Menu

Mode Gelap
Anak Bangun Minta Ditemani Kencing, Rumah Penjual Lontong di Nunukan Terhindar dari Kebakaran Inspiratif dan Dekat Dengan Insan Pers, Dua Kepala Daerah di Kaltara Menerima Penghargaan Anugerah SMSI 2026 Lagi, Empat SPPG di Nunukan Menyusul Menghentikan Operasional MBG Akibat Anggaran Operasional dari BGN Belum Cair Kasus Investasi Bodong di Nunukan, Belasan Korban Diperiksa, Terduga Pelaku Belum Ditahan Dana Operasional Mandek, Dapur SPPG Sebatik Timur Tutup, 31 Sekolah di Perbatasan Tak Lagi Terima MBG Cerita Sejumlah Korban Investasi Bodong di Nunukan, Uang Rp 75 Juta Tak Kembali, Ramai Ramai Buat Laporan Polisi

Nunukan

Anak Bangun Minta Ditemani Kencing, Rumah Penjual Lontong di Nunukan Terhindar dari Kebakaran

badge-check


					Respon cepat petugas Damkar Nunukan saat kebakaran rumah di Jalan Bhayangkara, Kamis (18/6/2026) dini hari, berhasil mencegah kebakaran di areal pemukiman padat penduduk. Dok.Disdamkar Nunukan. Perbesar

Respon cepat petugas Damkar Nunukan saat kebakaran rumah di Jalan Bhayangkara, Kamis (18/6/2026) dini hari, berhasil mencegah kebakaran di areal pemukiman padat penduduk. Dok.Disdamkar Nunukan.

NUNUKAN, InfoSTI – Rumah Siti Salim (50) warga Jalan Bhayangkara, Nunukan, Kalimantan Utara, terhindar dari kebakaran total karena anaknya yang kebelet pipis, terbangun di tengah malam, Kamis (18/6/2026).

Rumah berukuran sekitar 3×5 meter persegi yang berada di areal pemukiman padat penduduk tersebut, dihuni oleh Siti Salim, anaknya yang berusia 9 tahun dan ibunya yang Lansia.

Komandan pleton pemadam kebakaran, Suwar, menuturkan, laporan kebakaran, diterima sekitar pukul 01.39 Wita dari Ahmad Rojali, tetangga korban.

‘’Lokasi kebakaran berada di areal padat perumahan, persis di simpang tiga lampu merah Jalan Bhayangkara,’’ ujar Suwar, melalui pesan tertulis.

Petugas segera menuju lokasi dan langsung melakukan penyemprotan dan penyekatan api agar tak merembet ke bangunan lain.

Saat petugas datang, dapur rumah korban sudah dipenuhi asap tebal.

‘’Nyala api sudah sampai dinding dan merambat ke plafon,’’ tutur Suwar.

Kondisi dapur rumah korban, penuh dengan kayu bakar kering yang digunakan untuk memasak lontong.

“Proses pemadaman berlangsung kurang dari 15 menit. Selanjutnya sekitar setengah jam lebih, dilakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi bara api tersisa, sehingga kondisi benar-benar aman,” terang Suwar.

Sebagaimana penuturan Suwar, kebakaran tersebut, berasal dari arang sisa kayu bakar yang sebelumnya digunakan merebus lontong.

Peristiwa tersebut, diketahui ketika anak korban yang berusia 9 tahun terbangun dari tidurnya karena kebelet pipis. Si anak kemudian membangunkan ibunya, memintanya untuk menemani buang air kecil ke kamar mandi.

Saat itu, keduanya merasa pernafasan pengap dan melihat asap muncul dari dapur.

Saat korban memeriksa dapur, terlihat api mulai membesar dan membakar ruangan.

“Lalu pemilik rumah menjerit, berteriak kebakaran yang didengar dan diketahui oleh tetangga korban, sehingga segera melapor ke petugas pemadam kebakaran,” terang Suwar.

Pemilik rumah mengatakan, terakhir kali ia memasak lontong pada Rabu pagi. Namun ia tak sadar ada bara yang belum padam pada kayu bakar yang akhirnya menjadi penyebab peristiwa dini hari tadi.

‘’Tidak ada korban luka ataupun korban jiwa. Nilai kerugian harta benda masih proses penghitungan,” kata Suwar.

Facebook Comments Box

Trending di Nunukan