NUNUKAN, infoSTI – Bupati Nunukan, Kalimantan Utara, Irwan Sabri, merayakan HUT RI 81 tahun di pelosok perbatasan RI – Malaysia di dataran tinggi Krayan.
Sebagaimana diberitakan, warga Krayan sempat menyuarakan protes atas abainya pemerintah terhadap kondisi jalan mereka yang tak pernah bagus sejak dahulu.
Mereka bahkan menyatakan tak mau merayakan HUT RI 81 sebagai bentuk kekecewaan mereka. Bagaimana tidak, setiap musim penghujan, jalanan Krayan menjelma lumpur yang menenggelamkan badan kendaraan.
Mobil gardan ganda tertanam di jalan, supir dan kernet harus bermalam di hutan, orang sakit masih harus ditandu naik turun gunung ke fasilitas kesehatan, harga kebutuhan pokok melonjak, begitu juga biaya transportasi.
Mereka lelah bersuara karena tak pernah ada respon. Semua menjadi dasar atas penolakan mereka merayakan HUT RI.
Irwan Sabri mengatakan, kedatangan ke Krayan saat ini, menjadi bagian dari ikhtiar pemerintah terhadap kondisi Krayan. Sekaligus melihat langsung kondisi di lapangan serta kebutuhan masyarakat.
Bersama unsur Forkopimda dan para ketua adat, Irwan Sabri menyambangi gereja yang terdampak musibah angin kencang beberapa waktu lalu.
Menelusuri Jalan Lingkar Lembudud, Krayan Barat, menuju Long Layu, Krayan Selatan. Jalan yang menjadi urat nadi pergerakan ekonomi masyarakat ini, mengalami kerusakan sangat parah dan memutus total jalur kendaraan.
“Pemkab Nunukan sudah mengalokasikan anggaran BTT untuk perbaikan jalan. Sementara ini ada lima titik badan jalan yang akan kita perbaiki. Kemudian kita membuat parit umum,” ujar Irwan melalui pesan tertulis, Minggu (16/8/2026).
Ia menargetkan penanganan perbaikan jalan sampai sepekan ke depan. Pemda Nunukan juga bakal terus melakukan koordinasi lebih lanjut dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara untuk penanganan kerusakan jalan secara lebih menyeluruh.
“Mudah-mudahan target yang akan diintervensi oleh pemerintah daerah bisa selesai seminggu ini. Selanjutnya, Pemda Nunukan bersama Pemprov Kaltara segera menggelar rapat koordinasi antara Dinas PU, BPBD. Harapan kita bisa diakomodir dan dilaksanakan kegiatan sebanyak 13 titik ruas jalan,” imbuhnya.

Mobil gardan ganda yang mengangkut kebutuhan warga Krayan. Supir harus terus berjibaku melawan jebakan lumpur. Dok.Oktafianus Ramli.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Nunukan, Rian Antoni, mengatakan, kerusakan jalan di Krayan memang butuh perhatian dan kepedulian pemerintah daerah maupun Pemerintah Pusat.
Sampai hari ini, masyarakat Krayan masih kesulitan mendapat jalan yang baik. Mereka sulit mengeluarkan hasil sawah dan kebun. Buah buahan banyak yang membusuk di pohon karena akses yang rusak.
Ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Nunukan yang telah mengalokasikan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) melalui BPBD, untuk mengintervensi kondisi Krayan.
“Kami berharap Pemprov Kaltara bisa juga melihat secara langsung persoalan yang dihadapi masyarakat Krayan. Semoga apa yang sudah dilakukan pemerintah kabupaten ini, bisa menggugah pemerintah provinsi dan bahkan pemerintah pusat untuk lebih peduli kepada warga di perbatasan, khususnya warga perbatasan negara di Krayan,” kata Rian.











