Menu

Mode Gelap
Jasad Bayi Perempuan Ditemukan Tewas Membusuk Dalam Tas Hitam di Pulau Sebatik Bupati Nunukan Pastikan Prioritas Pembangunan Jalan Krayan, Dibangun Dengan Skema Multiyears Untuk Periode 2027–2029 Operasi Narkoba di Sebatik Barat, Polisi Amankan 4 Pemain Sabu Sabu, Sita 33 Paket Hemat Siap Edar Harga Rumput Laut Nunukan Mencapai Rp 31.000/Kg, Upah Pengikat Bibit Naik, Jumlah Produksi Ikut Terdongkrak Sudah 8 Bulan Kasus Dugaan Korupsi Koperasi PNS Nunukan Belum Masuk Persidangan, Polisi : Bakal Ada ASN Jadi Tersangka Baru Diterpa Angin Kencang, Sekitar 12 Atap Bangunan di Pedalaman Sebuku Porak Poranda, Termasuk Gedung SMP

Kaltara

Terbawa Ombak, 9 Pemancing Nunukan Masuk Perairan Malaysia

badge-check


					9 pemancing asal Nunukan yang terbawa ombak ke perairan Sempan, Malaysia. Sempat dibawa ke Pos Maritim sebelum akhirnya diperbolehkan pulang, Perbesar

9 pemancing asal Nunukan yang terbawa ombak ke perairan Sempan, Malaysia. Sempat dibawa ke Pos Maritim sebelum akhirnya diperbolehkan pulang,

NUNUKAN, infoSTI – Sembilan orang pemancing asal Nunukan, Kalimantan Utara, masuk perairan Sempan Malaysia, akibat terseret ombak, Minggu (9/2/2025).

Para pemancing inipun, sempat diamankan petugas Malaysia, dan dibawa ke Pangkalan Pos Maritim, Tawau.

‘’Peristiwa tersebut terjadi Minggu sore kemarin. Mereka didata dan diperbolehkan pulang,’’ ujar Danlanal Nunukan, Kolonel Laut (P) Handoyo, melalui pesan tertulis.

Untuk diketahui, Perairan Sempan, Malaysia, berada tidak jauh dari lokasi keberadaan Pos Maritim Malaysia, atau biasa dikenal masyarakat Nunukan sebagai Pos Putih.

Sementara keberadaan Pos Putih yang merupakan Pos Pengawasan perbatasan Malaysia, bisa dilihat jelas dari Pelabuhan Speed Boad Liem Hie Djung, Nunukan.

Handoyo menuturkan, informasi adanya rombongan pemancing yang terdiri dari 9 orang dengan 3 unit perahu, diperoleh dari laporan masyarakat.

Pangkalan TNI AL Nunukan, melalui Pos Tinabasan, mencoba menghubungi salah satu pemancing yang turut diamankan, dan mendapat kebenaran info tersebut.

Pada akhirnya, diperoleh data nama nama pemancing yang diamankan di Pos Maritim Malaysia.

Mereka adalah, Dulah, Erwin, Bambang, Edy, Nasution, Harun, Saipul, Purwanto dan Jefry.

‘’Mereka pemancing musiman. Pekerja di Nunukan yang mengisi waktu dengan memancing,’’ jelas Handoyo.

Hubungan kekerabatan antara petugas di perbatasan Negara dengan masyarakat, terbilang cukup baik.

Alhasil, para WNI tersebut, hanya didata, sebelum dipersilahkan pulang.

‘’Masuknya mereka ke perairan Malaysia itu bukan kesengajaan. Tapi karena kapal mereka terbawa gelombang,’’ tegas Handoyo.

Handoyo mengingatkan, masyarakat yang melakukan aktifitas di laut, khususnya yang dekat dengan perbatasan territorial Negara, hendaknya melengkapi perahunya dengan GPS.

Hal tersebut untuk mengantisipasi pelanggaran batas wilayah Negara, seperti kasus 9 pemancing yang terseret ombak masuk perairan Malaysia.

‘’Dan jika ada kendala apapun di laut, silahkan langsung menghubungi TNI AL,’’ kata dia.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara