Menu

Mode Gelap
Tiga Peristiwa Kebakaran Terjadi Mengawali Juni 2026 di Nunukan Sebanyak 123 Desa di Kaltara Belum Teraliri Listrik, Terkendala Wilayah Terisolasi dan Geografis Ekstrem Hadirkan Akses Pendidikan Layak di Perbatasan, Pemprov Kaltara Bangun 4 Gedung Sekolah dengan Anggaran Rp 24,4 Miliar    Terhentinya Layanan BPJS di RSP Sebatik Diprotes Warga, Begini Penjelasan Dinkes Nunukan Bocah 12 Tahun di Nunukan Tewas Tertimpa Pohon Damar yang Ditebang Warga Abrasi Pantai Pulau Sebatik Terus Terjadi Seiring Penambangan Pasir Ilegal yang Masih Eksis

Kaltara

Tiga Peristiwa Kebakaran Terjadi Mengawali Juni 2026 di Nunukan

badge-check


					Sejumlah Petugas Damkar Nunukan saat mencoba memadamkan kebakaran di Jalan Manunggal Bhakti, Nunukan Timur. Dok.Disdamkar Nunukan. Perbesar

Sejumlah Petugas Damkar Nunukan saat mencoba memadamkan kebakaran di Jalan Manunggal Bhakti, Nunukan Timur. Dok.Disdamkar Nunukan.

NUNUKAN, infoSTI – Tiga peristiwa kebakaran terjadi di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, mengawali pergantian bulan Mei ke Juni 2026.

Peristiwa pertama, terjadi di di sebuah gudang kardus dan plastik yang berada di Jalan Manunggal Bhakti RT 12, Nunukan Timur, Sabtu (30/5/2026).

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Nunukan, Wahyudi Kawariyin mengungkapkan, gudang berukuran sekitar 10 x 20 meter persegi yang terbakar diketahui milik Laode Sadli Jaya Saputra (26).

‘’Penyebab kebakaran, diduga berasal dari puntung rokok anak-anak remaja yang nongkrong di dekat gudang,’’ ujarnya dikonfirmasi, Senin (1/6/2026) sore.

Tumpukan kardus dan plastik yang terbakar, mengakibatkan asap hitam pekat membumbung tinggi ke udara.

Sebanyak delapan unit mobil pemadam kebakaran, diturunkan ke TKP. Sebagian petugas fokus memadamkan api yang membakar gudang, sebagian lainnya langsung melokalisir dan mendinginkan rumah rumah warga di sekitar gudang.

Peristiwa kedua, terjadi di Jalan Dewi Sartika, RT 08, Sei Lancang, Nunukan Selatan. Api membakar bangunan sarang walet milik Ancu (30), Senin (1/6/2026) pagi.

Kebakaran diduga akibat korsleting meteran listrik yang berada pada bangunan tersebut.

Wahyudi menuturkan, dari keterangan warga sekitar, sebelum api berkobar hebat di dalam bangunan berukuran 4×6 meter tersebut, terdengar suara seperti ledakan yang cukup keras.

‘’Sebelum petugas Damkar datang, warga sekitar sempat melakukan pemadaman secara manual, tapi api semakin membesar,’’ kata dia.

Untuk memadamkan kebakaran di Sei Lancang ini, tiga armada mobil pemadam kebakaran dikerahkan.

Selain menghanguskan bangunan sarang walet, api menjalar ke rumah milik salah satu warga. Kaca jendela rumah pecah karena terpapar radiasi panas.

‘’Tidak ada korban luka ataupun korban jiwa dalam kejadian ini. Tapi kerugian materi mencapai ratusan juta rupiah, karena rumah sarang walet sudah menghasilkan,” katanya lagi.

Peristiwa ketiga, menimpa rumah milik Kepala Desa Lapri, di Jalan Poros Polmas RT 02, Kecamatan Sebatik Utara, Syamsu Rijal, Senin (1/6/2026) siang.

Menurut keterangan pemilik rumah, ia membakar kotak telur untuk mengusir nyamuk. Kotak telur, diletakkan di atas kompor gas yang sedang menyala di dapur.

Selanjutnya, ia pergi ke ruang tamu untuk menyemprot nyamuk, lalu kembali lagi ke dapur guna mengambil kotak telur yang telah ia bakar sebelumnya.

‘’Betapa kagetnya Samsurijal saat melihat  api sudah membesar dan merambat ke atap dapur. Seketika dapur rumah sudah dipenuhi kepulan asap,’’ tutur Wahyudi.

Syamsu Rijal langsung menghubungi Damkar, sembari terus berupaya memadamkan api di bagian dapur rumahnya, dibantu para tetangga.

Respon cepat petugas Damkar, dengan tiga unit mobil pemadam, berhasil menyelamatkan rumah Syamsu Rijal dari kobaran api.

Wahyudi mengimbau masyarakat selalu awas dan waspada terhadap instalasi listrik, maupun area dapur.

Hendaknya masyarakat melakukan antisipasi dini, dengan mengganti kabel yang terkelupas. Hindari menumpuk steker pada satu kontak untuk mencegah korsleting.

Selain itu, pastikan regulator gas terpasang erat, periksa kebocoran selang secara berkala, dan jangan tinggalkan kompor menyala tanpa pengawasan.

‘’Lebih baik lagi jika selalu sedia  Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di area yang mudah dijangkau seperti dekat dapur atau pintu utama. Tetap hati hati dan waspada,’’ imbaunya.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara