Menu

Mode Gelap
Harga Material Bangunan di Nunukan Melonjak Naik 5 – 12 Persen, Harga Cat Naik 70 Persen Rupiah Melemah, Warga Perbatasan RI di Krayan Kian Tercekik, Harga Barang Melambung, Biaya Transportasi Naik 100 Persen Implementasi Gerakan Indonesia Asri, Polres Nunukan Bersihkan Alun Alun Sampai Pelabuhan Tunon Taka Ringgit Menguat, Kedatangan Wisatawan Malaysia ke Nunukan Melonjak Dua Kali Lipat Truk Pengangkut Kelapa Sawit Oleng dan Tabrak Pembatas Jalan, Dua Buruh Perusahaan Kelapa Sawit di Nunukan Tewas Monitoring Harga TBS di PT Sampurna Sebatik, DPRD Nunukan Koordinasikan Subsidi Ongkos Angkut Kapal Feri  

Nunukan

Rupiah Melemah, Warga Perbatasan RI di Krayan Kian Tercekik, Harga Barang Melambung, Biaya Transportasi Naik 100 Persen

badge-check


					Mobil gardan ganda yang mengangkut kebutuhan warga Krayan. Supir harus terus berjibaku melawan jebakan lumpur. Dok.Oktafianus Ramli. Perbesar

Mobil gardan ganda yang mengangkut kebutuhan warga Krayan. Supir harus terus berjibaku melawan jebakan lumpur. Dok.Oktafianus Ramli.

NUNUKAN, infoSTI – Lemahnya nilai tukar Rupiah, menjadikan kondisi warga perbatasan RI – Malaysia di dataran tinggi Krayan makin tercekik.

Tukaran Ringgit Malaysia yang mencapai Rp 4.500/RM 1, melambungkan harga Sembako dan kebutuhan pokok di wilayah tersebut.

Sampai hari ini, warga Krayan masih sangat bergantung dengan barang barang kebutuhan asal Malaysia.

Mereka berbelanja barang kebutuhan di wilayah Bakelalan, Serawak dan Lawas.

‘’Hari ini harga bensin Malaysia yang biasanya kita beli Rp 16.000 per liter, dijual Rp 25.000 sampai Rp 30.000 perliternya,’’ ujar Camat Krayan Selatan, Oktafianus Ramli, melalui sambungan telfon, Selasa (9/6/2026).

Kenaikan BBM tentu berefek pada naiknya biaya transportasi. Ongkos ojek dari Ibu Kota Kecamatan Krayan, Long Bawan ke Krayan Selatan, yang biasanya Rp 250.000 kini menjadi Rp 500.000.

Sedangkan untuk biaya angkut barang yang dalam kondisi normal Rp 2.500/Kg kini naik Rp 4.000 – Rp 5.000/Kg.

Pihak kecamatan juga mencatat, harga tong gas LPG Malaysia (refil) ukuran 14 Kg, kini diperoleh warga dengan harga Rp 400.000 – Rp 500.000 dari harga semula Rp 350.000 – Rp 380.000.

‘’Selain nilai tukar rupiah yang melemah, kondisi jalanan Krayan yang berlumpur dan sulit dilalui, masih menjadi faktor tingginya harga kebutuhan,’’ jelas Oktafianus.

Kenaikan tak sebatas pada BBM, bahkan bahan material bangunan mengalami kenaikan signifikan, dan membuat proyek pembukaan jalan dan betonisasi di Krayan Selatan harus tersendat sendat.

‘’Harga semen yang biasa kita beli Rp 500.000 per zak, sekarang Rp 700.000. Besi cor juga Rp 200.000 lebih,’’ tuturnya.

Okta mengatakan, selama ini warga Krayan belum lepas dari keterisoliran. Jalanan utama di wilayah yang berbatasan darat langsung dengan Malaysia ini masih menjadi masalah berkepanjangan.

Sulitnya menembus jalanan utama yang menjelma lumpur dan berubah menjadi jebakan bagi kendaraan yang melintas, seakan tak pernah ada solusi.

‘’Dalam kondisi negara tidak terpengaruh kondisi global saja, lima kecamatan di Krayan tetap daerah sulit diakses. Apalagi kondisi sekarang yang mata uangnya melemah. Kita bosan teriak, jadi kita mencoba terus survive dengan kondisi menahun begini,’’ kata dia.

Facebook Comments Box

Trending di Nunukan