Menu

Mode Gelap
Harga TBS Kelapa Sawit Kaltara Ditetapkan Rp 3.362.Kg, Bupati Nunukan Warning Pabrik Patuhi Harga yang Disepakati Kejari Nunukan Musnahkan Barang Bukti Pidana Umum Periode Februari – April 2026 Prihatin Nasib Anak Sekolah di Tapal Batas, Pemda Nunukan dan TNI Gotong Royong Bangun Jembatan Darurat Harga Sembako di Perbatasan RI – Malaysia Alami Kenaikan Imbas Melemahnya Nilai Tukar Rupiah Inflasi Tahunan Nunukan Sebesar 2,03 Persen, Kelompok Perawatan Pribadi Mencatatkan Kenaikan Tertinggi Cerita Murid Sekolah Tapal Batas, Nekat Seberangi Sungai Banjir Demi Ujian Semester, Nikmati MBG di Pinggir Kali Karena Jembatan Ambruk

Hukrim

Pengungkapan Kasus Narkoba di Perbatasan RI – Malaysia Turun Signifikan di Periode 2025

badge-check


					Ilustrasi : Pemusnahan narkoba di Mapolres Nunukan bersama unsur Forkopimda. Perbesar

Ilustrasi : Pemusnahan narkoba di Mapolres Nunukan bersama unsur Forkopimda.

NUNUKAN, infoSTI – Polres Nunukan, Kalimantan Utara, mencatatkan penurunan signifikan dalam pengungkapan kasus narkoba asal Malaysia.

Padahal, Nunukan yang memiliki geografis perbatasan sepanjang garis pantai dan daratan, diakui sebagai salah satu jalur sutra pemasukan narkoba dari Malaysia.

Kapolres Nunukan, AKBP Bonifasius Rumbewas mengatakan, tahun 2025, Satreskoba Polres Nunukan mengungkap 70 kasus, jauh lebih sedikit dari tahun sebelumnya.

‘’Jumlah pengungkapan, menurun dibanding 2024. Ada penurunan sebanyak 37 kasus dibanding tahun sebelumnya,’’ ujarnya, Kamis (1/1/2026).

Ia menguraikan, pada 2024, Satresnarkoba Polres Nunukan berhasil mengungkap 107 kasus narkotika, dengan barang bukti mencapai 120.591,37 gram atau sekitar 120 kilogram sabu, serta 747 butir pil ekstasi.

Sementara Tahun 2025, Satreskoba mencatat penangkapan 16.210,07 gram sabu sabu, 5 botol liquid kemasan 10 ml, 1 botol liquid kemasan 40 ml, dan 1 botol liquid kemasan 24,69 ml.

Terdapat 96 orang tersangka, terdiri dari 88 laki laki dan 8 orang perempuan.

Boni mengakui, penurunan tersebut, bukan berarti petugas di lapangan yang demikian gencar melakukan pengintaian hingga penangkapan, melainkan ada perubahan modus pengiriman para pemain narkoba.

Barang yang biasanya dikirim melalui laut ke dermaga dermaga illegal, atau menitipkannya melalui WNI yang pulang kampung, telah sepenuhnya berubah.

‘’Narkoba saat ini banyak tidak lewat Nunukan. Para pemain narkoba membuka jalan ke wilayah lain,’’ jelasnya.

Boni menegaskan, Polres Nunukan tidak pernah mengendurkan semangat dan kinerjanya dalam memerangi narkoba.

‘’Kami terus melakukan pencegahan, baik di masyarakat maupun unsur lain. Kami berusaha mencegah secara masif agar peredaran dan pemasukan narkoba terus menurun,’’ kata dia.

Facebook Comments Box

Trending di Hukrim