NUNUKAN, infoSTI – Kepercayaan masyarakat kepada petugas Pemadam Kebakaran, menjadi fenomena unik yang menimbulkan tren baru dengan slogan ‘UUD’ atau Ujung Ujung Damkar.
Bahkan di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara yang merupakan perbatasan RI – Malaysia, pelayanan Petugas Damkar, menjadi pilihan utama.
Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Nunukan, Wahyudi Kawariyin menuturkan, segala urusan permintaan bantuan dan pertolongan dilimpahkan ke Damkar.
Mulai hal remeh temeh, seperti anak terjepit resleting celana, melepas cincin yang kekecilan, kucing terjebak di ketinggian, bendera tersangkut saat dikibarkan.
Bahkan urusan rumah tangga, KDRT dan masalah asmara, semua dilaporkan ke Damkar.
‘’Damkar sekarang tak hanya menyiram api, sudah menangani beragam urusan. Perkelahian rumah tangga, gadis muda ulang tahun tak punya pacar minta dihibur Damkar, atau remaja putus cinta, kita tetap layani sesuai mau mereka,’’ujarnya, ditemui Rabu (26/11/2025).
Wahyudi mengaku tidak aneh dengan fenomena tersebut. Ia menegaskan, selama ini, Damkar selalu siaga 24 jam, dan memiliki semangat untuk melayani dan membantu masyarakat.
Damkar yang biasanya identik dengan penyelamatan kebakaran, kini menjelma sebagai super hero, khususnya bagi anak anak kecil yang selalu berceloteh untuk menelfon Damkar ketika sandal temannya dilemparkan ke atas genting rumah.
‘’Anak anak TK juga suka sekali saat kita berikan sosialisasi tugas Damkar. Seminggu sekali kita kedatangan anak anak, kita perkenalkan peralatan dan mengajak mereka berkeliling dengan mobil pemadam kebakaran,’’ tuturnya.
Tren laporan masyarakat juga meningkat signifikan sejak tiga tahun terakhir.
Dari angka sekitar 200an laporan, meningkat menjadi 320 di Tahun 2024, dan kembali naik menjadi 450 di medio Januari – November 2025.
Dari angka tersebut, laporan keberadaan ular dan sarang lebah di rumah warga, mendominasi.
Disusul beragam masalah masyarakat, dan laporan terendah justru peristiwa kebakaran.
‘’Kami menyadari, ketika kita menikmati pekerjaan kita, kita bantu masyarakat tanpa pamrih, apa yang kita lakukan kembali ke kita. Kita lakukan kebaikan, maka itu akan kembali ke kita,’’ kata dia.
Siapkan SDM pengusir jin
Dengan tingginya kepercayaan dan antusiasme masyarakat kepada Petugas Damkar, tentu butuh pelatihan intens yang mendukung kinerja SDM.
Damkar harus bersiap dengan segala masalah yang terjadi di tengah masyarakat, tak terkecuali masalah supranatural.
‘’Bahkan kita menyiapkan SDM untuk mengusir jin. Itu untuk jaga jaga karena di daerah lain juga ada kejadian begitu,’’ kata Wahyudi.
Biasanya, banyak masyarakat merasa diganggu jin atau rumahnya tak nyaman akibat gangguan makhluk halus yang tentunya akan menjadi masalah social di tengah masyarakat.
‘’Arti mengusir jin, tentu lekat dengan ilmu religi atau kebijakan lokal yang berlaku,’’ jelasnya.
Saking percayanya masyarakat kepada Damkar, banyak permintaan agar Damkar mengatasi habitat buaya yang berdekatan dengan pemukiman warga.
‘’Damkar akan meminimalisir gangguan buaya, selama mereka bukan berada di habitatnya, seperti sungai dan muara. Kalau buaya naik ke darat, kita bisa bantu, kalau di habitatnya, urusannya BKSDA,’’ katanya lagi.
Dari 21 Kecamatan di Kabupaten Nunukan, Disdamkar baru memiliki 11 pos pemadam.
10 kecamatan belum ada pos karena kondisi geografis, akses, serta jarak tempuh yang jauh.
Mengatasi hal itu, Disdamkar memberdayakan Relawan Kebakaran (Renkar). Mereka menjadi kaki tangan Damkar di pelosok, dan mempermudah jangkauan dan informasi saat terjadi kebakaran.
‘’Sayangnya insentif untuk mereka tidak bisa kita berikan rutin. Kita usulkan menggunakan ADD atau DD supaya tercover. Relawan juga butuh apresiasi sebagai penyemangat mereka dalam menjalankan tugasnya,’’ kata Wahyudi.












