Menu

Mode Gelap
Prajurit Kodim 0911/Nunukan Padamkan Kebakaran di Rumah Seorang Security RSUD Nunukan Puluhan Tahun Jalanan Krayan Berkubang Lumpur, Janji Pembangunan Dari Pelosok Hanya Sebatas PHP Tertabrak Mobil Saat Belok ke Toko Sembako, Seorang Lansia Pengendara Motor di Pulau Sebatik Terpental Hingga Tewas SPMB di SDN 004 Nunukan, Pendaftar Membeludak Tapi Jatah Kuota Tak Terisi Penuh Belasan Tahun Menanti Uang Ganti Rugi, Warga Berharap Pemda Nunukan Tak Abaikan Potensi Konflik Sosial Panen Durian di Pulau Sebatik, Dibeli dengan Harga Murah Tapi Dijual Mahal di Malaysia

Nunukan

Anak Bangun Minta Ditemani Kencing, Rumah Penjual Lontong di Nunukan Terhindar dari Kebakaran

badge-check


					Respon cepat petugas Damkar Nunukan saat kebakaran rumah di Jalan Bhayangkara, Kamis (18/6/2026) dini hari, berhasil mencegah kebakaran di areal pemukiman padat penduduk. Dok.Disdamkar Nunukan. Perbesar

Respon cepat petugas Damkar Nunukan saat kebakaran rumah di Jalan Bhayangkara, Kamis (18/6/2026) dini hari, berhasil mencegah kebakaran di areal pemukiman padat penduduk. Dok.Disdamkar Nunukan.

NUNUKAN, InfoSTI – Rumah Siti Salim (50) warga Jalan Bhayangkara, Nunukan, Kalimantan Utara, terhindar dari kebakaran total karena anaknya yang kebelet pipis, terbangun di tengah malam, Kamis (18/6/2026).

Rumah berukuran sekitar 3×5 meter persegi yang berada di areal pemukiman padat penduduk tersebut, dihuni oleh Siti Salim, anaknya yang berusia 9 tahun dan ibunya yang Lansia.

Komandan pleton pemadam kebakaran, Suwar, menuturkan, laporan kebakaran, diterima sekitar pukul 01.39 Wita dari Ahmad Rojali, tetangga korban.

‘’Lokasi kebakaran berada di areal padat perumahan, persis di simpang tiga lampu merah Jalan Bhayangkara,’’ ujar Suwar, melalui pesan tertulis.

Petugas segera menuju lokasi dan langsung melakukan penyemprotan dan penyekatan api agar tak merembet ke bangunan lain.

Saat petugas datang, dapur rumah korban sudah dipenuhi asap tebal.

‘’Nyala api sudah sampai dinding dan merambat ke plafon,’’ tutur Suwar.

Kondisi dapur rumah korban, penuh dengan kayu bakar kering yang digunakan untuk memasak lontong.

“Proses pemadaman berlangsung kurang dari 15 menit. Selanjutnya sekitar setengah jam lebih, dilakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi bara api tersisa, sehingga kondisi benar-benar aman,” terang Suwar.

Sebagaimana penuturan Suwar, kebakaran tersebut, berasal dari arang sisa kayu bakar yang sebelumnya digunakan merebus lontong.

Peristiwa tersebut, diketahui ketika anak korban yang berusia 9 tahun terbangun dari tidurnya karena kebelet pipis. Si anak kemudian membangunkan ibunya, memintanya untuk menemani buang air kecil ke kamar mandi.

Saat itu, keduanya merasa pernafasan pengap dan melihat asap muncul dari dapur.

Saat korban memeriksa dapur, terlihat api mulai membesar dan membakar ruangan.

“Lalu pemilik rumah menjerit, berteriak kebakaran yang didengar dan diketahui oleh tetangga korban, sehingga segera melapor ke petugas pemadam kebakaran,” terang Suwar.

Pemilik rumah mengatakan, terakhir kali ia memasak lontong pada Rabu pagi. Namun ia tak sadar ada bara yang belum padam pada kayu bakar yang akhirnya menjadi penyebab peristiwa dini hari tadi.

‘’Tidak ada korban luka ataupun korban jiwa. Nilai kerugian harta benda masih proses penghitungan,” kata Suwar.

Facebook Comments Box

Trending di Nunukan