Menu

Mode Gelap
Kapolda Kaltara Kunjungi Pulau Sebatik, Cek Kesiapan Pos Pelayanan dan Pengamanan Lebaran 2026 Senyum Bahagia Anak Anak TKI Malaysia Saat Jembatan Menuju Sekolahnya Selesai Dibangun : Terima Kasih Sangat Buat Bapak Kapolda   Saat Pekik Merdeka Diteriakkan Warga Perbatasan RI – Malaysia Sambil Menanam Padi di Tengah Jalan Berlumpur Tiga Unit Rumah Guru SD di Pedalaman Sembakung Terbakar, Damkar Minta Maaf Karena Lokasi Tak Terjangkau Saat MBG Dinikmati Sejumlah Siswa Siswi Anak TKI Malaysia di Pulau Sebatik Malaysia Naikkan Harga Tiket Kapal Imbas Kenaikan Harga Minyak Dunia, Kapal Nunukan – Tawau Segera Menyusul Naikkan Tarif

Advertorial

Rasio Elektrifikasi Kaltara Mencapai 96,34 Persen, Pemprov Kaltara Terus Usahakan Pemerataan Listrik Bagi Desa Pedalaman

badge-check


					Kabid Ketenagalistrikan Dinas ESDM Kaltara, Abdul Muiz. Dok.ESDM Kaltara. Perbesar

Kabid Ketenagalistrikan Dinas ESDM Kaltara, Abdul Muiz. Dok.ESDM Kaltara.

TANJUNG SELOR, infoSTI – Program Kaltara Terang Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), terhadap masyarakat desa yang belum teraliri listrik, terbilang sukses dan menunjukan hasil siginifikan.

Kepala Bidang (Kabid) Ketenagalistrikan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltara Abdul Muis mengatakan, hingga triwulan III tahun 2025, rasio elektrifikasi di Kaltara telah mencapai angka 96,34 persen.

Melampaui rata-rata nasional dan memastikan hampir seluruh kabupaten kota telah teraliri listrik.

“Untuk sekarang ini, tahun 2025 triwulan III, datanya di 96,34 persen,” ujarnya, Senin (8/12/2025).

Angka ini mencerminkan keberhasilan dalam memastikan listrik tersedia di wilayah Kaltara.

Selain rasio elektrifikasi secara umum, capaian penting lainnya adalah rasio desa berlistrik yang mencapai 85,48 persen.

‘’Rasio desa berlistrik 85,48 persen, merupakan angka yang dihitung berdasarkan kelistrikan yang terkoneksi dengan PT PLN. Belum listrik dari lainnya,’’ jelasnya.

‘’Untuk listrik yang diadakan secara mandiri atau PLTS bantuan pusat yang belum terkoneksi ke PLN, tidak dihitung dalam rasio desa berlistrik, namun dihitung dalam jumlah elektrifikasi secara umum,’’ lanjutnya.

Meskipun capaian sudah tinggi, kata Muiz, Dinas ESDM mengakui adanya tantangan besar dalam pemerataan, terutama di wilayah pelosok.

Di wilayah pelosok, penyebaran listrik masih terhambat oleh topografi wilayah dan geografis yang membuat akses sulit dijangkau.

Selain itu, desa-desa di Kaltara umumnya memiliki jumlah Kepala Keluarga (KK) yang sedikit, berkisar antara 20 hingga 30 rumah.

Meski demikian, Pemerintah Provinsi Kaltara tetap berkomitmen untuk terus meningkatkan rasio elektrifikasi penerangan atau listrik di semua desa.

Ia menegaskan, target tahun 2026, rasio desa berlistrik dipastikan terus meningkat dari persentase saat ini.

Upaya percepatan, dilakukan melalui penggunaan anggaran dari APBD Provinsi. Serta mengajukan usulan bantuan ke pusat, seperti program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dan program Listrik Desa.

“Komitmen ini selaras dengan visi misi Gubernur Kaltara untuk mewujudkan pemerataan energi dan memastikan semua desa di Kaltara memiliki akses penerangan yang layak,” kata Muiz.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial