Menu

Mode Gelap
Dana Operasional Mandek, Dapur SPPG Sebatik Timur Tutup, 31 Sekolah di Perbatasan Tak Lagi Terima MBG Cerita Sejumlah Korban Investasi Bodong di Nunukan, Uang Rp 75 Juta Tak Kembali, Ramai Ramai Buat Laporan Polisi Mengaku Sakit Hati Pada Bos, Karyawan Gudang Sembako Curi Uang Majikan Lewat SMS Banking Dorong Transformasi Ekonomi Daerah, Bupati Nunukan Canangkan Sensus Ekonomi 2026 dan Luncurkan Kredit Mikro UMKM Candu Narkoba, Dua Warga Pulau Sebatik Nekat Menjadi Ninja Sawit Gereja Katolik Santo Yosep di Pedalaman Nunukan Habis Terbakar

Advertorial

Sosialisasi SPMB, DPRD Kaltara Minta Pemda Memastikan Tak Ada Masyarakat yang Tertinggal Dalam Memperoleh Akses Informasi Pendidikan

badge-check


					Ketua Komisi IV, Tamara Moriska, bersama Sekretaris Komisi IV, Ruman Tumbo, menghadiri Sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027, di Ruang Rapat Benuanta, Gedung Gabungan Dinas II, Senin (20/4/2026). DPRD Kaltara. Perbesar

Ketua Komisi IV, Tamara Moriska, bersama Sekretaris Komisi IV, Ruman Tumbo, menghadiri Sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027, di Ruang Rapat Benuanta, Gedung Gabungan Dinas II, Senin (20/4/2026). DPRD Kaltara.

TANJUNG SELOR, infoSTI – Ketua Komisi IV, Tamara Moriska, bersama Sekretaris Komisi IV, Ruman Tumbo, menghadiri Sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027, di Ruang Rapat Benuanta, Gedung Gabungan Dinas II, Senin (20/4/2026).

Sosialisasi yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara melalui Sekretariat Daerah ini bertujuan untuk memastikan pemahaman menyeluruh terkait mekanisme dan kebijakan terbaru dalam sistem SPMB, yang kini menggantikan skema Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

‘’SPMB dirancang untuk menghadirkan proses seleksi yang lebih terbuka, adil, dan merata bagi seluruh calon peserta didik,’’ ujar Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltara, Datu Iqro Ramadhan.

Namun demikian, DPRD Kaltara memberikan catatan penting.

Ketua Komisi IV, Tamara Moriska, menyoroti perlunya penguatan sosialisasi, khususnya di wilayah perbatasan seperti Nunukan.

Ia menilai masih banyak masyarakat yang belum terjangkau informasi secara optimal, terutama melalui media sosial.

“Perlu ada langkah konkret agar informasi ini benar-benar sampai ke masyarakat, terutama di daerah yang akses informasinya masih terbatas,” ujarnya.

Tamara juga menegaskan komitmen DPRD Kaltara untuk terus mengawal implementasi kebijakan pendidikan agar berjalan transparan, inklusif, dan berkeadilan.

Sekaligus memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam memperoleh akses informasi pendidikan.

Senada dengan itu, Ruman Tumbo menekankan pentingnya distribusi informasi yang merata, khususnya di daerah dengan kepadatan penduduk tinggi seperti Tarakan.

Ia menilai, penyampaian informasi secara langsung kepada masyarakat akan mendorong terciptanya persaingan yang sehat di kalangan calon peserta didik.

“Kita ingin semua anak mendapatkan kesempatan yang sama, sehingga sosialisasi harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial