TANJUNG SELOR, infoSTI – Armada Akia BV bersama SKK Migas beberapa waktu lalu, melakukan survey seismic 3D di Perairan Kaltara.
Survei tersebut, merupakan bagian dari upaya pencarian potensi cadangan minyak dan gas bumi (migas) di perairan Kaltara.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan pelaksanaan survei seismik 3D migas di Wilayah Kerja (WK) Akia, lepas pantai Pulau Bunyu, Kabupaten Bulungan, berlangsung sesuai prosedur dan dalam pengawasan ketat.
Kepala Bidang Geologi dan Air Tanah Dinas ESDM Kaltara, Trimulbar, menjelaskan, kegiatan tersebut telah melalui tahapan koordinasi lintas instansi sebelum operasional dimulai.
“Sejak awal, Pemprov Kaltara menyambut baik rencana ini. Armada Akia dan SKK Migas juga sudah melakukan koordinasi langsung dengan Gubernur Kaltara,” ujar Trimulbar, Sabtu (13/12/2025).
Ia menyebutkan, pengawasan selama kegiatan melibatkan berbagai pihak, mulai dari Satuan Kapal Patroli (Satrol) Lantamal XIII Tarakan hingga nelayan setempat.
Selain itu, kapal pandu ditempatkan di depan dan belakang kapal utama untuk mengamankan area kerja.
Pengamanan diperketat mengingat kapal utama menarik kabel data dengan panjang mencapai 10 kilometer.
Dinas ESDM juga berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Tarakan serta Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Bunyu untuk menyebarluaskan informasi kepada kapal dan pengguna jalur laut di sekitar lokasi.
“Kami ingin memastikan keselamatan pelayaran dan tidak terjadi gangguan selama survei berlangsung,” tegasnya.
Untuk diketahui, Survei Seismik 3D Migas, adalah metode eksplorasi penting untuk memetakan struktur bawah permukaan bumi secara detail menggunakan gelombang seismic.
Menghasilkan data 3D akurat untuk menemukan cadangan minyak dan gas baru, mendukung ketahanan energi nasional, dan meningkatkan produksi.
Survey dilakukan dengan teknologi canggih (broadband) untuk mencapai target energi 2030, melibatkan investasi besar, serta mengedepankan aspek keselamatan dan lingkungan.
Survei seismik di Kaltara, mulai dilaksanakan setelah proses scouting laut pada 10 April 2025.











