Menu

Mode Gelap
Pemkab Nunukan Alokasikan Rp 3 Miliar Untuk Kredit UMKM Tanpa Bunga Dengan Target Pengembalian Maksimal 2 Tahun Pasokan BBM untuk PLTD Terkendala Akses Jalan Rusak, Krayan Terancam Gelap Gulita Biaya Kirim Jauh Lebih Mahal Ketimbang Nilai Bantuan Logistik, BNPB Ditawari Pergeseran Barang Dengan Kerbau   Jerit Tangis Ibu Atlet Panjat Tebing Nunukan Mendengar Vonis Ringan Terhadap Supir Pikap yang Menewaskan Anaknya Seorang IRT di Nunukan Ditangkap Polisi Karena Berusaha Membakar Tetangga, Pelaku Ternyata ODGJ Cerita Perjalanan Warga Krayan, Dua Hari Berkendara Menembus Jalanan Lumpur Menuntut Akses Layak ke DPRD Kaltara

Advertorial

Tingkatkan Skill Petugas Kebencanaan, Pemda Nunukan Siapkan SDM Tangguh Bencana

badge-check


					Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan, Raden Iwan Kurniawan, membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) BPBD terkait Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana (Jitupasna), Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana (R3P), serta Penguatan Kapasitas Tim Reaksi Cepat (TRC) Kabupaten Nunukan, di Ruang Diklat BKPSDM Nunukan, Senin (24/11/2025). Dok.Prokopim. Perbesar

Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan, Raden Iwan Kurniawan, membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) BPBD terkait Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana (Jitupasna), Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana (R3P), serta Penguatan Kapasitas Tim Reaksi Cepat (TRC) Kabupaten Nunukan, di Ruang Diklat BKPSDM Nunukan, Senin (24/11/2025). Dok.Prokopim.

NUNUKAN, infoSTI – Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan, Raden Iwan Kurniawan, membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) BPBD terkait Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana (Jitupasna), Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana (R3P), serta Penguatan Kapasitas Tim Reaksi Cepat (TRC) Kabupaten Nunukan, di Ruang Diklat BKPSDM Nunukan, Senin (24/11/2025).

Bimtek bertujuan meningkatkan kemampuan petugas BPBD, relawan, dan pihak terkait dalam manajemen kebencanaan.

Mulai dari pembentukan tim pengkajian pascabencana, tim rehabilitasi dan rekonstruksi, hingga penguatan TRC sebagai garda terdepan penanganan darurat.

Iwan mengatakan, Kabupaten Nunukan memiliki risiko bencana yang cukup tinggi, seperti banjir, tanah longsor, puting beliung, kebakaran permukiman, hingga bencana sosial.

‘’Kondisi geografis dan cuaca yang dinamis menuntut kesiapsiagaan yang cepat, tepat, dan terkoordinasi,’’ ujar Iwan.

Selain itu, peningkatan kapasitas sangat penting untuk memperkuat efektivitas dan efisiensi penanganan risiko bencana di Kabupaten Nunukan, sekaligus membangun masyarakat yang tangguh menghadapi berbagai potensi ancaman.

Lebih dari itu, TRC memegang peran vital sebagai respons awal ketika bencana terjadi.

Karena itu, kemampuan kaji cepat, koordinasi, serta penanganan darurat harus sesuai standar.

“Melalui Bimtek Jitupasna dan R3P ini, saya berharap peserta dapat memahami secara menyeluruh tahapan pengkajian risiko, penyusunan laporan kerusakan dan kerugian, serta perencanaan rehabilitasi dan rekonstruksi,” ujarnya lagi.

Iwan berpesan agar seluruh peserta menjaga profesionalisme dan integritas. Mengutamakan keselamatan di lapangan, serta memperkuat koordinasi lintas sector.

Baik dengan OPD, relawan, maupun masyarakat serta menerapkan prinsip cepat, tepat, terpadu, dan akuntabel dalam penanganan bencana.

“Saya mendukung penuh peningkatan SDM dan penguatan kelembagaan dalam penanggulangan bencana. Dengan tim yang solid dan terlatih, kita dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terutama dalam situasi darurat,” tutupnya.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial