Menu

Mode Gelap
Biaya Kirim Jauh Lebih Mahal Ketimbang Nilai Bantuan Logistik, BNPB Ditawari Pergeseran Barang Dengan Kerbau   Jerit Tangis Ibu Atlet Panjat Tebing Nunukan Mendengar Vonis Ringan Terhadap Supir Pikap yang Menewaskan Anaknya Seorang IRT di Nunukan Ditangkap Polisi Karena Berusaha Membakar Tetangga, Pelaku Ternyata ODGJ Cerita Perjalanan Warga Krayan, Dua Hari Berkendara Menembus Jalanan Lumpur Menuntut Akses Layak ke DPRD Kaltara 40 Jamaah Umroh Nunukan Menginap di Kawasan Markaziyah, An Nur Jamin Kenyamanan dan Kemudahan Ibadah Perkuat Semangat Bela Negara, 80 Kader PKS Nunukan Ikuti KEMBARA di Perbatasan RI – Malaysia

Advertorial

PLTA 1.375 MW di Mentarang, Berpotensi Menjadi Pusat Energy Hijau di Indonesia

badge-check


					Kadis ESDM Kaltara, Yosua Batara Payangan, Dok.ESDM Kaltara. Perbesar

Kadis ESDM Kaltara, Yosua Batara Payangan, Dok.ESDM Kaltara.

TANJUNG SELOR, infoSTI– Provinsi Kalimantan Utara, terus didorong dalam percepatan transisi energi baru terbarukan.

Salah satu konsennya, adalah proyek industri hijau dan infrastruktur energi oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).

Kepala Dinas ESDM Kaltara, Ir. Yosua Batara Payangan menegaskan, wilayah Kalimantan Utara memiliki potensi energy hijau yang cukup besar, salah satunya di Sungai Mentarang, Kabupaten Malinau.

“Sungai Mentarang, segera dibangun untuk PLTA dengan kapasitas 1.375 Mega Watt (MW),” ujar Yosua, Selasa (9/12/2025).

Ia menuturkan, PLTA Mentarang Induk, adalah proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas 1.375 MW di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, yang dikelola PT Kayan Hydropower Nusantara (KHN) dan merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk mendukung Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI) dengan energi hijau.

PLTA Mentarang berpotensi menjadi PLTA terbesar di Indonesia, dengan target operasional tahun 2030 dan melibatkan konsorsium Indonesia-Malaysia.

Pembangunan PLTA Mentarang sebelumnya telah dilakukan Ground breaking pada 1 Maret 2023 oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Yosua menambahkan, dari sungai Mentarang, akan dibangun transmisi menuju kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) di Tanah Kuning, Kabupaten Bulungan.

‘’KIHI yang saat ini sedang dalam proses pembangunan dan terus dikebut, nantinya akan menggunakan energy hijau yang akan di pasok dari PLTA Mentarang,’’ katanya lagi.

“Sesuai dengan arahan Bapak Gubernur, nanti memang akan menggunakan energi hijau di sana. Mulai dari pembangkit, kebutuhan energinya, listriknya, diarahkan akan menggunakan energi hijau dari PLTA,” jelasnya.

Kedepan, lokasi industri hijau direncanakan juga akan menjadi kawasan industri yang memproduksi produk yang berhubungan dengan energi hijau seperti pembangkit listrik tenaga Surya (PLTS).

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial