Menu

Mode Gelap
Ujaran Kebencian di Medsos Picu Amarah Suku Dayak, Polisi Galakkan Patroli Cyber Untuk Mencari Pelaku DPRD Nunukan Mengingatkan Penyaluran Beasiswa Harapan Energi Baru Harus Adil dan Merata Sosialisasikan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak, Said Hasan Ajak Masyarakat Berani Speak Up Sosialisasikan Perda Anti Narkoba, Tri Wahyuni : Hindari Godaan dan Tekanan Teman Sebaya Pasokan BBM ke Nunukan Sempat Terhenti Akibat Cuaca Buruk, Bensin Sempat Dibanderol Rp 40.000/Liter Cerita Korban Banjir Bandang Nunukan, Air Masuk Rumah Saat Tidur, Mobil Sampai Hanyut

Advertorial

Gandeng Jaksa, DPRD Nunukan Sosialisasikan Pentingnya Satgas Anti Narkoba di Lingkungan Sekolah

badge-check


					Anggota DPRD Nunukan, Muhammad Mansur menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda) Nomor 3 Tahun 2021 tentang Fasilitasi Pencegahan dan Penanggulangan terhadap Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika, Psikotropika, Prekursor Narkotika dan Zat Adiktif lainnya, di SMAN I Nunukan, Rabu (5/8/2026). Dok.DPRD Nunukan. Perbesar

Anggota DPRD Nunukan, Muhammad Mansur menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda) Nomor 3 Tahun 2021 tentang Fasilitasi Pencegahan dan Penanggulangan terhadap Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika, Psikotropika, Prekursor Narkotika dan Zat Adiktif lainnya, di SMAN I Nunukan, Rabu (5/8/2026). Dok.DPRD Nunukan.

NUNUKAN, infoSTI – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nunukan, Kalimantan Utara, Muhammad Mansur, meminta Dinas Pendidikan (Disdik) segera membentuk Satgas Anti Narkoba di tiap sekolah, guna pencegahan serta antisipasi penyalahgunaan narkotika sejak dini.

Statemen tersebut, dinyatakan saat Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda) Nomor 3 Tahun 2021 tentang Fasilitasi Pencegahan dan Penanggulangan terhadap Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika, Psikotropika, Prekursor Narkotika dan Zat Adiktif lainnya, di SMAN I Nunukan, Rabu (5/8/2026).

‘’Mengapa Satgas ini penting? lingkungan sekolah sangat rentan menjadi sasaran peredaran narkoba, terutama menyasar remaja usia sekolah. Pembentukan satgas ini menjadi langkah proteksi dini agar sekolah menjadi zona yang aman dan nyaman bagi siswa untuk belajar,’’ ujarnya.

Ia menguraikan, Satgas Anti Narkoba di sekolah adalah tim khusus yang dibentuk untuk melindungi pelajar dari penyalahgunaan obat terlarang.

Satgas terdiri dari siswa, guru, dan staf sekolah yang dilatih langsung oleh pihak berwajib atau BNN untuk menjalankan fungsi pencegahan, pengawasan, dan pelaporan di lingkungan pendidikan.

Ketika Satgas terbentuk, lanjutnya, akan terjadi sebuah upaya pencegahan/preventif, sekolah dan aktifitas pelajar lebih terawasi.

Tumbuh kesadaran para siswa untuk peduli dengan lingkungannya, sehingga mereka memiliki keberanian dan inisiatif melapor dugaan terjadinya transaksi maupun penyalahgunaan narkoba yang dilakukan teman temannya.

‘’Ada pelaporan, tentu ada penindakan. Satgas Anti Narkoba wajib memberi psikologis dan mengarahkan siswa yang menjadi korban ke layanan rehabilitasi terpercaya,’’ kata Mansur.

Keberadaan Satgas Anti Narkoba juga bisa dimanfaatkan sebagai sarana kampanye yang edukatif atas dampak penyalahgunaan narkoba.

Sekolah juga bisa mengadakan kegiatan ekstrakurikuler khusus untuk mengarahkan energi dan kreativitas siswa ke arah yang positif, seperti Pramuka yang berkolaborasi membentuk Saka Anti Narkoba

‘’Bisa juga nanti Satgas mengadakan seminar kecil kecilan. Bisa mengundang Aparat Penegak Hukum,’’ imbuhnya.

Ia kembali menegaskan, perang terhadap narkoba harus dilakukan semua unsur dan lapisan masyarakat. Dampak merusak narkoba telah merusak generasi, sehingga kepedulian dan ketegasan menjadi perkara yang dibutuhkan.

Perang melawan narkoba khususnya di lingkungan sekolah, merupakan gerakan kolektif untuk menolak, mencegah, dan memberantas penyalahgunaan narkotika demi menyelamatkan generasi muda dari bahaya kerusakan fisik dan mental.

Hal ini menjadi sangat krusial karena usia sekolah terutama remaja, adalah masa transisi rentan terhadap pengaruh negatif dan tekanan social.

‘’Jangan pernah beri celah sedikitpun bagi narkoba masuk sekolah,’’ tegas Mansur.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial