Menu

Mode Gelap
Mengaku Sakit Hati Pada Bos, Karyawan Gudang Sembako Curi Uang Majikan Lewat SMS Banking Dorong Transformasi Ekonomi Daerah, Bupati Nunukan Canangkan Sensus Ekonomi 2026 dan Luncurkan Kredit Mikro UMKM Candu Narkoba, Dua Warga Pulau Sebatik Nekat Menjadi Ninja Sawit Gereja Katolik Santo Yosep di Pedalaman Nunukan Habis Terbakar Pengiriman MBG Sering Terlambat Saat Musim Hujan, Guru di Pulau Sebatik Minta SPPG Perbaiki Jalan   Persiapkan Petugas Sensus, BPS Nunukan Gelar Pelatihan Sensus Ekonomi 2026

Advertorial

Hadiri Acara Mangrara Banua Toraja, Hermanus Ajak Masyarakat Nunukan Perkokoh Persatuan dan Kesatuan di Perbatasan

badge-check


					Wakil Bupati Nunukan, Hermanus (Batik Hijau) saat menghadiri upacara Adat Toraja, Mangrara Banua di keluarga besar Titus Take. Hermanus mengajak masyarakat perkokoh persatuan sebagaimana filosofi dalam acara adat tersebut. Dok.Prokopim. Perbesar

Wakil Bupati Nunukan, Hermanus (Batik Hijau) saat menghadiri upacara Adat Toraja, Mangrara Banua di keluarga besar Titus Take. Hermanus mengajak masyarakat perkokoh persatuan sebagaimana filosofi dalam acara adat tersebut. Dok.Prokopim.

NUNUKAN, infoSTI – Wakil Bupati Nunukan, Hermanus, menghadiri acara Mangrara Banua yang digelar untuk syukuran Rumah Adat Toraja, milik Keluarga Besar Titus Takke, di Jalan Pongtiku, RT 16, Rabu (25/3/2026).

Untuk diketahui, ‘Mangrara Banua’ merupakan upacara syukuran warga adat Toraja, ketika ada warga adat yang baru selesai membangun atau merenovasi Rumah Tongkonan.

Tradisi dalam rangkaian Rambu Tuka’ (sukacita) ini melibatkan pengorbanan puluhan hingga ratusan ekor babi, pesta meriah, serta bertujuan mempererat persaudaraan dan mengucap syukur kepada sang Pencipta.

Hermanus mengatakan, tradisi Mangrara Banua, menjadi salah satu kekayaan etnies yang patut diwariskan dan dilestarikan oleh anak cucu.

“Kami sangat mengapresiasi dan mendukung acara budaya seperti ini. Prosesi adat ini merupakan suatu sarana yang terhubung dengan Pemerintah Daerah, dan bersama sama membangun daerah,” ujar Hermanus.

Dalam upacara Mangrara Banua, terkandung budaya yang melekat dengan filosofi kebersamaan dan gotong royong.

Slogan Toraja ‘Misa’ Kada Dipotuo, Pantan Kada Dipomate’, yang memiliki makna ‘Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh’, adalah seruan dan ajakan untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan dan mengerjakan semua dengan gotong royong.

Sebuah budaya luhur yang mulai terkikis oleh zaman, dan ditinggalkan generasi muda kita.

‘’Pada momentum ini, kami selaku Pemerintah Daerah mengajak masyarakat untuk bersama sama membangun Kabupaten Nunukan dengan menjaga persatuan, serta menciptakan kebersamaan menuju Kabupaten Nunukan yang lebih baik,’’ kata Hermanus.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial