Menu

Mode Gelap
Ironi Perbatasan Negeri, Orang Sakit Ditandu Ramai Ramai Naik Turun Bukit, Dibawa ke Pustu Butuh Waktu 8 Jam Pemandangan Awal Masuk Sekolah di Pulau Sebatik, Sekolah Kebanjiran, Sejumlah Murid SD Dipanggul Masuk Sekolah Ini Hasil 10 Hari yang Diminta Pemda Nunukan Saat Masyarakat Sebatik Mengancam Membuka Paksa Pintu Embung Lapri Awal Juli 2026 Prajurit Kodim 0911/Nunukan Padamkan Kebakaran di Rumah Seorang Security RSUD Nunukan Puluhan Tahun Jalanan Krayan Berkubang Lumpur, Janji Pembangunan Dari Pelosok Hanya Sebatas PHP Tertabrak Mobil Saat Belok ke Toko Sembako, Seorang Lansia Pengendara Motor di Pulau Sebatik Terpental Hingga Tewas

Advertorial

HUT HDI 2024, Masyarakat perlu memiliki pola pikir yang inklusif dan tidak diskriminatif terhadap penyandang disabilitas

badge-check


					Staf Ahli Bidang Hukum, Kesatuan Bangsa, dan Pemerintahan Provinsi Kaltara, Robby Yuridi Hatman, S.Sos., M.T, membuka acara ‘Hari Disabilitas Internasional se-Kaltara 2024. Perbesar

Staf Ahli Bidang Hukum, Kesatuan Bangsa, dan Pemerintahan Provinsi Kaltara, Robby Yuridi Hatman, S.Sos., M.T, membuka acara ‘Hari Disabilitas Internasional se-Kaltara 2024.

TANJUNG SELOR, infoSTI – Staf Ahli Bidang Hukum, Kesatuan Bangsa, dan Pemerintahan Provinsi Kaltara, Robby Yuridi Hatman, S.Sos., M.T, membuka acara ‘Hari Disabilitas Internasional se-Kaltara 2024’ yang dilaksanakan di Gedung Gabungan Dinas (GADIS), Selasa (3/12/2024).

Hari Disabilitas Internasional (HDI) dirayakan setiap 3 Desember, dan tahun ini, perayaan HDI mengangkat tema ‘Memperkuat Kepemimpinan Penyandang Disabilitas Untuk Masa Depan yang Inklusif dan Berkelanjutan’.

Robby meminta agar masyarakat sekitar untuk dapat mengubah pola pikir masyarakat.

‘’Masyarakat perlu memiliki pola pikir yang inklusif dan tidak diskriminatif terhadap penyandang disabilitas,’’ ujarnya.

Ia mengatakan penyandang disabilitas memiliki hak yang sama seperti masyarakat lainnya untuk mendapatkan pendidikan, kesehatan, pekerjaan, dan partisipasi dalam berbagai kegiatan sosial dan budaya.

‘’Sudah seharusnya kita tidak lagi memiliki stigma negatif terhadap penyandang disabilitas, serta memberikan dukungan dalam meningkatkan kesejahteraan, kemandirian, dan kesamaan hak penyandang disabilitas dalam berbagai aspek kehidupan,’’ kata dia.

“Bagi kita yang mendampingi saudara kita yang disabilitas jangan hanya memandang mereka sebelah mata, bisa kita lihat mulai banyak para penyandang disabilitas mempunyai prestasi yang mengharumkan nama Indonesia,” imbuhnya.

Robby berharap, para penyandang disabilitas agar bisa hidup mandiri melalui pelajaran-pelajaran yang sudah didapatkan demi meningkatkan keterampilan diri.

Karena tidak selamanya pendamping akan terus bersama kita setiap saat untuk melindungi diri perlunya kemandirian agar mampu bisa berdiri sendiri.

“Memiliki kekurangan bukan berarti kita tidak bisa berbuat apa-apa bahkan saya sangat mengapresiasi para penyandang disabilitas yang masih semangat untuk belajar dan meningkatkan kemampuan mereka,” ujarnya. (ADV)

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial