Menu

Mode Gelap
Ini Hasil 10 Hari yang Diminta Pemda Nunukan Saat Masyarakat Sebatik Mengancam Membuka Paksa Pintu Embung Lapri Awal Juli 2026 Prajurit Kodim 0911/Nunukan Padamkan Kebakaran di Rumah Seorang Security RSUD Nunukan Puluhan Tahun Jalanan Krayan Berkubang Lumpur, Janji Pembangunan Dari Pelosok Hanya Sebatas PHP Tertabrak Mobil Saat Belok ke Toko Sembako, Seorang Lansia Pengendara Motor di Pulau Sebatik Terpental Hingga Tewas SPMB di SDN 004 Nunukan, Pendaftar Membeludak Tapi Jatah Kuota Tak Terisi Penuh Belasan Tahun Menanti Uang Ganti Rugi, Warga Berharap Pemda Nunukan Tak Abaikan Potensi Konflik Sosial

Advertorial

PLTA 1.375 MW di Mentarang, Berpotensi Menjadi Pusat Energy Hijau di Indonesia

badge-check


					Kadis ESDM Kaltara, Yosua Batara Payangan, Dok.ESDM Kaltara. Perbesar

Kadis ESDM Kaltara, Yosua Batara Payangan, Dok.ESDM Kaltara.

TANJUNG SELOR, infoSTI– Provinsi Kalimantan Utara, terus didorong dalam percepatan transisi energi baru terbarukan.

Salah satu konsennya, adalah proyek industri hijau dan infrastruktur energi oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).

Kepala Dinas ESDM Kaltara, Ir. Yosua Batara Payangan menegaskan, wilayah Kalimantan Utara memiliki potensi energy hijau yang cukup besar, salah satunya di Sungai Mentarang, Kabupaten Malinau.

“Sungai Mentarang, segera dibangun untuk PLTA dengan kapasitas 1.375 Mega Watt (MW),” ujar Yosua, Selasa (9/12/2025).

Ia menuturkan, PLTA Mentarang Induk, adalah proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas 1.375 MW di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, yang dikelola PT Kayan Hydropower Nusantara (KHN) dan merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk mendukung Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI) dengan energi hijau.

PLTA Mentarang berpotensi menjadi PLTA terbesar di Indonesia, dengan target operasional tahun 2030 dan melibatkan konsorsium Indonesia-Malaysia.

Pembangunan PLTA Mentarang sebelumnya telah dilakukan Ground breaking pada 1 Maret 2023 oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Yosua menambahkan, dari sungai Mentarang, akan dibangun transmisi menuju kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) di Tanah Kuning, Kabupaten Bulungan.

‘’KIHI yang saat ini sedang dalam proses pembangunan dan terus dikebut, nantinya akan menggunakan energy hijau yang akan di pasok dari PLTA Mentarang,’’ katanya lagi.

“Sesuai dengan arahan Bapak Gubernur, nanti memang akan menggunakan energi hijau di sana. Mulai dari pembangkit, kebutuhan energinya, listriknya, diarahkan akan menggunakan energi hijau dari PLTA,” jelasnya.

Kedepan, lokasi industri hijau direncanakan juga akan menjadi kawasan industri yang memproduksi produk yang berhubungan dengan energi hijau seperti pembangkit listrik tenaga Surya (PLTS).

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial