Menu

Mode Gelap
Harga TBS Kelapa Sawit Kaltara Ditetapkan Rp 3.362.Kg, Bupati Nunukan Warning Pabrik Patuhi Harga yang Disepakati Kejari Nunukan Musnahkan Barang Bukti Pidana Umum Periode Februari – April 2026 Prihatin Nasib Anak Sekolah di Tapal Batas, Pemda Nunukan dan TNI Gotong Royong Bangun Jembatan Darurat Harga Sembako di Perbatasan RI – Malaysia Alami Kenaikan Imbas Melemahnya Nilai Tukar Rupiah Inflasi Tahunan Nunukan Sebesar 2,03 Persen, Kelompok Perawatan Pribadi Mencatatkan Kenaikan Tertinggi Cerita Murid Sekolah Tapal Batas, Nekat Seberangi Sungai Banjir Demi Ujian Semester, Nikmati MBG di Pinggir Kali Karena Jembatan Ambruk

Advertorial

Kunjungi PERPUSNAS RI, Komisi IV DPRD Kaltara Berupaya Tingkatkan Budaya Literasi Untuk Peningkatan SDM

badge-check


					Panitia Khusus (Pansus) IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara, melakukan kunjungan kerja ke Perpustakaan Nasional Republik Indonesia di Jakarta, Kamis (9/4/2026). Dok.DPRD Kaltara. Perbesar

Panitia Khusus (Pansus) IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara, melakukan kunjungan kerja ke Perpustakaan Nasional Republik Indonesia di Jakarta, Kamis (9/4/2026). Dok.DPRD Kaltara.

JAKARTA, infoSTI – Untuk penguatan substansi Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pengembangan Perbukuan dan Budaya Literasi di Kaltara, Panitia Khusus (Pansus) IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara, melakukan kunjungan kerja ke Perpustakaan Nasional Republik Indonesia di Jakarta, Kamis (9/4/2026).

Rombongan Pansus IV dipimpin oleh Dr. Syamsuddin Arfah bersama Anggota, masing masing, Tamara Moriska, Muhammad Hatta, Listiani, Rahman, Dino Andrian.

Ikut serta dalam rombongan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Utara dan sejumlah mitra pembangunan, INOVASI Kaltara dan Badan Standar Kurikulum dan Asesment Pendidikan.

Ketua Pansus IV, Dr. Syamsuddin Arfah, menyampaikan, kunjungan ini merupakan bagian dari tahapan pembahasan dan finalisasi Ranperda yang tengah disusun.

‘’Sekaligus upaya memperkaya materi regulasi melalui konsultasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk Perpusnas dan mitra strategis di bidang literasi,’’ ujarnya.

Berbagai masukan strategis disampaikan terkait arah kebijakan pengembangan literasi di daerah.

Pihak INOVASI Kaltara menekankan pentingnya penguatan literasi dasar, tidak hanya sebatas kemampuan membaca, tetapi juga pemahaman terhadap isi bacaan.

Program pelatihan guru yang telah berjalan sejak 2017 dinilai berhasil meningkatkan capaian literasi dan numerasi di tingkat sekolah dasar, sehingga perlu terus dijaga dan dikembangkan secara berkelanjutan.

Syamsuddin Arfah mengatakan, Ranperda yang tengah disusun tidak hanya berfokus pada aspek perbukuan, tetapi juga mendorong tumbuhnya budaya literasi di tengah masyarakat.

‘’Peran aktif lembaga seperti Bunda Literasi tak kalah penting. Karena itu tidak sekadar seremonial, melainkan mampu memberikan dampak nyata dalam meningkatkan minat baca,’’ katanya lagi.

Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat Ranperda yang tengah disusun agar lebih komprehensif dan adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Utara melalui penguatan budaya literasi yang berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan (Deputi II), Dr. Adin Bondar, memberikan sejumlah catatan penting.

Salah satunya terkait perlunya keselarasan antara Ranperda dengan regulasi nasional, serta tantangan perkembangan teknologi informasi, termasuk kehadiran kecerdasan buatan (AI) yang turut mengubah pola akses informasi masyarakat saat ini.

‘’Perpusnas mendorong agar pemerintah daerah lebih menitikberatkan pada penguatan kelembagaan perpustakaan dan ekosistem literasi, dibandingkan hanya berfokus pada aspek perbukuan,’’

‘’Hal ini penting, mengingat perpustakaan merupakan layanan dasar yang wajib disediakan oleh pemerintah daerah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,’’ kata Adin Bonar.

Dibahas pula pentingnya membangun ekosistem literasi yang komprehensif, mulai dari penyediaan buku dalam bentuk cetak maupun digital, penguatan distribusi hingga menjangkau masyarakat luas, hingga pemberdayaan penulis lokal dan pengembangan industri penerbitan di daerah.

Dari hasil kunjungan tersebut, Pansus IV DPRD Kalimantan Utara merumuskan sejumlah poin penting.

Diantaranya, pemetaan pengaturan buku cetak dan digital, penguatan distribusi bahan bacaan hingga tingkat keluarga, sekolah dan masyarakat, serta penegasan peran institusi literasi seperti Bunda Literasi dan Duta Baca Daerah.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial