Menu

Mode Gelap
Biaya Kirim Jauh Lebih Mahal Ketimbang Nilai Bantuan Logistik, BNPB Ditawari Pergeseran Barang Dengan Kerbau   Jerit Tangis Ibu Atlet Panjat Tebing Nunukan Mendengar Vonis Ringan Terhadap Supir Pikap yang Menewaskan Anaknya Seorang IRT di Nunukan Ditangkap Polisi Karena Berusaha Membakar Tetangga, Pelaku Ternyata ODGJ Cerita Perjalanan Warga Krayan, Dua Hari Berkendara Menembus Jalanan Lumpur Menuntut Akses Layak ke DPRD Kaltara 40 Jamaah Umroh Nunukan Menginap di Kawasan Markaziyah, An Nur Jamin Kenyamanan dan Kemudahan Ibadah Perkuat Semangat Bela Negara, 80 Kader PKS Nunukan Ikuti KEMBARA di Perbatasan RI – Malaysia

Advertorial

Hadiri Acara Mangrara Banua Toraja, Hermanus Ajak Masyarakat Nunukan Perkokoh Persatuan dan Kesatuan di Perbatasan

badge-check


					Wakil Bupati Nunukan, Hermanus (Batik Hijau) saat menghadiri upacara Adat Toraja, Mangrara Banua di keluarga besar Titus Take. Hermanus mengajak masyarakat perkokoh persatuan sebagaimana filosofi dalam acara adat tersebut. Dok.Prokopim. Perbesar

Wakil Bupati Nunukan, Hermanus (Batik Hijau) saat menghadiri upacara Adat Toraja, Mangrara Banua di keluarga besar Titus Take. Hermanus mengajak masyarakat perkokoh persatuan sebagaimana filosofi dalam acara adat tersebut. Dok.Prokopim.

NUNUKAN, infoSTI – Wakil Bupati Nunukan, Hermanus, menghadiri acara Mangrara Banua yang digelar untuk syukuran Rumah Adat Toraja, milik Keluarga Besar Titus Takke, di Jalan Pongtiku, RT 16, Rabu (25/3/2026).

Untuk diketahui, ‘Mangrara Banua’ merupakan upacara syukuran warga adat Toraja, ketika ada warga adat yang baru selesai membangun atau merenovasi Rumah Tongkonan.

Tradisi dalam rangkaian Rambu Tuka’ (sukacita) ini melibatkan pengorbanan puluhan hingga ratusan ekor babi, pesta meriah, serta bertujuan mempererat persaudaraan dan mengucap syukur kepada sang Pencipta.

Hermanus mengatakan, tradisi Mangrara Banua, menjadi salah satu kekayaan etnies yang patut diwariskan dan dilestarikan oleh anak cucu.

“Kami sangat mengapresiasi dan mendukung acara budaya seperti ini. Prosesi adat ini merupakan suatu sarana yang terhubung dengan Pemerintah Daerah, dan bersama sama membangun daerah,” ujar Hermanus.

Dalam upacara Mangrara Banua, terkandung budaya yang melekat dengan filosofi kebersamaan dan gotong royong.

Slogan Toraja ‘Misa’ Kada Dipotuo, Pantan Kada Dipomate’, yang memiliki makna ‘Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh’, adalah seruan dan ajakan untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan dan mengerjakan semua dengan gotong royong.

Sebuah budaya luhur yang mulai terkikis oleh zaman, dan ditinggalkan generasi muda kita.

‘’Pada momentum ini, kami selaku Pemerintah Daerah mengajak masyarakat untuk bersama sama membangun Kabupaten Nunukan dengan menjaga persatuan, serta menciptakan kebersamaan menuju Kabupaten Nunukan yang lebih baik,’’ kata Hermanus.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial