Menu

Mode Gelap
Ironi Perbatasan Negeri, Orang Sakit Ditandu Ramai Ramai Naik Turun Bukit, Dibawa ke Pustu Butuh Waktu 8 Jam Pemandangan Awal Masuk Sekolah di Pulau Sebatik, Sekolah Kebanjiran, Sejumlah Murid SD Dipanggul Masuk Sekolah Ini Hasil 10 Hari yang Diminta Pemda Nunukan Saat Masyarakat Sebatik Mengancam Membuka Paksa Pintu Embung Lapri Awal Juli 2026 Prajurit Kodim 0911/Nunukan Padamkan Kebakaran di Rumah Seorang Security RSUD Nunukan Puluhan Tahun Jalanan Krayan Berkubang Lumpur, Janji Pembangunan Dari Pelosok Hanya Sebatas PHP Tertabrak Mobil Saat Belok ke Toko Sembako, Seorang Lansia Pengendara Motor di Pulau Sebatik Terpental Hingga Tewas

Nunukan

Pemandangan Awal Masuk Sekolah di Pulau Sebatik, Sekolah Kebanjiran, Sejumlah Murid SD Dipanggul Masuk Sekolah

badge-check


					Murid SD 004 Sei Limau Sebatik dipanggul kakeknya dan diantar ke sekolah. Hujan deras yang mengguyur Pulau Sebatik semalaman mengakibatkan sebagian besar wilayah Sebatik kebanjiran. Dok.Ismail. Perbesar

Murid SD 004 Sei Limau Sebatik dipanggul kakeknya dan diantar ke sekolah. Hujan deras yang mengguyur Pulau Sebatik semalaman mengakibatkan sebagian besar wilayah Sebatik kebanjiran. Dok.Ismail.

NUNUKAN, infoSTI – Sebuah video seorang laki laki yang memanggul murid SD di tengah banjir yang terjadi di Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara, Senin (13/7/2026), menjadi pemandangan miris di hari pertama masuk sekolah pasca liburan panjang kenaikan kelas.

Video yang banyak dibagikan di medsos tersebut, memperlihatkan seorang laki laki tanpa mengenakan baju memanggul murid SD di pundaknya.

Ia berusaha keras melewati jalan yang tergenang sedalam pahanya. Sesekali tubuhnya terlihat tak stabil dan hampir jatuh, namun gerakan tangannya tetap berupaya agar tubuhnya menjadi seimbang dan anak di atas pundaknya tak terjatuh, atau kotor terkena banjir.

Setelah sampai di salah satu pintu masuk gedung sekolah, si bocah diturunkan, dan lelaki tersebut tersenyum puas dan kembali melewat jalanan terendam banjir yang sebelumnya ia lewati.

‘’Itu video Pak Juhardin yang menggendong cucunya saat hari pertama sekolah. Lokasinya di SDN 004 Sei Limau, Sebatik Tengah,’’ ujar si pengunggah video, Ismail, saat dihubungi.

Ismail mengatakan, ada beberapa orang tua juga melakukan hal serupa. Mereka memanggul anaknya menuju sekolah di tengah kepungan banjir yang melanda pulau Sebatik.

Ia menuturkan, Pulau Sebatik diguyur hujan deras mulai pukul 02.00 sampai pukul 05.00 wita.

Kendati demikian, pihak sekolah tidak ada pengumuman libur, sehingga orang tua banyak yang menggendong anaknya, diantar ke sekolah.

‘’Para orang tua tak ingin semangat belajar anaknya terkendala banjir. Sehingga selama proses belajar mengajar masih berlangsung, mereka berusaha agar anaknya tetap sekolah meski saat ini, sebagian besar Pulau Sebatik mengalami banjir,’’ kata dia.

Di wilayah Kecamatan Sebatik Tengah, banjir menggenangi sejumlah daerah, diantaranya, Desa Maspul, Desa Bukit Harapan, Desa Aji Kuning dan Sei Limau.

Arus banjir, bahkan sempat menghanyutkan pondokan ibu penjual ikan yang memaksanya harus mengungsi dan menumpang tinggal di rumah keluarganya.

‘’Kalau yang terdalam sekitar 1,5 meteran. Tapi arusnya lumayan deras. Pondokan yang ditempati ibu ibu penjual ikan hanyut,’’ kata Ismail menyertakan kiriman video banjir yang menghanyutkan sebagian pondokan tempat berjualan ikan.

Menurut Ismail, banjir yang melanda Pulau Sebatik kali ini, merupakan banjir terparah sejak 2012. Ia berharap, kejadian ini menjadi perhatian pemerintah dan secepatnya bisa dicarikan solusi.

‘’Harapan masyarakat tentu bagaimana supaya banjir ini tak berkelanjutan. Semoga pemerintah serius mengatasi banjir Sebatik,’’ harapnya.

Sementara itu, Kasubid Penyelamatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan, Hasanuddin mengatakan, petugas sedang melakukan pendataan.

Banjir yang terjadi di Pulau Sebatik, memang cukup luas sehingga petugas menyisir lokasi banjir satu persatu, sambil mencatat seluruh dampak kerugian, kebutuhan dan menganalisis situasi untuk merumuskan solusi.

Petugas memulai pendataan dari wilayah Sebatik Barat.

‘’BPBD Nunukan mencatat, di Sebatik Barat terdapat tiga desa terdampak, masing masing, Desa Liang Bunyu, Desa Binalawan dan Desa Setabu,’’ ujar Hasan.

Adapun jumlah rumah yang terdampak lebih 200 unit, dengan ketinggian air sekitar 1 meter di pemukiman.

‘’Kondisi saat ini, air sudah berangsur surut untuk tiga desa di Sebatik barat. Tidak ada korban jiwa dan pengungsi. Kami menuju Sebatik Timur,’’ imbuhnya.

Facebook Comments Box

Trending di Nunukan