Menu

Mode Gelap
Ironi Perbatasan Negeri, Orang Sakit Ditandu Ramai Ramai Naik Turun Bukit, Dibawa ke Pustu Butuh Waktu 8 Jam Pemandangan Awal Masuk Sekolah di Pulau Sebatik, Sekolah Kebanjiran, Sejumlah Murid SD Dipanggul Masuk Sekolah Ini Hasil 10 Hari yang Diminta Pemda Nunukan Saat Masyarakat Sebatik Mengancam Membuka Paksa Pintu Embung Lapri Awal Juli 2026 Prajurit Kodim 0911/Nunukan Padamkan Kebakaran di Rumah Seorang Security RSUD Nunukan Puluhan Tahun Jalanan Krayan Berkubang Lumpur, Janji Pembangunan Dari Pelosok Hanya Sebatas PHP Tertabrak Mobil Saat Belok ke Toko Sembako, Seorang Lansia Pengendara Motor di Pulau Sebatik Terpental Hingga Tewas

Kaltara

Mayat Laki Laki Berusia 61 Tahun Ditemukan Bersimbah Darah di Jalan Poros Desa Mansalong, Polisi Menduga Korban Tabrak Lari

badge-check


					Police line terpasang di lokasi temuan jenazah Ardiansyah (61), di Jalan Poros Mansalong, Lumbis. Perbesar

Police line terpasang di lokasi temuan jenazah Ardiansyah (61), di Jalan Poros Mansalong, Lumbis.

NUNUKAN, infoSTI – Mayat seorang laki laki ditemukan tergeletak di pinggir jalan, menuju jembatan besi, di Jalan Poros Mansalong, Kecamatan Lumbis, Nunukan, Kalimantan Utara, Jumat (25/4/2025) pagi.

Kapolsek Lumbis, AKP Adrianus Talik mengatakan, jenazah tersebut merupakan warga setempat, bernama Ardiansyah (61).

‘’Jenazah yang ditemukan, adalah warga RT 001, Desa Mansalong, Kecamatan Lumbis,’’ ujarnya, melalui pesan tertulis.

Adrianus menuturkan, jenazah, pertama kali ditemukan seorang warga bernama Agus Salim (47) warga Jalan Pembangunan, RT 003, Desa Mansalong, saat melintasi jalan tersebut, sekitar pukul 07.00 wita.

Agus juga yang melaporkan keberadaan mayat tersebut ke Polsek Lumbis.

‘’Kami segera ke TKP. Korban tergeletak dan tengkurap diatas jalan semen. Bagian kepala terdapat luka yang menyebabkan darah keluar dan menggenangi tubuh korban,’’ jelas Adrianus.

‘’Saat diangkat ke ambulan, tubuh korban masih hangat, yang bisa diduga ia meninggal belum terlalu lama,’’ imbuhnya.

Polisi kemudian memasang garis polisi di lokasi kejadian dan mengevakuasi korban ke Puskesmas Mansalong dengan ambulan untuk visum.

Dari beberapa keterangan yang diperoleh polisi di lapangan, korban memang memiliki rutinitas jalan pagi setiap hari.

Namun sebelum kejadian, istri korban telah melarangnya keluar rumah, karena kebetulan, matahari sudah meninggi, dan sudah banyak kendaraan lalu lalang di jalan raya.

‘’Tidak di temukan dugaan tindak pidana di TKP. Akan tetapi lebih mengarah kedugaan tabrak lari, karena posisi korban berada di pinggir jalan di samping aspal,’’ kata Adrianus lagi.

Polisi masih terus mengumpulkan keterangan di lapangan dan menanyai sejumlah warga terkait masalah tersebut.

‘’Untuk korban sudah dikebumikan di TPU Mansalong,’’ kata Adrianus.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara