Menu

Mode Gelap
Kebakaran Toko Sembako di Nunukan Sebabkan Ledakan di Tiang Travo Listrik, PLN Padamkan Saluran Listrik Alun Alun Nobar Piala Dunia Harus Tempuh Jarak 5 Km, Puluhan KK di Pulau Sebatik Minta PLN Segera Salurkan Listrik, Berani Bayar Dua Kali Lipat Anak Bangun Minta Ditemani Kencing, Rumah Penjual Lontong di Nunukan Terhindar dari Kebakaran Inspiratif dan Dekat Dengan Insan Pers, Dua Kepala Daerah di Kaltara Menerima Penghargaan Anugerah SMSI 2026 Lagi, Empat SPPG di Nunukan Menyusul Menghentikan Operasional MBG Akibat Anggaran Operasional dari BGN Belum Cair Kasus Investasi Bodong di Nunukan, Belasan Korban Diperiksa, Terduga Pelaku Belum Ditahan

Kaltara

Puluhan Murid Sekolah di Pulau Sebatik Dilarikan ke Sejumlah Faskes, Diduga Keracunan Menu MBG

badge-check


					Puskesmas di Pulau Sebatik dipenuhi pasien anak diduga keracunan menu MBG. Perbesar

Puskesmas di Pulau Sebatik dipenuhi pasien anak diduga keracunan menu MBG.

NUNUKAN, infoSTI – Suara sirine ambulan terus berbunyi memecah sunyinya malam di Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara.

Bersamaan dengan kejadian tersebut, sejumlah Puskesmas di Kecamatan Sebatik Tengah dan Kecamatan Sebatik Timur, tiba tiba kebanjiran pasien anak anak SD.

‘’Kami menangani 13 pasien anak sekolah SD yang muntaber. Kita konfirmasi penyebabnya keracunan menu MBG,’’ ujar penanggung jawab Puskesmas Sebatik Timur, Muhammad Akbar, dihubungi, Rabu (30/9/2025).

Akbar menuturkan, semua anak usia SD yang masuk ke Puskesmas Sebatik Timur, mengalami gejala yang sama, yaitu Muntaber dan sakit perut.

Puskesmas Sebatik Timur, sudah mulai menangani pasien diduga keracunan MBG sejak sekitar pukul 16.30 wita.

‘’Kasus dugaan keracunan MBG kejadiannya di Kecamatan Sebatik Tengah, tapi karena Puskesmas di Sebatik Tengah kewalahan, sebagian dikirim ke Puskesmas Sebatik Timur,’’ katanya lagi.

Membeludaknya pasien, membuat petugas Puskesmas cukup sibuk, sehingga belum ada keterangan lebih jauh, seberapa parah pasien yang dirawat, dan bagaimana para petugas Nakes menangani pengobatan para pasien.

Sementara itu, Camat Sebatik Tengah, Aris Nur juga mengaku sedang sibuk mengantar puluhan anak anak SD yang diduga keracunan MBG ke sejumlah Faskes.

‘’Saya di jalan, mengantar pasien anak anak yang keracunan MBG,’’ katanya saat dihubungi.

Aris mengatakan, ada puluhan anak yang sedang dalam penanganan medis pasca mengkonsumsi menu MBG siang tadi.

Pihak Kecamatan Sebatik Temgah juga sudah berkoordinasi dengan sejumlah Puskesmas yang ada, dengan menurunkan 5 unit mobil ambulan, untuk segera menangani para pasien.

Para pasien, dikirim ke Puskesmas Sebatik Tengah, Puskesmas Sebatik Timur, dan ke RSUD Pratama Sebatik.

‘’Mobil ambulan lima unit tidak cukup, saya manfaatkan mobil dinas, ini saya di jalan mengantar anak anak,’’ kata Aris lagi.

Terpisah, Anggota DPRD Nunukan, Andre Pratama meminta pihak kepolisian segera mengamankan sample menu MBG yang dikonsumsi anak anak tersebut.

Dari penelusurannya, ada sejumlah sekolah di Kecamatan Sebatik Tengah yang menerima menu MBG.

Masing masing, SDN 04 Sei Limau, SDN 05 Sei Limau, MI Darul Furqon Tapal Batas, dan PAUD Ar Rahman, Sei Limau.

‘’Sebaiknya SPPG di Sebatik Tengah di setop dulu. Kita minta penyelidikan dan investigasi menyeluruh untuk kelayakan dapur SPPG di Sebatik Tengah, yang baru beroperasi dua hari itu,’’ kata Andre.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara