Menu

Mode Gelap
Candu Narkoba, Dua Warga Pulau Sebatik Nekat Menjadi Ninja Sawit Gereja Katolik Santo Yosep di Pedalaman Nunukan Habis Terbakar Pengiriman MBG Sering Terlambat Saat Musim Hujan, Guru di Pulau Sebatik Minta SPPG Perbaiki Jalan   Persiapkan Petugas Sensus, BPS Nunukan Gelar Pelatihan Sensus Ekonomi 2026 Enam Unit SPPG Selesai Dibangun Namun Belum Dibayar, Investor SPPG 3T di Perbatasan RI Tagih Janji Pembayaran BGN Sebuah Kios Pulsa di Nunukan Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Advertorial

Program Kaltara Terang, Beri Asa Baru Bagi UMKM di Desa Pelosok Linsayung

badge-check


					 Anggota Komisi VII DPR RI, Rahmawati. membuka peluncuran program ditandai dengan sosialisasi Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk penyediaan tenaga listrik di Desa Linsayung, pedalaman Nunukan. Dok.ESDM Kaltara. Perbesar

Anggota Komisi VII DPR RI, Rahmawati. membuka peluncuran program ditandai dengan sosialisasi Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk penyediaan tenaga listrik di Desa Linsayung, pedalaman Nunukan. Dok.ESDM Kaltara.

TANJUNG SELOR, infoSTI – Program ‘Kaltara Terang di Perbatasan Negeri’, resmi menjangkau Desa Linsayung, Kabupaten Nunukan.

Selain menghadirkan listrik untuk wilayah perbatasan yang selama ini belum terjangkau jaringan, program ini juga difokuskan untuk memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat lewat pemberdayaan UMKM berbasis energi listrik.

Peluncuran program, dibuka oleh Anggota Komisi VII DPR RI, Rahmawati, dan ditandai dengan sosialisasi Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk penyediaan tenaga listrik.

Kepala Dinas ESDM Kaltara, Yosua Batara Payangan, mengatakan, Gubernur Kaltara menekankan agar penyediaan listrik tidak hanya sekadar menerangi rumah warga, tetapi juga mendorong peningkatan produktivitas ekonomi masyarakat.

“Ibu Rahmawati memberikan arahan, dan Bapak Gubernur menegaskan bahwa listrik harus dimanfaatkan untuk menguatkan UMKM dengan peralatan berbasis listrik,” ujarnya, dikonfirmasi Minggu (30/11/2025).

Program Kaltara Terang di Perbatasan Negeri menjadi langkah strategis Pemprov Kaltara dalam mewujudkan pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan terdepan negara.

Sebagai bentuk dukungan nyata, sebanyak delapan perusahaan sektor ESDM ikut berpartisipasi menyumbangkan PLTS berkapasitas 2 kW serta empat unit mesin jahit listrik.

Fasilitas ini diperuntukkan bagi rumah produksi UMKM yang akan mengembangkan produk tas berbahan kulit dan anyaman rotan.

Untuk diketahui, Desa Linsayung, merupakan salah satu lokasi yang selama ini belum memiliki akses listrik memadai, sehingga kehadiran program ini dinilai menjadi tonggak penting untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Ke depan, Pemprov Kaltara berencana memperluas program melalui kolaborasi bersama Kementerian ESDM, PT PLN (Persero), dan pihak swasta.

Skemanya, pemerintah fokus pada penyediaan listrik untuk permukiman, sementara pihak swasta mengambil peran dalam penyediaan sarana produksi bagi UMKM.

“Kolaborasi ini kami dorong agar pemberdayaan UMKM lebih terarah dan masyarakat bisa merasakan manfaat ekonomi dari hadirnya listrik,” tambah Yosua.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial