usaha berbasis internet lainnya.

Untuk menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat, setiap petugas akan dilengkapi dengan name tag resmi BPS, rompi petugas, serta surat tugas yang dapat ditunjukkan saat melakukan pendataan.

Iskandar mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Nunukan untuk menerima kedatangan petugas dan memberikan informasi yang benar sesuai kondisi sebenarnya.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Nunukan untuk berpartisipasi aktif menyukseskan Sensus Ekonomi 2026. Terimalah petugas kami dengan baik dan berikan jawaban yang jujur, lengkap, dan sesuai kondisi riil,’’ kata dia.

‘’Data yang Bapak dan Ibu berikan akan sangat menentukan kualitas informasi yang dihasilkan dan pada akhirnya akan menjadi dasar pembangunan yang lebih tepat sasaran bagi Kabupaten Nunukan,” imbuhnya.

Iskandar juga menegaskan bahwa seluruh informasi yang diberikan masyarakat dijamin kerahasiaannya sesuai Undang-Undang Statistik.

Selain itu, sensus ekonomi tidak ada kaitannya dengan pajak, penagihan, pemeriksaan usaha, maupun kepentingan hukum lainnya.

‘’Data yang dikumpulkan hanya digunakan untuk kepentingan statistik dan dijamin kerahasiaannya oleh negara. Karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir dan dapat memberikan informasi secara terbuka kepada petugas BPS,” tegasnya.

Facebook Comments Box

Trending di Nunukan