Menu

Mode Gelap
Anggaran Bagi Cabor Berprestasi Selalu Minus, DPRD Nunukan Minta KONI Tak Jadikan Atlet Sebagai Pengemis Cerita Bocah 6 Tahun Ditelantarkan Ayahnya yang ODGJ, Tidur di Sembarang Tempat, Makan Dari Mengais Sampah Merasa Diabaikan Negara, Warga Perbatasan RI – Malaysia di Krayan Tolak Rayakan HUT RI 81 Gigi Palsu Copot dan Masuk Saluran Pipa Pembuangan Air, Lansia di Nunukan Minta Tolong Petugas Damkar Ujaran Kebencian di Medsos Picu Amarah Suku Dayak, Polisi Galakkan Patroli Cyber Untuk Mencari Pelaku DPRD Nunukan Mengingatkan Penyaluran Beasiswa Harapan Energi Baru Harus Adil dan Merata

Nunukan

Cerita Bocah 6 Tahun Ditelantarkan Ayahnya yang ODGJ, Tidur di Sembarang Tempat, Makan Dari Mengais Sampah

badge-check


					Bocah 6 tahun asal Sebatik yang dijemput Peksos. Bocah malang tersebut ditelantarkan ayahnya yang ODGJ, tak punya rumah, makan mengais sampah. Dok.DSP3A Nunukan. Perbesar

Bocah 6 tahun asal Sebatik yang dijemput Peksos. Bocah malang tersebut ditelantarkan ayahnya yang ODGJ, tak punya rumah, makan mengais sampah. Dok.DSP3A Nunukan.

NUNUKAN, infoSTI – Pekerja Sosial (Peksos) dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A) Nunukan , Kalimantan Utara, menjemput bocah laki laki berusia 6 tahun yang sempat diserahkan warga ke Polsubsektor Sebatik Tengah.

Bocah tersebut, tak terurus dan menjadi perhatian warga ketika terlihat sering tidur di sembarang tempat, juga mengais tong sampah untuk mencari makanan sisa untuk ia makan.

Kabid Rehabilitasi Sosial DSP3A Nunukan, Yarius menuturkan, bocah tersebut, ditelantarkan ayahnya yang diduga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

“Hasil penjangkauan menunjukkan bahwa anak tinggal bersama ayah kandung. Dari hasil observasi dan asesmen awal, ayah kandung diduga mengalami gangguan kejiwaan sehingga belum mampu menjalankan fungsi pengasuhan secara optimal,” ujar Yarius, dihubungi Senin (10/8/2026).

Saat petugas Peksos mencoba berkomunikasi dengan sang ayah, komunikasi tersebut tak efektif karena jawaban yang diberikan tak koheren dan tak nyambung.

“Menurut ketua RT dan Pak Camat, si ayah sepertinya menderita tekanan mental sejak cerai dan ditinggal istrinya bekerja di Malaysia. Itu sudah sangat lama, dan diduga sejak itulah terjadi penelantaran,” jelasnya.

Beruntung si bocah hanya dibiarkan tak diurus, tak pernah mendapat tindak kekerasan dari ayahnya.

Seakan sadar kondisi ayahnya tak mungkin mampu memberinya perlindungan dan penghidupan layak, bocah malang tersebut mencoba survive dengan caranya sendiri.

“Salah satunya mengais makanan sisa di tempat sampah untuk ia makan,” tutur Yarius.

Penjangkauan yang dilakukan Peksos, sementara berfokus pada si anak yang dinilai lebih membutuhkan penanganan urgen dan sesegera mungkin.

Setelah dibawa menyeberang ke Nunukan untuk dimandikan dan diberi pakaian layak, ia kemudian diantar ke LKSA Aisiyah Ruhama.

Di tempat ini, bocah malang tersebut berbaur dengan teman sebaya, dan akan sekolah seperti anak lainnya.

“Semoga dia menjadi anak yang sukses kedepannya. Sekarang dia sudah ada tempat untuk tidur dan bisa makan layak untuk menunjang pendidikannya,” kata Yarius.

Facebook Comments Box

Trending di Nunukan