Menu

Mode Gelap
Harga TBS Kelapa Sawit Kaltara Ditetapkan Rp 3.362.Kg, Bupati Nunukan Warning Pabrik Patuhi Harga yang Disepakati Kejari Nunukan Musnahkan Barang Bukti Pidana Umum Periode Februari – April 2026 Prihatin Nasib Anak Sekolah di Tapal Batas, Pemda Nunukan dan TNI Gotong Royong Bangun Jembatan Darurat Harga Sembako di Perbatasan RI – Malaysia Alami Kenaikan Imbas Melemahnya Nilai Tukar Rupiah Inflasi Tahunan Nunukan Sebesar 2,03 Persen, Kelompok Perawatan Pribadi Mencatatkan Kenaikan Tertinggi Cerita Murid Sekolah Tapal Batas, Nekat Seberangi Sungai Banjir Demi Ujian Semester, Nikmati MBG di Pinggir Kali Karena Jembatan Ambruk

Advertorial

Seminar IDI di Pulau Sebatik, Para Dokter Ajarkan Masyarakat Menghadapi Situasi Darurat Medis

badge-check


					Plt Sekda Nunukan, Jabbar bersama Ketua IDI Nunukan, dr Sholeh Rauf dalam HUT IDI 75 di Gedung Aztrada, Sebatik, Minggu (26/10/2025). Dok.Prokopim. Perbesar

Plt Sekda Nunukan, Jabbar bersama Ketua IDI Nunukan, dr Sholeh Rauf dalam HUT IDI 75 di Gedung Aztrada, Sebatik, Minggu (26/10/2025). Dok.Prokopim.

NUNUKAN, infoSTI – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Nunukan, menggelar Seminar Awam dan Workshop Kesehatan, yang dilaksanakan di Gedung Aztrada, Sebatik Timur, Minggu (26/10/2025).

Seminar diikuti oleh para ASN, TNI/Polri, para ibu rumah tangga, dan tokoh – tokoh masyarakat.

Ketua IDI Nunukan, dr.Sholeh Rauf mengatakan, seminar bertajuk ‘Bersama kita kuat, membagun solidaritas dalam memajukan IDI Nunukan’ ini, digelar dalam rangka HUT IDI yang ke – 75.

Seminar, bertujuan untuk memberikan edukasi tentang bagaimana melakukan Bantuan Hidup Dasar (BHD).

Untuk diketahui, Bantuan Hidup Dasar (BHD) adalah serangkaian tindakan pertolongan pertama untuk mengembalikan fungsi pernapasan dan sirkulasi pada orang yang mengalami henti napas atau henti jantung.

Tindakan ini mencakup memastikan keamanan, memeriksa kesadaran, melakukan kompresi dada, dan memberikan napas buatan jika perlu.

Tujuannya adalah menjaga suplai oksigen ke organ vital, terutama otak, sampai bantuan medis profesional datang. 

“Pengetahuan ini sangat penting untuk meningkatkan ketahanan, kesehatan dan kesiapsiagaan masyarakat, terhadap situasi darurat medis,” ujar Sholeh.

Selain menghadirkan narasumber dokter dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan, seminar tersebut juga mendatangkan dokter dari Medical Center Tawau, Malaysia, dr. Fadzly.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Nunukan, Jabbar menyampaikan apresiasi kepada IDI Kabupaten Nunukan yang telah menggelar seminar tersebut.

Jabbar menegaskan, kesehatan adalah hak dasar setiap warga negara. Namun, menjaga dan menyelamatkan nyawa sesama bukan hanya tugas tenaga kesehatan.

Ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam kondisi gawat darurat.

“Kesiapsiagaan menghadapi kondisi gawat darurat, seperti henti napas dan henti jantung, sangat bergantung pada respons awal dari masyarakat sekitar. Oleh karena itu, sosialisasi bantuan hidup dasar kepada masyarakat awam menjadi sangat penting, agar siapa pun bisa menjadi penyelamat dalam situasi kritis, bahkan sebelum pertolongan medis tiba,’’ kata Jabbar.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial