Menu ✖

Mode Gelap
Angka Kemiskinan Kabupaten Nunukan Turun 0,04 Persen di Tahun 2026 Seluas Tiga Hektar Lahan Sawit di Desa Butas Bagu Pedalaman Nunukan Terbakar di Tengah Malam Nyaris Hangus Terbakar, Kebakaran Gedung LVRI Nunukan Berhasil Dipadamkan   Siapkan Atlet Unggulan, PBFI Nunukan Yakin Mendulang Emas di Porprov Kaltara 2026 Sawah Seluas 3 Hektar Milik Warga Pedalaman Lumbis Terbakar, BPBD Nunukan Imbau Masyarakat Tak Buka Lahan dengan Membakar Tukang Urut di Nunukan Membungkus Rapat Jasad Ibunya Dengan Lapisan Kain, Ditemukan Setelah Sepekan Dalam Kondisi Membusuk

Advertorial

Raperda Literasi Mulai Dibahas, Diharap Memberikan Dampak Positif dan Menjawab Kebutuhan Masyarakat

badge-check


					Pemandangan salah satu guru mengajar anak anak membaca di   taman. Perbesar

Pemandangan salah satu guru mengajar anak anak membaca di taman.

TANJUNG SELOR, infoSTI – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kaltara, bersama dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), tengah melakukan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang literasi.

Proses ini, melibatkan berbagai pihak untuk memastikan bahwa regulasi yang disusun dapat menjawab kebutuhan masyarakat dan berdaya guna.

Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca DPK Kaltara, Suwarsono, menjelaskan, pembahasan Raperda melibatkan unsur-unsur penting seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), organisasi non-pemerintah (NGO), akademisi, serta komunitas literasi.

Pelibatan banyak pihak ini, diharapkan dapat memperkaya substansi dan memastikan Raperda dapat diterima serta diterapkan dengan efektif.

“Raperda ini bukan hanya soal regulasi perpustakaan, tetapi juga bagaimana literasi menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang cerdas dan berdaya saing. Kami ingin memastikan agar hasilnya dapat menjawab kebutuhan berbagai sektor di masyarakat,” ujar Suwarsono, Rabu (27/11/2024).

Menurut Suwarsono, literasi memiliki peran strategis dalam pembangunan sumber daya manusia yang unggul.

Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, sektor pendidikan, dan masyarakat, sangat dibutuhkan agar program literasi berjalan secara maksimal.

“Kami menyambut baik masukan dari berbagai pihak. Kerja sama ini membuktikan bahwa literasi bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga semua lapisan masyarakat,” imbuhnya.

Raperda ini diharapkan tidak hanya berfokus pada pengembangan perpustakaan, tetapi juga mendorong pembudayaan membaca di lingkungan pendidikan serta masyarakat secara lebih luas.

Dengan adanya regulasi yang jelas, Suwarsono optimis budaya literasi di Kalimantan Utara dapat berkembang dengan pesat dan memberikan dampak positif bagi generasi mendatang. (ADV)

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial