Menu

Mode Gelap
500 Orang PMI dari Malaysia Segera Dideportasi Melalui Pelabuhan Tunon Taka Nunukan Guru Agama Diduga Dianiaya Kepsek Viral, DPRD Kaltara Berpesan Agar Disdik Nunukan Menjalankan Proses Secara Transparan Kasus Dugaan Bulying dan Penganiayaan Guru Agama di Pulau Sebatik, Bupati Nunukan Rekomendasikan Pemberhentian Kepsek Menanti Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Tunjangan Perumahan DPRD Nunukan, Jaksa : Setelah Hasil BPKP Keluar, Segera Kita Tetapkan   Tabrak Mobil Parkir Hingga Patah Tulang, Pengendara Motor Diduga Dibawah Pengaruh Miras Riuh Kasus Guru SD Diduga Menjadi Korban Bulying Kepala Sekolah, Teman Seangkatan Ramai Ramai Mengecam Tindakan Kepsek

Nunukan

Surat Terbuka Untuk Presiden RI Dibaca di Jalanan Berlumpur Krayan : Kami Terus Berharap Presiden Memahami Kondisi Kami

badge-check


					Aksi demo masyarakat Krayan Timur yang meminta Pemerintah RI memperbaiki jalan mereka. Akses utama tersebut selalu menjadi kubangan lumpur saat musim penghujan, sehingga berakibat luas yang menghambat distribusi logistik, dan memicu kenaikan harga kebutuhan pokok. Dok.Martinus. Perbesar

Aksi demo masyarakat Krayan Timur yang meminta Pemerintah RI memperbaiki jalan mereka. Akses utama tersebut selalu menjadi kubangan lumpur saat musim penghujan, sehingga berakibat luas yang menghambat distribusi logistik, dan memicu kenaikan harga kebutuhan pokok. Dok.Martinus.

NUNUKAN, infoSTI – Masyarakat 17 Desa di Kecamatan Krayan Timur, Dataran Tinggi Krayan, Nunukan, Kalimantan Utara, melakukan aksi demo dan membacakan surat terbuka untuk Presiden RI, Prabowo Subianto.

Hal tersebut, berkaitan dengan kondisi akses jalan utama yang hancur dan merupakan domain Pemerintah Pusat.

Jalan utama yang merupakan urat nadi perekonomian masyarakat, yang menghubungkan Ibu Kota Kecamatan Krayan, Long Bawan dengan Krayan Timur dan Kabupaten Malinau, menjelma kubangan lumpur setiap kali musim penghujan.

Kendaraan akan tertanam dan tak bisa lewat, sehingga mengakibatkan pasokan Sembako dan kebutuhan penting lain, menjadi terhambat.

Akibatnya, stok barang menipis dan harga harga barang naik. Anak anak sekolah, guru dan pegawai harus rela bertelanjang kaki, menggulung celana agar tak terkena lumpur.

‘’Bahkan masyarakat kami yang sakit, harus digotong tandu untuk berobat ke Rumah Sakit Pratama Krayan. Penanganan medis sering terlambat akibat jalanan kami yang rusak parah,’’ ujar perwakilan Forum Masyarakat Krayan Timur, Aprem, dihubungi Senin (2/2/2026).

Jalan utama tersebut, kata Aprem, sebenarnya sudah dilakukan 4 kali perawatan. Namun kondisinya kembali menjadi kubangan lumpur karena nihilnya peningkatan jalan.

Ia menegaskan, jalan di dataran tinggi Krayan, semuanya butuh peningkatan dan pembangunan.

Masyarakat di perbatasan RI – Malaysia ini, butuh perhatian khusus pemerintah RI.

‘’Dan yang kami bisa adalah mencoba menjadikan aksi kami viral. Dengan demikian, harapan kami diperhatikan oleh negara bisa terkabul,’’ harapnya.

Selain melibatkan warga 17 desa di Kecamatan Krayan Timur, anak anak pelajar juga ikut unjuk rasa.

Anak anak yang masih belia tersebut mengaku ingin merasakan jalanan yang mudah dilewati, sehingga mereka tak perlu selalu terpeleset dan terjatuh di kubangan lumpur setiap kali musim penghujan.

‘’Keinginan kami sangat sederhana. Kalaupun tak diaspal, setidaknya ada peningkatan jalan supaya kami bisa lalui dengan mudah. Kondisi ini sudah sangat lama, dan kami masih belum berhenti berharap adanya perhatian pemerintah,’’ tegas Aprem.

Di Krayan, jalur ini adalah harapan masyarakat untuk bisa menikmati produk atau barang barang dalam negeri yang dilansir dari Kabupaten Malinau.

Selama ini, Sembako dan bahan kebutuhan pokok lain, mayoritas diperoleh dari Malaysia.

‘’Kami bagian dari NKRI, dan menjadi patok hidup perbatasan negara. Yang kita tuntut dari dulu adalah akses jalan yang layak. Semoga suara kami bisa sampai Jakarta, dan didengar Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto yang kami cintai,’’ kata Aprem.

Ada 5 poin aspirasi masyarakat Krayan yang ditulis sebagai surat terbuka bagi Presiden Prabowo Subianto.

  1. Agar kiranya Bapak Presiden Prabowo mau memperhatikan nasib masyarakat Krayan.
  2. Meminta Presiden RI Prabowo Subianto, serius dalam mendorong percepatan pembangunan jalan dari Long Bawan menuju Kecamatan Timur, yang merupakan jalan di tapal batas negara.
  3. Kiranya Presiden RI, Prabowo Subianto segera membangun serta meningkatkan sarana prasarana di bidang pendidikan, kesehatan dan pertanian.
  4. Supaya Presiden RI, Prabowo Subianto peduli terhadap masalah social, ekonomi, hingga pelayanan publik di Krayan.
  5. Agar Presiden RI, Prabowo Subianto memberi kebijakan/diskresi, terkait pengadaan alat maupun logistik dari Serawak, Malaysia Timur, guna menunjang percepatan akses menuju Krayan Timur, khususnya ruas jalan nasional dari Long Bawan Krayan ke Long Umung Krayan Timur.

‘’Kami terus berharap agar kiranya ini menjadi atensi dan perhatian khusus Bapak Presiden RI Prabowo Subianto. Besar harapan kami Bapak Presiden Prabowo yang kami cintai, meninjau kondisi Krayan Timur,’’ kata Aprem.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara