Menu

Mode Gelap
Perahu Terbalik Saat Menyeberang Sungai, Pasangan Suami Istri di Nunukan Ditemukan Tewas Tenggelam Banyak Atap Bangunan Beterbangan Saat Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Melanda Dataran Tinggi Krayan Dilaporkan Hilang, Seorang Nelayan Pulau Sebatik Ditemukan Tewas Dalam Posisi Duduk Diatas Perahu Pasca Banjir di Pulau Sebatik, Camat Pastikan Layanan Penduduk Tak Terganggu Cerita Olivia, Ibu Tujuh Anak di Perbatasan RI – Malaysia yang Menjadi Sasaran Bedah Rumah Oleh Kodim 0911 Nunukan Banjir di Pulau Sebatik Surut, Tinggalkan Kerugian Besar di Sektor Pertanian Hingga Peralatan Elektronik Kantor Desa

Nunukan

Perahu Terbalik Saat Menyeberang Sungai, Pasangan Suami Istri di Nunukan Ditemukan Tewas Tenggelam

badge-check


					Tim SAR memulai do'a untuk pencarian Pasutri warga Pulau Keras yang dilaporkan hilang Rabu (15/7/2026). Keduanya dtemukan tewas akibat perahunya terbalik terkena arus sungai. Dok.BPBD Nunukan. Perbesar

Tim SAR memulai do'a untuk pencarian Pasutri warga Pulau Keras yang dilaporkan hilang Rabu (15/7/2026). Keduanya dtemukan tewas akibat perahunya terbalik terkena arus sungai. Dok.BPBD Nunukan.

NUNUKAN, infoSTI – Sepasang suami istri, Kuntakan (53) dan Masundi (52), warga Desa Pulau Keras, Kecamatan Sembakung Atulai, Nunukan, Kalimantan Utara, dilaporkan hanyut terbawa banjir.

Masyarakat sekitar mendapati perahu ketinting milik pasutri tersebut, terbalik diterjang arus sungai Sembakung.

Kasi Penyelamatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan, Hasanuddin mengatakan, peristiwa hilangnya sepasang suami istri tersebut, dilaporkan pada Rabu (15/7/2026).

‘’Pasangan suami istri Bapak Kuntakan dan Ibu Masundi pergi ke kebun Rabu 15 Juli 2026. Lokasi kebun mereka ada di seberang sungai Sembakung,’’ ujar Hasan melalui pesan tertulis, Jumat (17/7/2026).

Sejak itu, tetangga sekitar tak melihat pasangan tersebut, sampai kemudian, Kamis (16/7/2026) sekitar pukul 06.30 wita, warga menemukan perahu yang dikenali milik Bapak Kuntakan terbalik, di tengah sungai.

‘’Temuan tersebut dilaporkan ke kami,’’ lanjut Hasan.

Berdasarkan informasi dan laporan tersebut, BPBD membentuk bersama tim gabungan untuk melakukan upaya pencarian terhadap kedua korban.

Mereka menyisir sepanjang aliran sungai Sembakung. Sampai kemudian tim pencari berhasil menemukan kedua korban dalam kondisi tewas.

Korban yang pertama ditemukan, adalah Masundi. Ia ditemukan di wilayah Desa Sebuluan, dengan jarak sekitar 25 km ke arah hilir dari titik awal diduga lokasi jatuhnya korban, Kamis (16/7/2026).

Adapun korban Kuntakan, baru ditemukan Jumat (17/7/2026), sekitar pukul 09.00 wita, dengan jarak cukup jauh dari lokasi kejadian.

‘’Operasi pencarian kami tutup hari ini. Kami mohon masyarakat selalu berhati hati karena arus sungai Sembakung cukup deras,’’ kata Hasan.

Facebook Comments Box

Trending di Nunukan