Menu

Mode Gelap
Orang Kota Ribut Kenaikan Harga Barang, Kami di Perbatasan RI – Malaysia Memilih Diam Menelan Kekecewaan Pemkab Nunukan Pastikan Pasokan BBM Aman, Meski Banyak Pembelian Gunakan Jerigen Hadiri RPJMD dan Deklarasi Kolaborasi CSR di Jakarta, Hermanus : Harapan Percepatan Pembangunan di Kaltara SPPG Baru di Nunukan Selatan Dibuka, Masyarakat Boleh Kritik, Tapi Bukan Lewat Medsos Api Berkobar Selama 3 Jam di Perkebunan Warga di Mansapa, Nunukan Selatan, Lebih 2 hektar Lahan Hangus Terbakar Bimtek Kurikulum Berbasis Cinta, Dorong Penguatan Karakter Pendidikan di Nunukan

Advertorial

Tujuh Desa Pedalaman Kaltara Masuk Tahap Awal Program Pemasangan Listrik Gratis 2026

badge-check


					Ilustrasi : ekspresi warga desa mendapat pemasangan listrik gratis. Dok.ESDM Kaltara. Perbesar

Ilustrasi : ekspresi warga desa mendapat pemasangan listrik gratis. Dok.ESDM Kaltara.

TANJUNG SELOR, infoSTI – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara menargetkan tujuh desa di kawasan perbatasan dan pedalaman, untuk masuk dalam tahap pertama program penyediaan listrik tahun 2026.

Langkah ini dipandang strategis untuk membuka akses energi sekaligus menggerakkan ekonomi desa melalui penguatan usaha kecil dan menengah.

Rencana tersebut dibahas dalam rapat koordinasi di Kantor Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltara yang dipimpin Kepala Dinas ESDM, Yosua Batara Payangan.

Yosua menegaskan bahwa penyediaan listrik di wilayah terpencil tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada dampak nyata yang bisa dirasakan masyarakat.

“Setiap program kelistrikan harus memberi nilai tambah. Tidak cukup hanya memasang jaringan, tetapi juga mendorong kegiatan ekonomi baru yang membuat desa berkembang,” ujarnya, Sabtu (29/11/2025).

Tujuh desa yang menjadi sasaran awal, merupakan wilayah yang hingga kini belum menikmati aliran listrik dan masuk kategori prioritas pemerintah.

“Sebagian besar desa ini berada di perbatasan dan pedalaman, dan selama ini masih mengandalkan genset atau lampu tenaga surya berkapasitas kecil,” jelasnya.

Pemerintah juga membuka peluang kerja sama dengan perusahaan-perusahaan energi untuk memperkuat dukungan terhadap program ini.

“Kolaborasi dengan dunia usaha sangat penting. Kami berharap ada kontribusi nyata, seperti pembangunan fasilitas produksi atau pemberian pelatihan pengelolaan energi bagi UMKM desa,” tambahnya.

Yosua optimistis hadirnya listrik di tujuh desa tersebut akan membawa perubahan signifikan.

Akses energi diyakini akan memacu pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan pekerjaan, sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Ketika listrik masuk, potensi lokal bisa diolah dengan lebih produktif—baik hasil pertanian, perikanan, maupun kerajinan,” pungkasnya.

Pertemuan, turut dihadiri perwakilan PLN, kepala desa, serta sejumlah perusahaan yang bergerak di sektor energi dan sumber daya mineral.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial