NUNUKAN, infoSTI – Sebuah mobil boks pengangkut MBG terjebak lumpur dan mengakibatkan pengiriman ke sekolah sekolah di wilayah Kecamatan Sebatik Timur terlambat, Rabu (10/6/2026).
Dalam video yang diunggah di Medsos, terlihat mobil boks dengan logo MBG, dalam kondisi miring karena bagian ban kanan terbenam lumpur.
Terlihat seorang relawan MBG yang berusaha mendorong mobil agar bisa keluar dari jalanan yang buruk tersebut. Namun usahanya sia sia. Mobil semakin terbenam dan sulit keluar dari jebakan lumpur.
Salah seorang guru sekolah penerima manfaat MBG, Asdar, meminta pihak SPPG mengupayakan perbaikan jalan, agar kejadian keterlambatan pengiriman ke sekolah tidak terus terulang.
‘’Jadi keterlambatan pengiriman MBG hampir selalu terjadi setiap musim penghujan. Semalam hujan lebat mengguyur, dan keterlambatan pengiriman MBG terjadi lagi hari ini,’’ ujar guru MI Al Khairat ini saat dihubungi, Kamis (11/6/2026).
Asdar menuturkan, mobil boks MBG milik SPPG Tanjung Aru, Sebatik Timur tersebut, terjebak lumpur di jalanan yang tak jauh dari lokasi SPPG.
SPPG Sebatik Timur sendiri, berada di dalam gang dengan jarak sekitar 50 sampai 60 meter dari jalan raya. Status SPPG Sebatik Timur, masih mengontrak bangunan, sehingga pemilik bangunanlah yang sebenarnya bertanggung jawab atas kondisi jalan keluar menuju jalan raya beraspal.
‘’Setidaknya pihak SPPG mengupayakan perbaikan jalan itu. Entah mungkin kerja sama dengan pemilik bangunan atau cara lain, asal mobil tak terlambat mengantar MBG,’’ kata Asdar.
Ia mengakui, setiap terjadi keterlambatan, supir maupun penanggung jawab SPPG Sebatik Timur selalu mengirimkan alasan melalui chat dan video yang memperkuat alasan dimaksud.
Namun tetap saja, masalah utamanya adalah jalan timbunan yang selalu menjelma lumpur dan menjadi alasan utama keterlambatan pengiriman MBG ke sejumlah sekolah di wilayah Kecamatan Sebatik Timur.
‘’Kejadian sudah berulang kali. Jangan hanya inisiatifnya mengirimkan video yang menjadi bukti keterlambatan. Harus ada tanggung jawab dan mengatasi akar masalah,’’ tegasnya.
Menurut Asdar, keterlambatan pengiriman MBG, diatas pukul 10.00 wita, menempatkan pihak sekolah pada opini buruk masyarakat.
Mereka akan bertanya bagaimana jatah omprengan MBG anak anak yang sudah pulang sekolah, dan masalah tersebut akan menggiring opini negatif publik seperti pemberitaan di banyak wilayah lainnya.
Guru menjadi objek prasangka buruk, yang membuat para pendidik serba salah dan tak fokus mengajar hanya gara gara dituding mengambil jatah MBG muridnya.
Selama ini, ketika omprengan jatah murid kelas 1 dan 2 yang lebih dulu pulang sekolah atau jatah murid yang tak masuk sekolah diterima, guru MI Al Khairat memberikannya kepada murid yang masih ingin nambah, atau mereka yang berniat membawa pulang MBG untuk keluarga di rumah.
‘’Selain itu, jalanan buruk juga membuat kualitas MBG ikut buruk. Saat menu sayur berkuah khususnya, guncangan mobil mengakibatkan kuah sayur bercampur dengan buah atau lauk lain. Bagi yang tak doyan sayur, MBG akan mubazir,’’ kata dia.
‘’ Seringkali kami para guru menyarankan kepada orang tua murid kelas rendah (kelas 1 dan 2), tetap menunggu agar anaknya mendapatkan paket MBG meski lambat. Ada hal hal yang diluar kendali meski itu bukan yang pertama,’’ imbuhnya.
Kepala SPPG Sebatik Timur, Zulkifli mengakui ada insiden mobil MBG yang terjebak lumpur.
Pihaknya juga mengirimkan pesan permintaan maaf ke sekolah melalui Hp, termasuk video kejadian untuk memperkuat alasan tersebut.
‘’Mobil amblas karena akses jalan dapur memang belum di aspal dan di kerikil, hanya tanah liat. Terkait itu (perbaikan jalan), bukan ranah kami,’’ jawabnya.











