Menu

Mode Gelap
Diterpa Angin Kencang, Sekitar 12 Atap Bangunan di Pedalaman Sebuku Porak Poranda, Termasuk Gedung SMP HUT RI 81, Bendera Dayak Borneo Dikibarkan di Jalanan Rusak di Pelosok RI – Malaysia di Dataran Tinggi Krayan Cerita Imam Yusuf Napi Penerima RU II di HUT RI 81, Salah Jalan Karena Kecanduan Game Online, Menitip Pesan Bagi Para Gamer Sebanyak 967 WBP Lapas Nunukan Terima Remisi HUT RI 81, 13 Orang Langsung Bebas Respon Pernyataan Warga Perbatasan Tak Mau Rayakan Kemerdekaan, Bupati Nunukan Rayakan HUT RI 81 di Krayan Cerita Edy Santri, Warga Nunukan yang Setiap Tahun Sisihkan Uang Untuk Beli Bendera Merah Putih dan Dibagikan ke Masyarakat

Nunukan

Pemkab Nunukan Alokasikan Rp 3 Miliar Untuk Kredit UMKM Tanpa Bunga Dengan Target Pengembalian Maksimal 2 Tahun

badge-check


					UMKM di Jalan Tanah Merah Nunukan. Perbesar

UMKM di Jalan Tanah Merah Nunukan.

NUNUKAN, infoSTI– Pemkab Nunukan, Kalimantan Utara, menyediakan anggaran Rp 3 miliar sebagai pinjaman modal untuk para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Kepala Bidang UMKM pada Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Nunukan, Mardiana mengatakan, anggaran tersebut ditargetkan untuk 120 UMKM.

‘’Masing masing UMKM mendapat plafond maksimal Rp 25 juta, dengan bunga nol persen, dan maksimal waktu pengembalian selama dua tahun,’’ ujarnya melalui pesan tertulis, Senin (27/7/2026).

Dijelaskan Mardiana, alokasi anggaran tersebut, merupakan hasil kerjasama Pemkab Nunukan dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kaltimtara, yang bertujuan membantu dan memudahkan pelaku UMKM untuk bertahan dan memajukan usahanya di tengah ketidakpastian ekonomi saat ini.

Untuk memperoleh pinjaman modal, kata Mardiana, para pelaku UMKM, diimbau menyiapkan KTP, NIB, usaha produktif dan syarat ketentutan lain yang ditentukan bank sesuai hasil verifikasi lapangan.

‘’BPD Kaltimtara mematangkan format brosur, formulir, serta dokumen pendukung. Saat ini di kami sudah ada sekitar 70an usaha mikro yang konsultasi sekaligus verifikasi basis data sebelum pengajuan ke BPD,’’ kata Mardiana.

Bantuan modal bagi UMKM tentu menjadi angin segar bagi pelaku usaha, yang notabene memiliki kendala dalam akses pembiayaan.

Mendapatkan dan mengelola modal usaha UMKM adalah tantangan yang harus dihadapi oleh setiap pelaku usaha.

Dengan memahami berbagai sumber modal, menentukan prioritas pengelolaan keuangan, serta memanfaatkan teknologi untuk efisiensi, bisnis UMKM dapat bertahan dan berkembang dengan lebih baik.

‘’Namun, selain modal finansial, aspek legalitas usaha juga tidak boleh diabaikan,’’ pesan Mardiana.

Facebook Comments Box

Trending di Nunukan